Kekasihku Berkhianat Setelah Kuserahkan Semuanya…

Aku cuma seorang wanita biasa, aku lahir dan besar dalam keluarga yang sederhana. Bukan bermaksud menyombong, tapi sewaktu sekolah aku termasuk pandai dalam akademik. Yang ada dalam pikiranku saat itu adalah belajar dan belajar, aku masih menganggap tabu pacaran, pelukan apalagi ciuman dengan pria.

Kekasihku selingkuha setelah kuserahkan semuanyaHidupku yang biasa-biasa saja itu membuatku bosan dan ingin hidup berpisah dengan orang tua.

Entahlah tapi aku selalu merasa ingin hidup mandiri, usiaku memang masih sangat muda tapi aku yakin bisa mengurus diri ku sendiri, dan tidak mungkin terjebak dalam pergaulan bebas seperti remaja lain seusiaku.

Meskipun aku bukan seorang yang rajin shalat 5 waktu, tapi setidaknya aku mengerti tentang agama. Latar belakang pendidikanku dulu adalah madrasah. Pendek kata, aku baik-baik saja sebelum memutuskan untuk hidup berpisah dari orang tuaku.

Setelah lulus dari SMP, aku tertarik untuk mendaftarkan diri ke sekolah pelayaran negeri di sebuah kota. Persyaratan untuk pendidikannya adalah 2 tahun di asrama dengan waktu pesiar hanya hari Sabtu dan kembali lagi hari Minggu esoknya dan tanpa membawa alat komunikasi seperti handphone. Aku mulai cari-cari informasi untuk pendaftarannya dan alhamdulillah aku lulus test.

Sebenarnya, saat test masuk itu aku sedang menjalin hubungan dengan teman sekolahku. Dia juga mendukung pilihanku. Jadi jalanku lancar untuk mendapatkan apa yang ku mau.

Tapi setelah aku habiskan waktu 1 bulan penuh untuk perkenalan kampus yang tanpa berhubungan dengan orang luar termasuk keluarga, otomatis aku kehilangan kontak sementara dengan kekasihku.

Bukan masalah sebenarnya, toh bulan depan aku akan bertemu dia, pikirku. Dan bulan itu datang. Aku pun bersiap pulang. Yang terjadi, saat aku coba hubungi dia, rasanya dia kurang merespons harapanku.

Baca juga:  Dugem dan Narkoba Membuatku Terdampar di Pusat Rehabilitasi

Aku masih memaklumi, mungkin dia sibuk dengan sekolah barunya. sama seperti aku. Suatu hari, aku tak sengaja bertemu dengannya di sebuah tempat perbelanjaan di kota tempat tinggalku dan dia bahkan tak mengenaliku!

Di saat yang sama, seniorku menyatakan rasa cintanya padaku. Saat aku terlanjur kecewa dengan perlakuan kekasihku, aku terima cinta seniorku. Awalnya aku tak berniat akan serius menjalani hubungan ini, aku hanya ingin lari dari kekesalanku kepada kekasihku, atau aku menunggunya sampai benar-benar mengingatku.

Aku masih menghubungi kekasihku tiap minggu saat aku pulang. Tapi kembali respons yang dia berikan tak pernah menyenangkanku. Aku terluka dan ku katakan padanya untuk mengakhiri hubungan saja.

Aku akhirnya bisa menerima cinta seniorku dengan sepenuhnya. Hubungan kami berjalan lancar di asrama yang tanpa pengawasan orang tua. Dengan teman-teman yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda, aku berkawan. Dan pergaulan yang ku lihat dari teman-teman maupun seniorku yang lainnya, jadilah peluk dan cium adalah hal wajar bagiku.

Sebutlah namanya Aro, seniorku itu, sudah memasuki tahun ke-2 dan aku beru menginjak tingkat 1 saat kami berpacaran. Selama 1 tahun hubungan kami di asrama, tak pernah ada halangan yang berarti bagi kami. Aro memang sering selingkuh dariku, tapi aku tak pernah merasa terlalu cemburu.

24 jam sehari dan 5 hari seminggu, setidaknya dia akan selalu bersamaku. Di tambah lagi jarak rumahnya yang jauh dari asrama, menbuatnya jarang pulang dan aku sering menemaninya. Praktis, hanya aku yang mengisi sebagian besar hari-harinya.

Semakin hari, aku makin tak bisa melepaskan dia. Hingga saatnya dia akan keluar dari kampus untuk praktek langsung di kapal niaga. Bulan-bulan terakhir, makin mendekatkan kami. Yang akhirnya jadi bencana bagiku.

Baca juga:  Aku Tidak Mencintai Suamiku

Untuk acara perpisahan sementara kami, dia mengajakku jalan-jalan ke satu kota. Aku menurut saja. Dan di hari pesiar kami, aku tak pulang ke rumah, tapi ikut dia ke kota tersebut.

Bodohnya aku yang terlalu mencintai dia. Sampai ku berikan semua untuknya di malam itu. Di sela dinginnya malam. Di dingin pagi yang menggigit… berulang kali kami melakukannya.

Habis waktu pesiar, kami kembali ke asrama lagi. Bulan selanjutnya Aro akan habiskan waktunya di kapal. Dia berjanji kan selalu menghubungiku. Aku diam-diam menyembunyikan HP agar aku bisa tetap berkomunikasi dengannya.

Aku katakan padanya, sebelum dia keluar dari asrama bahwa aku ingin memakai jilbab untuk melindungi diriku dari lelaki lain dan berjanji setia padanya. Dia mendukungku dan berjanji kan setia padaku. Aku kembali mempercayainya.

Dua bulan pertama, komunikasi kami berjalan lancar. Tapi bulan ke-3 tidak begitu. Dia mulai jarang menghubungiku dan puncaknya memutuskan aku.

Beberapa temanku mencoba menghiburku dan menyelidiki Aro atas keputusannya. Hasilnya? Aro memiliki kekasih lain. Saat dia tak lagi bisa bersamaku 24 jam sehari dalam 5 hari seminggu.

Sebetulnya aku tak terlalu kaget.. aku pun sudah mengira. Tapi aku masih tetap tak percaya dia tega meninggalkan aku setelah semua yang di dapatnya.

Aku marah, benci sekaligus rindu. Perasaanku campur aduk. Di saat seperti itu aku rindu rumah, rindu Ibu Bapakku, aku merasa berdosa kepada mereka.

Dan di tengah kegalauan jiwaku, entahlah tiba-tiba aku menemukan kembali damaiku yang sempat jauh terlepas dariku, melalui jilbab yang telah ku pakai.

Aku habiskan waktuku untuk kembali beribadah dan belajar. Aku buang jauh-jauh pikiran tentang cinta. Nilai akademikku perlahan meningkat.

Baca juga:  Istri Tidak Perawan, Aku Memilih Selingkuh dengan Wanita Lain

Saat aku fokus hanya pada ilmu, beberapa teman lelaki mencoba menarik hatiku. Tapi aku terlanjur hancur dan begitu membenci lelaki, aku tak pernah memberi respons atas perhatian mereka. Mungkin itu menyakiti hati mereka dan perlahan mereka menjauhiku. Aku tenang dan senang.

Lama aku memilih sendiri. Tak memikirkan tentang cinta. Tenggelam dalam kehidupan egoisku yang menenangkan dan damai. Kembali sholat 5 waktu dengan mencoba sepenuhnya. Hidup yang seperti itu, benar-benar memberiku kedamaian. Sampai hari ini.

Semoga pengalaman hidupku ini berguna bagi teman-teman wanita yang lain… amin.

***
Punya pengalaman hidup untuk dishare ke pembaca ceritacurhat.com yang lain? Tulis dan kirim cerita Anda di sini!

Loading...

30 Comments

  1. nusa January 9, 2012
  2. roy January 9, 2012
  3. Zec January 9, 2012
  4. musayyaf January 9, 2012
  5. ucok January 10, 2012
  6. bird January 10, 2012
  7. nurul aisyah January 10, 2012
  8. ari January 11, 2012
  9. indarto January 11, 2012
  10. ruth January 20, 2012
  11. dechan January 25, 2012
  12. anie January 28, 2012
  13. karmapala February 29, 2012
  14. mawar March 29, 2012
    • Sulaiha November 11, 2014
  15. haryanto April 14, 2012
  16. apriel April 14, 2012
  17. anto June 8, 2012
  18. igo October 2, 2012
  19. Nana bhoolz October 18, 2012
  20. Pelacur October 30, 2012
  21. adi November 29, 2012
  22. Kustiadi Yadis December 8, 2012
  23. Maju Pardamean Manullang January 8, 2013
  24. Caem January 10, 2013
  25. Kia Widy January 16, 2013
  26. Meank Jannus April 4, 2013
  27. Yudhi Punya She Biru May 10, 2013
  28. zhu March 13, 2014
  29. Maya March 29, 2016

Leave a Reply