Ibuku Tegar Meski Ayah Pergi

Hidup tak seindah yang kita impikan dan kita harapkan. Begitu pula, dengan kehidupanku yang penuh lika-liku cobaan dan ujian.

Hidup dengan orang tua yang selalu bertengkar, sehingga aku menjadi anak yang “Broken Home”. Ibuku selalu disiksa oleh ayahku, hanya karena permasalahan sepele selalu main tangan menyakiti ibuku.

Sejak aku umur 5 tahun hingga sekarang umurku yang 17 tahun, ayah tidak pernah berubah. Yang terjadi malah semakin menjadi seperti main judi, bermabuk-mabukan, dan berselingkuh dengan wanita lain.

Pada 25 desember 2014, ayahku menikah siri dengan janda beranak satu. Saat, itu ibuku sama sekali tidak mengetahui, hingga kehidupan rumah tangga seperti biasanya.

Disaat itu hari itu pula, pamanku (adik kandung ibu) meninggal dunia, karena mengidap penyakit paru-paru. Saat, hendak pemakaman banyak dari anggota keluarga ibu yang menanyakan ayah.

Tapi, ibu sama sekali tidak mengetahui keberadaan ayah. Pada akhirnya tahun 2017, ibu mengetahui perselingkuhan ayah, ternyata ayah diam-diam menikah siri dengan 2 wanita, dan pernikahan itu sudah terjadi selama 3 tahun.

Saat, ibu menanyakan apakah ayah menikah lagi. Tapi, saat itu juga ibu disiksa, ditampar dan hampir ditusuk menggunakan clurit. Saat, ada pertengakaran itu aku menangis dan sangat takut.

Pada lebaran 2017, ayah pergi meninggalkan kami. Sejak itu, ayah susah sekali dihubungi dan kami tidak tahu ayah tinggal dimana.

Saat itu pula, ibu yang harus bekerja membanting tulang untuk menghidupi ketiga anaknya. Aku merasakan betapa kerasnya perjuangan ibu.

Setiap hari ibu harus bekerja menjadi asisten rumah tangga mulai pagi hingga sore hari dengan bayaran yang harus mencukupi kebutuhan yang semakin banyak.

Sedangkan, ayah tidak pernah sama sekali memberikan uang nafkah lagi. Sampai suatu hari, ibu terpaksa menjual barang-barang di rumah untuk memenuhi kami makan sehari-hari.

Baca juga:  Orang Tua Cerai, Kekasih Pergi... Hidupku Sengsara

Ibu adalah malaikat tanpa sayap, yang selalu mencintai anak-anaknya. Ia rela tidak makan, demi anak-anaknya.

Aku selalu berdo’a kepada Allah SWT semoga ibuku diberikan umur yang panjang dan sehat selalu, dan semoga kami tetap bersama hingga akhir maut yang memisahkan.

“Semoga cerita ini dapat bermanfaat bagi pembaca, dan menjadi inpsirasi untuk semua orang, agar senantiasa menyayangi ibu.

Selagi ibu kita masih hidup, cintailah ibu sepenuh hati, hargailah kerja kerasnya. Karena dibawah kaki seorang telapak ibu, ada sebuah surga yang dapat membawa anak – anaknya masuk ke surga”.

***
Punya pengalaman hidup untuk dishare ke pembaca ceritacurhat.com yang lain? Tulis dan kirim cerita Anda di sini!

Loading...

One Response

  1. Laeny June 20, 2018

Leave a Reply