Menu

Teganya Kakakku

Panggil saja namaku Vie, aku masih duduk kelas 3 SMP. Aku mempunyai keluarga yang bisa dibilang kurang bahagia, ayahku menikah dua kali, dari istri pertama ayahku memiliki 4 orang anak, 2 perempuan dan 2 laki-laki, dan dari ibuku hanya 2, yaitu aku dan adikku.

cerita keluarga teganya kakakIbu dan ayahku pernah bercerai 1 kali, waktu itu aku masih duduk kelas 4 SD dan aku ikut ibuku. Ibu dan ayahku menikah lagi waktu aku duduk di kelas 1 SMP, kakakku yang perempuan sangat baik, tapi kakak laki-lakiku sangat sombong.

Ketika aku kelas 3 SMP ayah dan ibuku bercerai lagi, tapi kali ini aku ikut ayahku, karna ayahku sudah tua, aku kasihan padanya jadi aku merawatnya, tetapi ayahku jarang pulang ke rumah, jadinya aku sering sendirian di rumah, kadang temanku yang menemaniku.

(singkat cerita)

Suatu malam tepatnya jam 11:00 ku terbangun oleh suara hp ku yang berbunyi terus menerus. Setelah aku menerima telpon itu, kakaku marah-marah. “Cepat kesini, kamu malah santai-santai di rumah, ini semua karna kamu,” ujar kakak perempuanku.

Aku tak mengerti maksud mereka apa lalu aku coba telpon kakaku lagi, “Halo,, maksud kaka apa??” ujarku, “Sudah jangan banyak tanya datang saja ke sini (rumah kaka laki-laki), Ayah udah gak inget siapa-siapa lagi,,!!”ujar kakaku.

Setelah mendengar itu aku bergegas pergi, aku bingung karena ini sudah malam, lalu aku lari ke rumah tamanku dan mengetuk-ngetuk rumahnya, aku ceritakan semua dan pergi bersama temanku. Setelah sampai ke rumah kaka ku, aku melihat ayahku yang berbaring lemah dan tidak ingat siapapun.

Setelah aku datang ayahku memegang erat tanganku sambil meneteskan air mata, mungkin ayahku tidak tau aku tapi batinnya bisa merasakan. Aku sangat sedih karena kakakku menyalahkan aku, tapi aku tak peduli dengan apa yang mereka katakan.

Baca juga cerita menarik lainnya:

Waktu itu aku sangat sedih karena kaka perempuanku tidak mau mengeluarkan mobilnya untuk membawa ayahku ke rumah sakit, untung saja ada mobil saudaraku yang lain yang bisa membawa ayahku.

Setelah sampai rumah sakit dokter mengatakan “Kenapa pasien ini sewaktu sakit tidak di kasih makan?? anda tau perutnya sudah mau busuk,, lihatlah gigi pasien ini sudah busuk,,” ujar dokter.

Aku tidak bisa berkata apa-apa,, hanya air mata yang bisa aku keluarkan, aku 3 hari tidak masuk sekolah karena menjaga ayahku yang sedang kritis.

Aku menjaga ayahku di temani kaka perempunku,, tapi kakaku yang 3 lagi tidak hadir, mereka hanya mengantarkan saja waktu itu.

Setelah tidak ada harapan lagi ayahku aku bawa pulang,, setelah sampai rumah ayah meninggal, aku pun tak tau harus apa, keesokan harinya waktunya ayahku dimakamkan, setelah pemakaman aku bingung harus bagaimana. Aku hanya terdiam di rumah, untung ada teman-temanku yang datang menghiburku.

Ke esokan harinya aku tidak makan karena tidak ada kaka atau sodara yang memberiku makan atau uang sepeserpun, untung ada tetanggaku yang sangat baik yang memberiku makan dan uang bekal ke sekolah.

Setiap hari banyak tamu yang datang menangis karena melihat nasibku,, banyak yang mengajakku tinggal bersama mereka tapi aku tidak mau.

Aku di ajak ibuku tinggal bersamanya tapi aku tanggung sekolah, karena sekarang aku sudah kelas 3 SMP, tidak bisa pindah. Setiap hari aku di beri makan dan uang oleh tetanggaku, dan akupun sering di kasih uang oleh guru sekolahku.

Aku hanya bisa bersabar, lalu ibuku menjemputku ke Bandung,, aku di paksa ibuku untuk duluan ke Tasik karena ibu masih harus mengemasi baju ayah untuk di amalkan,, tapi dengar dari temanku kakaku membuat ibu menangis.

Kakakku mengambil barang berharga milik ayah dan ibuku dengan cara yang tidak layak,, baju ayah yang sudah di bereskan di banting-banting dan membentak ibuku.

Aku tak habis pikir selama ini yang aku anggap kaka adalah orang yang hanya menginginkan harta saja. Mereka gila dunia padahal aku dan ibuku tidak menginginkan sepeserpun, walaupun hak ibuku paling besar tapi ibuku tidak menginginkannya.

Demikian cerita curhat ini, pesan aku untuk kakak-kakakku,, suatu saat pasti kalian pun akan mengerti dengan perasaan kami dan akan membutuhkan kami, tapi aku dan ibuku tidak ada benci dan dendam sedikitpun kepada kalian.

***

Seperti diceritakan adik Vie ke redaksi cerita curhat.com. Tulis dan kirim juga cerita anda disini.

2 Comments
  1. violet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *