Kutinggalkan Selingkuhanku Demi Anak

Aku cowok terlahir 1976 yang lalu, tahun 2000 adalah awal perkenalanku dengan HM (teman satu kerja). Semula hubungan kami biasa saja, tapi makin lama kita makin dekat dan sangat akrab. Saat itu aku sudah memiliki kekasih dan akan menikah. Entahlah, tapi hubunganku dengan HM semakin akrab, kepada tunanganku aku menyebut HM sebagai sahabat.

cerita selingkuhAwal tahun 2004 akhirnya aku menikah dengan tunanganku, HM bahkan hadir di pesta pernikahanku itu. 9 bulan kemudian anak pertamaku lahir. Barangkali karena telah berpacaran cukup lama, hubunganku dengan isteriku biasa saja, bahkan bisa dikatakan tidak mesra.

Pada tahun 2006, aku dipindahkan ke divisi kerja HM, perpindahan posisi ini membuatku sangat senang dan kembali bergairah, tanpa sadar aku makin dekat dengan HM. Masih kuingat bulan April tahun itu aku menyatakan cintaku ke HM, dan tanpa kuduga HM juga menyukaiku dan menerima cintaku. Sejak saat itu aku semakin mesra dengan HM, kemana-mana kami selalu bersama, bahkan pulang pergi kerja aku yang menjemputnya… aku sampai cuek dengan isteriku sendiri.

Aku merasa sangat bahagia apabila berada dekat dengan HM, dia begitu perhatian dan pintar, aku sangat mencintainya, sampai saat inipun aku masih sangat sayang. Kisah perselingkuhanku hanya bertahan satu tahun. Tahun 2007, affairku ketahuan istriku, rumah tanggaku seakan mau runtuh sejak isteriku tau kalo aku berselingkuh.

Aku bingung.. bahkan sangat bingung, apakah aku harus bercerai dan memilih menikah dengan HM? jika mengikuti ego mungkin sudah kuceraikan istriku tapi yang selalu terpikir olehku adalah nasib anakku. Aku sudah punya anak dan aku tidak mau anakku terganggu mentalnya gara-gara orang tuanya bercerai. Akhirnya aku memilih mempertahankan rumah tanggaku dan kembali ke istriku.

Baca juga:  Istriku Selingkuh Saat Aku Mendekam di Penjara

Pada tahun 2007 itu juga aku mulai sering bertengkar dengan HM, apapun bisa jadi masalah, berkali – kali aku dan HM mencoba untuk berpisah, tapi hati tetap tidak mau, terasa begitu sulit. Kalau dua hari saja tidak ketemu atau tidak dengar suaranya aku merasa sangat tersiksa dan sangat kangen.

Tapi apabila teringat dengan anak, maka perasaan kangen jadi hilang dan membuatku sangat ingin berpisah dengan HM. HM begitu kuat pengaruhnya dalam diriku, buatku dialah satu-satunya cewekku yang terbaik, seandainya aku belum punya anak, aku pasti menikahinya.

Ahirnya di tahun 2008 tepatnya di awal september, dengan berbagai cara dan perasaaan yang sangat bersalah aku memutuskan untuk pisah dengan HM, dengan berbagai cara yang aku buat-buat. Meskipun dalam hati kecilku aku tidak mau pisah tapi keadaanlah yang mengharuskannya.

Aku sangat sayang dengan HM, sampai saat inipun aku sangat menyayanginya. Aku sangat menyesali dengan apa yang telah aku lakukan kepada HM, aku telah menyakitinya. Aku berharap HM mau memaafkan aku. Aku masih bermimpi suatu saat aku kan bersama lagi dengan HM, dengan kondisi yang sangat membahagiakan.

***
Punya pengalaman hidup untuk dishare ke pembaca ceritacurhat.com yang lain? Tulis dan kirim cerita Anda di sini!

Loading...

28 Comments

  1. tika December 8, 2011
    • nanda January 17, 2012
  2. ucok December 8, 2011
  3. naya December 8, 2011
  4. adi December 8, 2011
  5. Nik0Hardian December 9, 2011
  6. Ra December 10, 2011
  7. Hafis Nasution December 21, 2011
  8. nurul aisyah January 1, 2012
  9. vira January 11, 2012
  10. Ekhy February 12, 2012
  11. aning_cz March 26, 2012
    • dinda May 9, 2012
  12. dinda May 9, 2012
  13. Siska May 13, 2012
  14. yetty resmiaty May 28, 2012
  15. enjee June 17, 2012
  16. cahyo August 23, 2012
  17. igo October 2, 2012
  18. Angela February 15, 2013
  19. widerin September 18, 2013
  20. nn September 30, 2014
  21. Yuli April 2, 2016
  22. diaan06 April 26, 2016
  23. desy May 4, 2016
  24. bule May 17, 2016
  25. Aan semarang July 8, 2016
  26. Uun Saputra October 27, 2016

Leave a Reply