Menu
Loading...

Suami Selingkuh dengan Adik Ipar, Hidupku Sengsara

Maksud hati membantu adik ipar, apa daya orang yang dibantu tega selingkuh dengan suamiku. Mungkin ini takdir dari Allah, Aku hanya bisa pasrah dengan keputusan-Nya.

Suami direbut adik ipar

Suami direbut adik ipar

Pernikahanku sudah menginjak 12 tahun dan belum dikaruniai momongan. Dengan kondisi kita yang sama-sama berkerja, setiap aku bertanya pada suamiku Wahyu, “Apakah ikhlas dengan keadaan kita?” Dan dia selalu menjawab, “Kalau ini memang sudah digariskan ya harus diterima”.

Mendengar jawaban itu aku sangat bahagia dan bersyukur bahwa  suamiku menerima kondisi ini. Tapi tidak kusangka ternyata tidak demikian kenyataannya. Dia berselingkuh dengan adik iparku sendiri, Tri.

Awal kisahnya dimulai saat adik kandungku meninggalkan Tri dan anaknya main gila dengan perempuan lain, dan sebagai kakak dan sesama wanita aku merasa kasihan dengan Tri.

Aku bilang ke Tri klo dia sudah aku anggap sebagai adikku sendiri, dan aku akan menyayanginya dan membantu mengurus anaknya yang masih berumur 2 tahun.

Kuhibur mereka, kami sering pergi bersama dari makan di mall, jalan-jalan dan bahkan berlibur ke luar kota. Kumanjakan keponakanku dan kuanggap dia seperti anakku sendiri.

Suamiku pun sangat sayang dengan keponakanku. Pada saat kita berlibur, aku mulai merasakan perasaan yang aneh dan Aku utarakan ke suamiku bahwa aku merasa takut kalo suamiku dan Tri ada hubungan terlarang.

Suamiku marah dan bilang, “Daripada dengan Tri aku bisa cari perempuan lain yang lebih lebih daripada Tri… ” .

Aku pun mengutarakan ketakutanku pada Tri, dia bilang, “Betapa jahatnya aku kalau sampe tega melakukan itu mbak.. ” Aku percaya kata-katanya dan aku mulai menghapus pikiran buruk itu.

Loading...

Tapi kenyataan berkata lain. Aku ingat pasti saat itu hari ulang tahu keponakanku, kami berencana mengadakan acara tiup lilin di rumah.

Seharian itu aku merasa sangat tidak nyaman. Perasaanku tidak karu-karuan, seperti mau manangis. Sampe pada sore hari sekitar jam 4 aku ditelpon dan aku harus kembali ke rumah karena ada yang mau dibicarakan.

Aku sudah merasa ada akan ada hal yang buruk. Dan ternyata memang benar. Aku ditnjukkan bukti-bukti bahwa suamiku dan Tri memang ada hubungan. Bahkan mereka sudah berbuat zina. Rasanya hancur semua, aku lemas dan hanya bisa menangis.

Aku merasa seperti wanita yang amat sangat bodoh sampe bisa dibohongi oleh orang-orang yang kusayangi. Semua yang telah kuberi dan kulakukan untuk mereka dibalas dengan perselingkuhan.

Saat itu aku menelpon suamiku menanyakan dia dimana. Dia menjawab sedang membeli kado untuk keponakanku. Dan ternyata mereka berdua pergi bersama untuk membeli kado.

Gak kebayang bagaimana sakitnya perasaanku saat itu. Aku mencoba bersabar menunggu mereka datang. Dan ternyata mereka datang tidak bersama, hanya beda beberapa menit saja.

Karena tidak kuat lagi menanggung sakit aku berteriak ke suamiku dan Tri. Suamiku hanya diam, Tri berulangkali minta maaf padaku. Rasanya ingin kutampar dan kujambak tapi tidak bisa. Aku hanya bisa memandang mata suamiku.

Setelah 2 hari kami tidak bicara. Akhirnya suamiku menyampaikan minta maaf kepadaku dan alasan kenapa sampai terjadi perselingkuhan itu.

Dia menyalahkan aku karena aku tidak mematuhi keinginannya untuk tidak bekerja. Dan dia ingin mempunyai momongan. Aku tambah marah karena dia beralasan itu semua terjadi karena kesalahanku.

Baca juga: Sedihnya.. Kakak Kandung Tega Merebut Suamiku

Sungguh egois sekali. Yang tidak bisa aku terima kenapa harus dengan adik sendiri. Dan dia juga berkata bahwa perasaanya saat ini lebih banyak ke Tri daripada ke istrinya sendiri.

Sungguh itu sangat menyakitkan. Seperti peribahasa Air susu dibalas dengan air tuba.

Aku pun akhirnya menanyakan ke suamiku bagaimana nasib rumah tangga kita, dia bilang akan tetap mempertahankan rumah tangga kita. Dan berjanji tidak akan berhubungan dengan Tri.

Tapi ternyata dia tidak jujur. Karena aku memergoki sendiri mereka ngobrol di telepon. Bahkan suamiku berharap mereka bisa menikah secara sah. Astaghfirullah.

Aku tanyakan ke suamiku apa maunya. Aku tanyakan apa mau poligami? Dia jawab tidak. Aku tanyakan lagi apa maunya? Dia hanya bilang ingin tetap denganku. Aku sudah tidak tahu lagi apa bisa percaya lagi padanya.

Tapi sudah 2 bulan berjalan setelah peristiwa itu, dan saat ini kita tidak banyak bicara. Kita lebih banyak diam dan sibuk dengan kegiatan kita masing-masing. Entah sampai kapan ini akan berlangsung.

Semuanya kupasrahkan ke Allah swt.  Hanya Dia harapanku satu-satunya. Kadang kutanyakan pada suamiku apa masih berhubungan dengan Tri. Dia menjawab tidak.

Tapi aku juga tidak tahu apa itu jawaban jujur. Aku hanya bisa berdoa dan memohon pada Allah swt agar diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian ini.

Dan aku yakin Allah tidak akan menguji lebih dari kemampuan umatnya. Dan semoga pasa akhirnya ujian ini hasilnya terbaik untuk semuanya.

Untuk suamiku, semoga Allah memberikan hidayah kamu benar2 membuktikan janjimu ke istrimu. Untuk Tri, semoga Allah memberikan hidayah sehingga kamu sadar yang kamu lakukan itu adalah dosa.

Secara tidak sadar perbuatan kalian telah merusak banyak keluarga. Terutama kalian telah menyakiti ibu kalian. Yang harusnya kalian bahagiakan justru malah kalian sakiti. Semoga kalian sadar.

Dan untuk para pemirsa, aku mohon saran apakah yang aku lakukan ini sudah benar? Terimakasih

***
Punya pengalaman hidup yang menarik untuk dishare ke pembaca yang lain? tulis dan kirim cerita anda disini.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *