Perceraian yang terjadi di antara dua pasangan suami-istri memiliki alasan bermacam-macam. Ada yang karena salah satunya ketahuan selingkuh, ketakcocokan paham dan prinsip, adanya pihak orang tua yang terlalu ikut campur urusan rumah tangga dan lainnya.
Begitu juga aku yang kini bertugas sebagai istri kedua dari seorang pengusaha. Aku terpaksa memilih cerai dengan suami pertamaku karena kami beda prinsip. Suami pertamaku, sebut saja namanya Yudi, beranggapan bahwa suami boleh memiliki lebih dari satu istri. Karena itulah dia berkeinginan menikah lagi. Sementara aku, tak ingin dimadu.
Keinginan suami untuk menikah lagi diungkapkan langsung kepadaku. Dia berterus terang ingin menikah karena aku dianggap tidak bisa membeikan keturunan. Maklum, sudah tujuh tahun kami menikah tapi belum dikaruniai seorang anak pun.
Dia juga mengatakan, meski telah menikah lagi, dia berjanji tidak akan mengurangi perhatiannya kepadaku. Bahkan dia berkata, “Siapa tahu dengan begitu akan menjadi jalan bagi kamu untuk bisa memiliki anak.”
Kontan saja aku kaget dengan ungkapan itu. Aku langsung menolak. “Kalau kamu mau menikah lagi, silakan saja. Tapi ceraikan aku dulu,” kataku.
Suamiku semula tak ingin menceraikan aku. “Aku tak mau menceraikan kamu. Bagaimana pun, kamu adalah cinta pertamaku. Aku masih mencintaimu. Tapi, aku juga ingin memiliki keturunan,” begitu katanya.
Namun, ungkapan cintanya tak bisa membuatku menerima alasannya untuk menikah lagi. “Kalau kamu benar-benar mencintaiku, tentu saja kamu tidak akan menikah lagi walaupun kita tidak dikaruniai anak. Kalau memang kamu menikah lagi, berarti kamu tidak mencitaiku. Kamu menikahiku hanya karena ingin punya keturunan saja,” kataku saat itu.
Dia terdiam. Sejak saat itulah rumah tangga kami goyah. Percekcokan sering terjadi. Hingga akhirnya, dia berkeinginan menceraikan aku.
Singkat Cerita, kami pun cerai. Saat sudah menjadi janda, aku baru tersadar, mengapa kami tidak berobat ke dokter untuk mengetahui siapa sebenarnya yang mandul, aku atau suamiku? Tapi semuanya sudah terjadi.
Kabarnya, mantan suamiku itu menikah lagi dengan seorang gadis muda. Aku pun begitu, menikah lagi dengan seorang duda beranak satu. Namanya Herman (nama samaran).
Setahun menikah dengan Herman, aku ternyata hamil. Sementara istri dari Yudi tak juga hamil. Dari situlah aku berkesimpulan, ternyata yang mandul bukanlah aku, tapi justru suamiku sendiri.
Pernah suatu saat Yudi terkejut melihatku tengah mengandung. Dia terlihat begitu malu. Namun aku mencoba memberikan harapan kepadanya dengan cara agar dia berobat ke dokter.
Ya, meski kami telah cerai, tapi hubungan kami tetap baik. Yudi pun telah menganggapku sebagai adik. Kini, aku belum tahu apakah Yudi telah memeriksakan diri ke dokter atau belum. Aku bersyukur kepada Tuhan karena ternyata bukan aku yang mandul, Itu saja!



Beruntungnya dirimu. Itulah buah kesabaran.
tuhan akan memberi cobaan kepada insan yang di pilih nya,,,,
dan sebatas manusia tegar tuk menjalani nya dengan penuh iklas,,,,, alhamdullillah semua ada hikmah nya,,,, amin,,,,
Tawakkal aja
wah
mudah2an kejadian ni ga trjadi ma ane ya Allah
amien
tpi plajran ptg y ane dpat
sang suami tdak lah boleh mengvonis bhwa sang istri mandul
n sang istri jga tdak bleh trbawa suasana
hrus ttap berpikran tnang wlupun hati panas stengah mati
makasih y post curhat’a
ane doain biar kluarga’a langgeng
amiennn
sabar bu
mengharukan cerita nya…
suami mb… terllu egois…
nd’ dy hanya mementingkan dirinya sendri
hahahahaaaaaaaa…
Dasar suami egois…qan malu sndiri dia….
Krna tiap masalah rmah tngga tu adlh cobaan….yg psti nya hrus sabar…hehe
Ok jg crot nya g jadi jadi
setiap manusia punya jalan hidup yang berbeda
congratulation!
dpt disimpulkan dari ceritamu, kamu hanya wanita matre’ alasan bercerai dr yudi krn tdk mau dipoligami, tp nyatanya kau kini bertugas sebagai istri kedua dari seorang pengusaha, alasan yudi (mungkin) mandul tdk relevan
Klw menurut aq itu bukan matre,,,, berarti dia adalah wanita yg pintar….. dan memang jodohnya emank pengusaha,,, mw dibilang apa,,, klw menurut saya yg salah ya si suami pertamanya,,,, Sebenarnya wanita yg menginginkan kehidupan yg layak (dalam kata artian materi) ga bisa dikatakan matre,,,, tp emank kebutuhan!!!
gak baca ni orang,, coba baca baik2,, tu kan si Herman Duda beranak satu bukan suami orang,, bego’ juga ni orang..ckckckckck
Eh zoen kok lu sensi gitu’ wajar aja dong dia memilih siapapun krn dah jd janda. Bt mba hati” aja dg angpn sbg kk adik krn biar bgmpun kalian pernah bersatu jgn smp CLBK. Selamat aja bt mba..
kok q sebaliknya ya…….
bahkan kini q sendiri tanpa sang istri
kok bisa?
aku begitu terharu dgn ceritamu…km istri yg sabar,,,,mungkin ini yg terbaik buatmu….suamiku jg pernah selingkuh dgn abg dan dia cerita ke wil nya klu aku yg mandul shg wil nya sering sms aku blg aku mandul….tp setelah perselingkuhannya terbongkar suamiku memilih aku dan balik membenci wil nya krn sangat cinta ma aku….setelah itu kita ke dokter dan ternyata suamiku yg mandul…..klu inget sms dr wil nya dulu rasanya aku pingin marah
hebat baget kamu… klo aku jadi kamu, aku cari WIL suami kamu sampe dapet walau di ujung dunia sekalipun,, aku kasi Cabe bnyak2 kemaluannya.. biar tau rasa..
istri kedua/pengganti ato istri muda? Btw, selamat n sabar buat mantan suaminya.
hahaha… ga lucu,, aq juga punya pacar (skg mantan) kya tu,, dy ngoto bgt pengen aq punya kulit putih.. ntah lah mungkin dy terlalu rasis.. katanya cwe putih tu cantik n aq g putih (jlek). padahal klo mau ngomong putih2an, putih2an aslinya aq putih, tapi belang aja,
ternyata dianya yg lbh item dr aq..
pke bwa2 warna kulit lg
Kesabaran akan berbuah kebahagiaan karena yakinlah akan ªϑª pelangi indah setelah hujan badai!!!!!
itulah jalan yg terbaik untuk anda, malah kalau ke dokter ex suami bisa2 kurang percaya diri mbak.
mmg brsbar pst ada hikmahx..sgla pgorbanan pst akn mmbuahkn hsil x baik, mbak tda slh dlm brsikap, krn tda ada 1 mnusiapun x mau di2kn..
bersabarlah,,,,
suatu saat nanti kamu dapatkan apa yg kamu inginkan
alhamdulillah,engkau mendapatkan hikmahnya dri musibah y6 u hadapi..,orang y6 sbr pasti akan menui/memetik hasilnya(wong nandur kwi mesti ngunduh)
tuhan memberikan ujian dan mba sebagai pemenangnya
bersyukur dan memohon selalu perlindungan kepada tuhan yme
tapi tetap semangat ya mba utk masa depan ^^
Semngat………….!!!
Semoga berbahagia
sungguh mngharukan,yach itulah romantika khidupan manusia.sesag@ punya tak pernah ada ddepan selalu berakhir dr ujung prjlnan.sharusx tdk perlu terjadi perceraian, msh ada solusi lain yg perlu diprbincangkan selain alternatif hrs cerai dan hrs nikah lg, krn blm tentu apa yg kt pikirkan akan sama dgn pngharapan.masing2 punya komitmen dan silaturahmi tdk terputuskan kendatipun tlh brubah status.utk si ibu slmt mnempuh kluaga baru dan utk si bpk kdg kala kputusan yg kt ambil tdk seindah dr yg kt harapkan, kt hanya sampai pd brencana tp yg mnentukan rencana TUHAN juala.smoga ddlm perjlnan khidupan
bpk akan bertemu pd apa yg dicari,slm hormat
kehidupan mu yg dulu kok sm banget kayak aku, aku juga sudah menikah hampir 6 tahun dan belum di karuniai anak.. kita tidak pernah tahu siapa yg mandul diantara kami berdua. tapi kami masih bisa mempertahankan rumah tangga kami tanpa percekcokkan.. kamu bersyukur akhir nya bisa juga menjadi seorang ibu walaupun harus dengan perpisahan.. ak juga ingin seperti kamu tapi tidak dengan perpisahan. semoga kehidupan mu yg sekarang ini lebih baik yaaah…
Berkat Kesabaran dan keikhlasanmu
smua berubah manjadi Hikmah yang Begitu Penuh arti
ya mogaja…! dirimu bahagia dn tk…..! trulg lgi”tuhan kn memaaf kn umat nya bila dia benar2 to sungh2 bertaubat ….?