Masa Lalu Calon Suami Menyiksa Pikiranku

Dua tahun sudah aku dan calon suamiku menjalin tali kasih. Kami sangat serius dan sudah bertunangan satu bulan yang lalu. Tapi entah kenapa, malam-malam terakhir ini terasa sangat membuatku resah dan gelisah. Masa lalu calon suamiku ini selalu menyiksa batinku.

Masa lalu calon suamiku

Masa lalu calon suamiku

Calon suamiku duda beranak satu. Dia sudah berpisah lama dengan mantan istrinya terdahulu.

Dan yang paling membuatku tidak bisa menerima masa lalunya itu adalah karena anak semata wayang hasil pernikahan mereka ternyata bukanlah anak calon suamiku, melainkan anak orang lain yang ibunya sendiri pun tidak tahu itu anak siapa. Astaghfirullah.

Ketika itu calon suamiku baru lulus dari sekolah menengah atas alias masih ingusan. Kemudian dia bertemu dengan seorang perempuan yang tidak lain adalah adik kelasnya sendiri.

Mereka kemudian saling menyukai dan memutuskan untuk berpacaran. Dua minggu berpacaran calon suamiku diminta untuk sekedar main ke rumah pacarnya itu (mantan istrinya).

Tapi setibanya disana calon suamiku dituduh telah berzinah dan meniduri perempuan itu oleh saudara-saudaranya.

Calon suamiku yang kala itu hanya seorang abg yang masih ingusan bingung hendak berbuat apa.

Akhirnya ayah dari si perempuan datang ke rumah calon suamiku dan mengatakan kepada ayah calon suamiku bahwa calon suamiku telah meniduri anak gadisnya.

Ayah dari calon suamiku pun percaya dan takut terhadap ancaman ayah si perempuan yang menyebutkan bahwa akan membuat calon suamiku GILA apabila tidak segera bertanggungjawab.

Entah bagaimana ceritanya singkat cerita akhirnya calon suamiku menikah dengan perempuan itu.

Pada waktu itu calon suamiku tidak mau memakai seragam pengantin dan hanya memakai celana sobek-sobek dengan baju hem kotak-kotak.

Baca juga:  Cinta Pertamaku Berakhir Di Liang Kubur

Difoto album mereka calon suamiku tampak sangat tidak bahagia dan aku merasa dia hendak mengeluarkan air mata. Pada pernikahan mereka usia kandungan si wanita sudah 4 bulan. Sangat ganjal bukan?

Kemudian anak itu lahir dan si wanita menggugat cerai calon suamiku dengan alasan calon suamiku bergaji kecil, tidak sanggup memenuhi kebutuhan keluarga, pemabuk, tukang selingkuh, kekerasan dalam rumah tangga dan lain-lain.

Kemudian mereka bercerai dan 6 tahun kemudian calon suamiku bertemu denganku. Kami merasa cocok dan akhirnya memutuskan untuk berpacaran.

Dua tahun sudah masa lalu itu selalu mencabik-cabik perasaanku. Apalagi ketika aku sedang sendirian di malam yang sepi, tanpa teman dan tanpa siapapun, pasti aku selalu memikirkan peristiwa itu.

Terbayang wajah anak hasil pernikahan mereka yang kerap kali membuatku ingin menyerah dan mengakhiri hubungan ini saja.

Tapi di satu sisi, calon suamiku hanyalah korban. Korban yang dipakai untuk menutupi aib dan malu keluarga mereka. Dia tidak bersalah.

Dan aku sering kali yakin bahwa aku bodoh jika aku mendendam pada orang yang tidak bersalah. Aku selalu berdoa kepada Allah, agar suatu hari nanti calon suamiku dapat benar-benar bersamaku dalam sebuah keluarga.

Aku akan membahagiakan dia sekuat dan semampuku. Aku akan memberikannya keturunan yang bisa membuat aku dan dia lupa pedihnya masa lalu. Amin.

***
Punya pengalaman hidup untuk dishare ke pembaca ceritacurhat.com yang lain? Tulis dan kirim cerita Anda di sini!

Loading...

Leave a Reply