Hidupku Hancur Karena Judi Togel Online

Hallo kawan .. Perkenalkan nama saya Yuan, Saya baru berusia 22 tahun dan bekerja sebagai pelaut.

Disini saya mau curhat tentang kehidupan saya. Semoga bisa menjadi contoh agar teman-teman disini tidak seperti saya. Baiklah akan saya ceritakan.

Hidup hancur karena judi online

Hidup hancur karena judi online

Dulu saya seseorang yang sangat ceria bahkan pintar bergaul dan banyak teman saya. Namun semua harus berakhir saat saya berusia 16 tahun.

Awalnya saya hanya kenal balap motor (roadrace) tapi seiring berjalannya waktu dan usia, saya memutuskan berhenti hidup dijalanan. Dan mamasuki Salah satu SMK yang ada di kota Tuban, Jawa Timur.

Sebelumnya saya bersekolah di salah satu SMP yang ada di Blora sebab rumah saya ada di Blora, Jawa Tengah. Ketika saya sudah pindah di Tuban saya kost, dan disanalah awal mula saya mengenal judi togel online dan poker.

Saya kenal dengan teman baru dia sangat aktif/pasif bermain Togel. Awalnya saya cuma penasaran dan bisa saya tahan. Tak lama kemudian dan seiring waktu yang berjalan saya akhirnya saya ikut-ikutan terjerumus masuk dalam dunia perjudian.

Awalnya saya menang terus. Hingga saya lupa dengan waktu yang sangat berharga. Sebab waktuku selalu ku habiskan hanya untuk meramal rumus togel.

Angka demi angka aku satukan seperti menyatukan sebuah kaca yg sudah hancur berkeping-keping.

Pertama saya dikasih menang terus. Dan hanya kalah sedikit. Mungkin itu jeratan untuk saya agar terus memasang nomor. Namun pada akhirnya jeratan itu sedikit demi sedikit mulai menjerat.

Saya mengalami kekalahan terus menerus sacara beruntun. Uang buat bayar SPP, bayar kost, uang jajan bulanan habis seketika.

Akhirnya saya menyerah, saya mengurung diri di kamar dan cenderung berdiam diri. Saya menyalahkan Tuhan dan diri saya yg bodoh! Akhirnya saya berhenti bermain judi togel. Tapi sikap saya masih cenderung diam dan hanya berbicara seperlunya.

Baca juga:  Kecanduan Akibat Sering Berhubungan dengan Pacar

Kemudian setelah saya lulus. Saya sempat menganggur dulu di rumah (ngalor-ngidul klontrang-klantrung ora jelas). Namun saya sudah berhenti bermain judi online.

Waktu terus berlalu. Saya pun mencoba melamar disebuah Perusahaan Pelayaran yang ada di Surabaya dengan berkas-berkas yang saya dapatkan setelah saya menuntut ilmu selama 3 tahun di salah satu SMK yg ada di Tuban.

Akhirnya saya diterima dan tanggal 1 Juli 2015 saya mulai bekerja. Namun lagi-lagi saya berkenalan dengan seseorang yang sangat gemar bermain judi togel.

Pertama saya ngobrol/berbincang biasa dan akhirnya topik yang diobrolkan adalah togel online lagi. Dalam hati saya sudah tidak mau kenal lagi dengan yang namanya togel, tapi ternyata pedoman saya goyah, hingga dalam hati selalu berkata seperti ini “Ayoo .. Udah saatnya bangkit, ini saatnya membalaskan kekalahanmu yang dulu.

Kenapa kamu masih diam.. apakah kamu tidak ingin membalaskan kekalahanmu yang dulu ???”

Saya sangat bingung waktu itu. Prinsip dan pedoman saya goyah bahkan rapuh. Akhirnya saya kembali lagi dalam dunia pertogelan dan kali ini saya deposit dengan nominal yg lebih besar tentunya. Sebab saya sudah dikuasai oleh nafsu dan amarah dendam.

Seperti biasa.. awal saya deposit sebesar 4.000.000 kemudian saya menang sebesar 33.000.000 an. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan.

Uang itu saya withdraw (penarikan dana) dan tidak saya belikan apa-apa. Kemudian saya dengan royal terus bermain tanpa memikirkan prinsip dan pedoman.

Terus dan terus.. Hingga akhirnya uang kemenangan yang tadi saya dapatkan, sedikit demi sedikit habis dan bahkan saya pun mulai menggila dalam bermain judi.

Uang gaji, premi, dll. Langsung saya depositkan dan habiskan seketika setelah saya terima di rekening! Dan Bodohnya saya itu berjalan terus hingga saat ini. Ada uang gaji, premi, dll. Total berkisar 120.000.000an raib/habis hanya untuk berjudi.

Baca juga:  Istriku Selingkuh Saat Aku Mendekam di Penjara

Dan hari ini Minggu, 24 November 2017 saya akan berhenti untuk seterusnya ! Saya tau saya salah. Berarti selama ini saya bekerja hanya menafkahi bandar judi. Sungguh begitu gobloknya diri saya ini.

Dan saya harap semoga teman-teman disini jangan sampai mengalami hal yang seperti saya. Hindari judi online, apalagi jika ada iming-iming bonus, semuanya itu hanya jebakan saja.

Terima kasih admin saya sekarang agak sedikit lega meskipun belum 100%. Tapi setidaknya ini sudah bisa membuat hati saya menjadi tenang !

***
Punya pengalaman hidup untuk dishare ke pembaca ceritacurhat.com yang lain? Tulis dan kirim cerita Anda di sini!

Loading...

2 Comments

  1. ABC January 9, 2018
  2. Ipul January 10, 2018

Leave a Reply