Menu

Ternyata Suamiku Yang Mandul

Ada banyak penyebab terjadinya perceraian, ada yang ketahuan selingkuh, tidak cocok, beda prinsip, dan ada juga karena orang tua yang terlalu mencampuri urusan masing-masing. Begitu pula dengan perceraianku dengan mas Emil.

cerita keluarga harus cerai karena mandul

Aku terpaksa memilih bercerai dengan mas Emil karena tidak mau dimadu.

Mas Emil memiliki pendapat bahwa pria bisa memiliki dua istri sekaligus, dan karena itulah dia meminta ijinku untuk menikah lagi.

Tentu saja aku menolaknya, jawaban klasik para wanita tetap sama dari dulu, wanita mana sih yang mau dimadu.

Keinginan mas Emil untuk menikah lantaran aku dianggapnya tidak sanggup memberinya keturunan. Kami menikah sudah 6 tahun dan sampai sekarang kami belum mendapat anak satu pun.

Dengan alasan itu dia meminta ijinku menikah lagi dan berjanji tidak akan mengurangi perhatiannya sebagai suami kepadaku. Katanya, “siapa tahu aku juga bisa terpancing memiliki anak”.

Tentu aku menolak, apa pun alasannya aku tidak bisa menerima. Aku tidak melarang mas Emil menikah lagi tapi dia juga tidak bisa melarangku untuk minta cerai. “Silahkan mas menikah lagi aku tidak melarang, tapi sebelumnya mas harus menceraikan aku dulu,” jawabku.

Advertisement


Suamiku keberatan jika harus bercerai, dia mengaku masih sayang padaku dan tidak ingin berpisah. Tapi kata-kata cinta suamiku tidak bisa meluluhkan hatiku. “Aku mencintaimu tapi aku juga ingin memiliki anak”, ucap mas Emil.

“Kalau mas Emil sungguh-sungguh mencintaiku tentu mas Emil akan menjaga perasaanku dan tidak akan menikah meskipun kita belum dikaruniai anak”. Menurutku ucapan cinta mas Emil palsu, dia menikahiku dulu bukan karena cinta tapi karena ingin punya keturunan.

Sejak saat itu, rumah tangga kami seperti pohon yang akan tumbang, kami menjadi lebih sering cekcok. Dan akhirnya kami resmi bercerai.

Saat berpisah dengannya aku tersadar mengapa enam tahun pernikahan kami itu tidak sekali pun kami ke dokter untuk periksa.

Aku selalu berpikir positif bahwa anak adalah buah cinta, jika Tuhan mengijinkan Dia pasti akan memberi kami anak. Yang paling penting bagiku adalah cinta kepada suami tidak pernah luntur.

Oiya aku tidak lama menyandang status janda. Aku menikah dengan seorang duda beranak satu. Aku merasa bahagia bersamanya. Mas Emil juga sudah menikah dengan seorang wanita yang masih muda.

Setahun setelah menikah aku hamil, sementara istri baru mas Emil tidak juga hamil. Dari situlah aku berkesimpulan kalau bukan aku yang mandul, melainkan mantan suamiku sendiri.

Aku pernah sekali bertemu mas Emil saat sedang hamil besar. Aku melihatnya terkejut melihat kehamilanku dan terlihat malu.

Tapi aku mencoba memberinya harapan agar ke dokter untuk memerksakan diri. Meskipun kami telah bercerai hubungan kami tetap baik saja. Dan aku bersukur kepada Tuhan karena bukan aku yang mandul.
***

Punya cerita curhat untuk dibagi ke pembaca? kirim tulisan anda disini.

37 Comments
  1. Yuni
  2. kapten pethuk
  3. Farrel
  4. igoe
  5. hadipraja
  6. piutery luph
  7. zuar
  8. Alfi
  9. dodi
  10. abu
  11. zoen
    • Cin
      • ayu
    • Siti Maryam
  12. len
  13. irawan
    • ami
  14. nia
    • ayu
  15. bara
  16. hana
  17. keyla
  18. m tahir
  19. jhoke
  20. chuek
  21. cepex
  22. james
  23. uzi
  24. Kusuma Hoo
  25. roelani
  26. lovely
  27. Uci
  28. junior ibo
  29. Aan
  30. bule
  31. As
  32. Azzi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *