Office Girl mengetahui hubunganku dengan Dia.

Saya bekerja di salah satu perusahaan yang terletak di daerah Jakarta tepatnya di Sudirman. Perusahaan kami bergerak dibidang FMCG.

Hampir 4 tahun saya sudah bekerja di perusahaan ini. Awal karier ku bekerja di perusahaan ini awal dari hidup ku. Kebiasaan saya setelah saya bekerja adalah pulang ke kontrakan.

Cukup jauh, jarak yang saya tempuh untuk tiba sampai ke kontrakan. Kira-kira membutuhkan waktu 30 menit (kalau waktu liburan) dengan menggunakan kendaraan bermotor.

Yang saya ingat waktu itu hari Jumat pukul 21.48 WIB. Saya bergegas pulang ke kontrakan dari kantor dimana tempat saya bekerja.

Kendaraan motor yang saya naikan tidak menuntun saya sampai ke tempat tujuan saya. Yang saya lakukan adalah menuntun motor saya ke pom bensin terdekat.

Didalam perjalanan saya ke pom bensin membuat saya bertanya-tanya , kenapa lupa ngisi bensin?”.

“Motornya kenapa, bu?”. Terkejut saya mendengar suara yang keluar dari samping saya sembari melihat wajah orang yang menegur saya.

“Lupa ngisi bensin Pak Jono”.  Tutur saya.

“Oh, Udah ibu naik saja. Biar saya dorong dari belakang”. Tegasnya.

“Memangnya bisa, Pak?”. Tanya saya.

Akhirnya Pak Jono mendorong saya sampai ke pom bensin terdekat dengan mendorong pull step belakang saya.

“Terima kasih Pak. Selamat malam”. Saya juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pak Jono selaku salah satu karyawan di perusahaan saya bekerja sebagai Office boy.

Entah ini awal dan akhir kehidupan ku, setelah kejadian itu hari Senin saya masuk kerja seperti biasa.

Saya juga bertemu dengan Pak Jono dan tidak lupa mengucapkan terima kasih lagi atas bantuan yang telah diberikan Jumat lalu yaitu mendorong motor saya.  sambil melakukan perbincangan kecil. Setelah dari itu saya melanjutkan pekerjaan saya.

Baca juga:  Sepanjang Jalan Cintaku

Iblis pun merasukin pikiran rekan kerja saya. Sebut saja namanya Jessica (bukan nama asli, saya memberi nama sesuai nama piaraan tetangga saya).

Mungkin hampir seluruh staff mengetahui hubungan Jessica dengan Pak Sudirwan(sebagai Supervisor di kantor tempat saya bekerja).

Mengatakan kepada saya  “Ada yang mau kenalan sama loe. Namanya Johan dari gedung B. Kemarin gua tidak sengaja kasih no hp loe ke dia”.

Seperti pepatah mengatakan pucuk dicinta ulam tiba. Saat itu juga muncul pesan di WA saya. “Hallo Anjar, nanti siang makan bareng yuk?”.

Bingung saya untuk memutuskan undangan tersebut. Saya pun mengabaikan pesan tersebut. Selang berapa jam muncul lagi dari Johan gedung B. “Nanti aku tunggu di lift bawah yah Anjar”.

Setelah makan siang kantor atasan kami memberikan tugas kepada kami untuk mempersiapkan bahan presentasi perkenalan produk baru untuk salah satu investor. Kami bertiga meluncur ke lokasi dengan menggunakan mobil dinas yang telah disediakan.

***
Punya pengalaman hidup untuk dishare ke pembaca ceritacurhat.com yang lain? Tulis dan kirim cerita Anda di sini!

Loading...

Leave a Reply