Menu

Ternyata Dia Lebih Mencintai Sahabatku

Dia adalah tetanggaku, rumah kami berseberangan atau lebih tepatnya rumah kami berhadapan. Karena jarak rumah yang sangat dekat membuat aku sering bersamanya. Karena seringnya kami bersama rasa istimewa pun tumbuh di hatiku.

Dia mencintai sahabatku

Namun apa yang kurasakan ini mungkin akan hilang untuk selamanya, itu karena aku tak ingin mengganggu kehidupannya.

Aku tau dia sangat mencintai temanku. Bahkan dia selalu datang padaku hanya untuk menanyakan temanku itu.

Dengan penuh ketulusan aku membantunya untuk mengenal temanku lebih jauh. Dan ternyata dia mengungkapkan perasaannya pada temanku.

Walaupun sakit rasanya menerima kenyataan tapi demi dia aku rela. Mereka pun berpacaran dan hubungan mereka diketahui oleh orang tua mereka masing-masing.

Tak ada alasan lagi bagiku untuk tetap di dekatnya. Perlahan aku pun menjauh darinya. Yang dulu aku sering sms dan nelpon dia kini tak lagi. Bahkan aku pun enggan untuk bertandang ke rumahnya.

Hari ini hari libur sekolah semester dua. Aku memutuskan untuk berlibur di rumah nenekku. Disini aku banyak melamun, aku sangat ingin bertemu dia. Tapi aku sadar aku harus melepaskannya.

Advertisement


Aku tertidur karena lelah seharian di perjalanan. Sedang asiknya tidur aku dibangunkan adikku dia bilang hp ku berbunyi. Ternyata ada sms, aku kaget. Bukan karena pesannya tapi karena nama pengirim yang tertera disitu.

Baca juga: Mengapa Cinta Tak Harus Memiliki?

Aku menangis, dia menanyakan keadaanku, dia sering menghubungiku. Tapi selalu tak ada respon dariku, aku sadar dia sangat ingin aku kembali bersamanya tapi aku tak bisa.

Empat tahun aku memperlakukannya dengan cuek. Kini menegur dia pun menjadi hal yang sangat canggung untuk aku lakukan. Tapi dia selalu berusaha untuk bisa berada di dekatku tapi semakin aku didekatinya maka aku semakin menjauh.

Kini dia tak lagi berusaha mendekatiku, yang ada dia malah semakin menjauhiku. Bahkan dia juga sudah tak mau lagi mendengar namaku dan semua tentangku.

Dan kini baru aku tau seperti apa rasanya dicuekin, sakit. Tapi mau gimana lagi karma sudah berlaku. Kini aku selalu ingat dia yang dulu yang selalu perhatian padaku bukan dia yang sekarang membenciku

Aku merasa kehilangan tanpa pernah memiliki, untuk pembaca, jangan kecewakan hati orang yang kamu sayangi jika kamu tidak ingin kecewa akan sikapnya.

Maaf sebelumnya, cerita yang saya buat ini tidak menampilkan nama dan tempat karna saya malu bila orang sekitar saya membacanya terlebih lagi saya tak ingin bila dia mengetahuinya.

***

Seperti dikisahkan kawan Lisda ke redaksi ceritacurhat.com. Tulis dan kirim cerita anda disini. Jangan lupa beri komen untuk cerita di atas.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *