Menu

Banyak Dosa, Sadarkan Hamba Ya Allaah

Saya seorang pria berumur 26 tahun dan belum menikah. Hari ini saya akan curhat tentang perjalanan hidup saya yang saya sendiri bingung mengapa bisa seperti ini. Kebohongan sudah seperti menu harian saya, Perselingkuhan sudah seperti makanan ringan buat saya. Ingin tobat pun hanya sekedar ucapan belaka.

Selingkuh dan banyak dosa

Selingkuh dan banyak dosa

Baiklah saya akan mulai bercerita. Semua nama yang ada di curhatan saya ini menggunakan nama palsu untuk melindungi orang-orang yang bersangkutan.

Saya di besarkan di dalam keluarga yang harmonis meski tidak sehangat keluarga lainnya, namun tidak ada keributan dalam keluarga saya, semua berjalan normal.

Saat saya umur 19 tahun saya punya pacar namanya Ratu, dia tidak cantik tapi bentuk tubuhnya sangatlah menarik.

Perlu di ketahui saya termasuk pria yang bebas dan senang dengan s3ks bahkan mungkin sudah kecanduan, namun saya tak berani melakukan hubungan intim dengan Ratu sehingga hubungan kami sehat-sehat saja. Tidak ada hal yang menjurus kedalam perbuatan terlarang.

Hubungan kami berjalan selama 9 bulanan. Saya menyudahi hubungan ini karena saya mengetahui bahwa Ratu telah selingkuh dengan tetangganya yang belakangan kuketahui bernama Eko.

Seminggu setelah putus darinya, dia menghubungiku lagi dan mengatakan bahwa ia masih menyayangi saya. Karena dalam hati ini pun masih ada rasa sayang maka kuterima Ratu menjadi pacarku.

Advertisement


Sehari setelah kami balikan, saya dapat informasi dari sumber yang sangat terpercaya bahwa selama berhubungan dengan saya, Ratu masih menjalin hubungan dengan Eko.

Sumber itu sebut saja Eki, mengatakan juga bahwa Ratu telah berhubungan intim dengan Eko. Hati saya seperti tersambar petir. Sesak bukan main bahkan tak terasa kepalan tangan saya memukul kasur sampai terasa sakit.

Dengan hati bimbang saya coba menemui Ratu. Saat ingin kerumahnya saya melihat ada sepeda motor terparkir di depan rumah ratu.

Saya hanya lewat saja sambil mengintip siapa orang yang memarkir sepeda motor itu di depan rumahnya. Yang saya tahu, keluarga ratu tidak ada yang mempunyai sepeda motor tipe tersebut.

Tidak jauh dari rumahnya saya bertemu dengan Eki, sang narasumber terpercaya. Saya pun berhenti untuk menanyakan situsi dan kata Eki motor yang terparkir di depan rumah Ratu itu adalah milik Eko.

Makin hancur hati saya. Niat ingin mencari kebenaran dan memang kebenaran yang menyakitkan yang saya dapatkan.

Saya memutuskan untuk tidak menemui Ratu malam itu, dan saya hubungi Ratu lewat telepon. Tanpa basa-basi langsung saya skak dia dengan semua tuduhan.

Awalnya dia tidak mengakui semua tuduhan yang saya tuduhkan padanya. Namun setelah semua bukti kukeluarkan, akhirnya Ratu mengakuinya. Waw.. makin pedih hati ini.

Dia mengakui telah berhubungan intim dengan Eko. Namun ia menyangkal bahwa itu di lakukan atas dasar suka sama suka. Melainkan Ratu di perkosa oleh Eko sebanyak 3x.

Coba anda bayangkan pembaca sekalian mana ada ceritanya di perkosa 3x. Kalo bukan saling menikmati. Tidak habis fikir saya dengan alasan dia itu. Ratu pun minta maaf padaku, dan berharap bisa kembali ke pelukanku. Dia berjanji akan meninggalkan Eko dan setia padaku.

Entah setan dari mana yang merasukiku. Tersirat dalam fikiranku ingin membalas sakit hati yang telah Ratu berikan padaku dengan cara menikmati tubuhnya saja tanpa ada rasa sayang.

Aku pun menerimanya dan sejak saat itu setiap bertemu kami pasti berhubungan.

Tiga bulan kami jalani hubungan layaknya suami isteri. Sampai suatu saat Ratu mengalami telat datang bulan selama 1 minggu. Dan saat itu dunia sangat sempit bagiku.

Makan pun tak berselera. Selalu di hantui bayang-bayang kalau Ratu hamil. Namun Alloh SWT masih sayang terhadap ku. Ratu akhirnya datang bulan.

Setelah itu aku memutuskan untuk pergi meninggalkannya. Dia pun sempat marah dan tidak terima atas keputusan ku. Namun seiring berjalannya waktu akhirnya kita benar-benar berpisah.

Setelah putus dari Ratu, saya berkenalan dengan perempuan cantik, lagi ia bernama Puji (samaran). Saat itu ia masih kelas 2 SMA. Namun perawakannya sudah seperti anak kuliahan.

Terbiasa berpacaran bebas dengan Ratu. Membuat aku ingin merasakan bercinta dengan Puji.

Namun lagi-lagi aku tak berani melakukannya. Apa mungkin karena dia mengaku masih perawan. Tak tau lah. Yang jelas aku tak berani melakukannya. Pernah saat pacaran denga Puji di rumahku.

Saat itu orang tua ku sudah menetap di rumah yang baru saja selesai di bangun. Dan rumah lamanya aku yang menempati.

Saat itu hanya kami berdua saja. Sudah tidak memakai pakaian lagi. Namun saat aku ingin melakukannya, ia menolak dan saya pun tak tega melihat mukanya yang penuh kekhawatiran.

Dan akhirnya kami memutuskan berpakaian kembali. Sejak saat itu kami memutuskan untuk tidak mengulanginya lagi. Dan karena Puji merasa tidak membahagiakan aku. Akhirnya s3x by phone menjadi solusinya.

Hubunganku dengan Puji pun tak bertahan lama. Sekitar 9 bulan kami menjalin kasih. Dan kami pun berpisah secara baik-baik. Selama aku mencari cinta hanya ada 2 wanita yang benar-benar aku belum lihat tubuhnya bugil. Yang pertama Asri dan yang ke 2 Rani, keduanya pakai nama samaran juga loh.

Nah sekarang beralih ke sosok wanita cantik nan manis bernama Asri. Perlu di ketahui ia adalah tetanggaku sendiri. Jaraknya hanya sekitar 20 m dari rumahku.

Dia berjilbab dan pada saat aku jadi kekasihnya ia masih kelas 3 SMA. Dan saat itu aku sudah smester 3. Secara logika ia mengetahui siapa saja yang pernah jadi pacarku.

Karena setiap aku main ke rumah membawa pacarku, pasti aku lewat depan rumahnya. Namun dia tidak pernah berfikir kalau aku ini termasuk senang dengan hubungan terlarang.

Aku berhubungan dengannya 1,5 tahun. Dan selama jadi pacarnya aku berselingkuh dengan 2 perempuan lainnya. Yang pertama aku berselingkuh dengan pacarnya sahabatku sebut saja Rika.

Berhubungan dengan Asri yang notabenenya masih perawan dan termasuk wanita alim, membuatku mencari wanita lain yang bisa menyalurkan kebiasaan burukku.

Dan sosok itu kutemui di dalam diri Rika. Rika termasuk wanita agresif dan sangat hebat dalam berciuman. Padahal ia itu pacarnya sahabatku.

Dengan berbagai kebohongan dan alasan aku bisa mengibuli Asri untuk bertemu dengan Rika. Setelah bertemu dengan Rika justru aku semakin sayang dengan Arsi dan tak ingin jauh darinya.

Hubunganku dengan Rika pun hanya sebatas peluk dan or4l. Aku tak berani lebih jauh dari itu. Meskipun banyak kesempatan yang kudapat saat ku bercumbu dengannya.

Perselingkuhanku dengan Rika pun mulai tercium oleh sahabatku, akhirnya aku dan Rika menyudahi perselingkuhan ini. Dan ia pun putus dari sahabatku.

Setelah hubunganku dengan Rika selesai. Aku jadi makin sayang pada Asri banyak pengorbanan yang aku berikan padanya.

Sampai pada suatu saat ia mengalami alergi pada kaki kanannya dan membuatnya terlihat jelek. Bahkan aku sendiri pun ilfill saat melihat kaki kanannya.

Aku berusaha tidak menemuinya sampai ia sembuh dari alerginya. Saat itu juga muncul seorang perempuan super cantik dan manis. Saat ini ia sudah menikah dan punya anak 1.

Saat itu ia masih perawan dan sangat agresif, aku pun tidak yakin kalau dia masih perawan. Karena pergaulannya termasuk bebas.

Tapi kalau dia masih perawan mana mungkin ia menolak bersetubuh denganku, padahal saat itu kami sudah telanjang bulat dan sudah ku oral kemaluannya.

Tapi dia tetap bisa menahan untuk tidak bersetubuh denganku. Kecewa dengan sikapnya itu aku pun meninggalkannya. Perlu di ketahui saat kejadian itu aku masih berpacaran dengan Asri.

Saat aku mulai benar-benar merasakan sayang terhadap Asri. Banyak kendala yang menguji hubungan kami. Mulai dari alerginya sampai kedua orang tua ku yang tidak setuju bila aku berhubungan dengan Asri.

Mungkin karena permasalahan antara ibu ku dengan ibunya Asri.

Aku sudah merayu orang tua ku agar aku di ijinkan berhubungan dengan Asri. Namun jawaban orang tua ku tetap tidak mengijinkan.

Akhirnya kami berpisah, dipertemuan terakhir ku dengan Asri, aku mengatakan padanya betapa aku sangat menyayanginya, dan sebaik-baiknya kekasih yang pernah singgah di hati ku adalah dia.

Karena dia benar-benar wanita pintar, setia, dan bisa membimbing aku menjadi lebih baik.

Hampir 2 tahun aku tidak bersetubuh dengan perempuan, membuatku terbiasa berpacaran sehat. Dan itu terbukti setelah putus dari Asri aku mendapatkan wanita baik-baik, berjilbab, dan pintar.

Sebut saja Rani, dan dia merupakan orang ke 2 setelah Asri yang selama pacaran aku tidak berani menyentuhnya. Dia adik dari sahabat ku sebut saja Jawir, dan dia juga termasuk tetanggaku, namun jaraknya jauh. Tapi masih satu RT denganku.

Tiap hari aku bertemu dengannya, banyak hal yang aku sharing bersamanya. Dan kami sangat nyambung saat berbicara. Mungkin karena hoby kami tak berbeda jauh.

Ia kuliah jurusan farmasi dan aku telekomunikasi sungguh dua jurusan yang bertolak belakang.

Tapi justru itu yang membuat kami semakin akrab. Aku selalu bertanya tentang obat-obat dan dia selalu bertanya tentang gadget terbaru.

Wah pokoknya sangat menarik, bahkan saat aku sakit, dia lah yang mencarikan obatnya untukku. Betapa bahagianya aku saat itu. Dan saat aku jadian dengannya sungguh tidak ada wanita lain selain dia.

Kendalanya saat itu hanya di kakaknya atau sahabat ku. Jawir tidak begitu setuju kalau aku berhubungan dengan adiknya. Mungkin Jawir tau bejad nya diriku.

Tapi sungguh aku sudah berubah lebih baik saat itu. Aku tidak main wanita lain. Aku tidak selingkuh. Tapi tetap saja Jawir tidak setuju. Bahkan ia pernah mengatakan ingin pilih adiknya atau persahabatanku dengan Jawir.

Aku bingung menjawabnya. Aku begitu menyayangi Rani, di sisi lain Jawir sudah seperti kakak bagi ku.

Aku pun memilih Rani, dan Jawir pun memberi amanat agar aku selalu menjaga Rani, dan jangan membuatnya menangis. Semenjak kejadian itu aku dan Jawir jarang kumpul dengan teman-teman lainnya.

Intinya Jawir menjauhiku. Tapi tak apa lah aku masih bisa bahagia bersama Rani.

Rani yang ku sangka setia pada ku ternyata ia selingkuh dengan anak dari bosnya tempat ia magang. Suatu kejutan yang tak terduga. Awalnya aku merasa ada kesenggangan di hubungan kita.

Dan ku ajak Rani untuk bertemu sepulang kuliah. Aku sudah katakan padanya supaya dia tidak usah bawa motor. Agar pulangnya aku jemput di kampusnya.

Sesampainya di kampusnya Rani, segera aku sms dia bahwa aku sudah di kampusnya. Tapi tidak ada balasan darinya. Aku telepon juga tidak di angkat olehnya.

Malah ponselnya di matikan. Aku semakin curiga, kutunggu dia di depan pintu gerbang kampusnya, sambil mencarinya. Tapi tidak kulihat dia, untungnya aku kenal salah satu temannya Rani dan kutanyakan padanya, apakah Rani masih di kampus?

Dan katanya Rani masih di kampus, aku minta tolong pada temannya itu agar memberi tahu kalau aku ada di depan kampusnya.

Akhirnya Rani keluar. Dan lucunya dia bawa motor. Padahal aku sudah bilang untuk tidak bawa motor. Aku semakin jengkel dengan sikapnya.

Pas sudah ketemu dengan ku dia malah bilang “kamu jemput kok gak bilang”. Wah parah nih. Padahal pagi harinya aku sudah bilang. Dan anehnya lagi dia langsung ngajakin aku pulang.

Dengan motor masing-masing. Dia naik motornya kenceng banget. Aku di belakangnya menjaga jarak. Pas di jalan sepi, aku salip Rani dan ku suruh berhenti sebentar.

Aku bertanya padanya, “kamu kenapa sih??” Ehh..dia malah bilang, kalau mau ngobrol nanti aja dirumahnya. Kemudian dia jalan lagi.

Aku bersabar dan mengikutinya sampai di rumahnya. Aku duduk di teras depan rumahnya dan dia duduk di samping aku melepas sepatunya. Langsung dia masuk kedalam.

Langsung aja aku bilang aku mau liat semua ponsel nya. Tapi dia tetap masuk kedalam sambil berkata “sebentar ya. Mau pipis dulu”. Jangan lama-lama kata ku mulai emosi.

Karena tidak sabar aku pun masuk kedalam rumah dan mencarinya. Orang tuanya sedang kerja. Jadi hanya ada aku dan dia. Ku dapati dia baru selesai cuci muka.

Aku langsung meminta HP nya. Di keluarkan 2 hp dan 1 kartu sim. Langsung aku bawa ke teras depan untuk mengeceknya. Rani tidak ikut denganku keluar.

Bergetar tanganku saat kubuka hp nya, ada 1 nomor yang smsnya berisi kata-kata sayang. Aku baca semua isinya dari awal percakapan sampai yang terbaru.

Sungguh kebohongan yang menyakitkan. Aku catat nomornya dan aku segera masuk kedalam menemui Rani. Aku katakan padanya. “Makasih ya buat semuanya, kita sampai disini aja.

Biar aku yang mundur”.. masih jelas teringat kata-kata itu. Dia tidak berkata apa-apa, kemudian aku pulang.

Sakit banget dada aku saat itu, kecewa banget sama dia, bahkan gak kerasa aku menangis sampai di rumahku. Aku lihat lagi hp ku, dan ku cari nomor yang tadi sms an dengan rani, dan ku telepon orang itu.

Di situlah aku tau kalau laki-laki itu adalah anak dari bos tempat Rani magang. Ku katakan padanya. “Selamat ya. Lo udah berhasil ngerebut orang yang gw sayang”.

Dia tetap membantah kalau dia berhubungan dengan Rani, dia mengaku cuma sebatas teman curhat. Aku tidak akan percaya. Karena aku lihat bukti smsnya dengan mata ku sendiri.

Setelah kejadian itu Rani sering kerumahku. Tapi aku menolaknya, intinya aku sakit hati. Dan aku merasa sangat ingin membalas sakit ku ini pada keduanya.

Terlebih lagi akhirnya mereka berdua jadian. Waw sempurna sakit hatiku ini. Mungkin ini lah yang dinamakan karma atas perbuatanku dulu.

Namun karma bukan membuat ku sadar akan kesalahan ku, justru aku makin menjadi mencari pelampiasan sakit hatiku. Aku sempat dekat dengan seorang dancer cantik panggil saja Dewi.

Kalian tentu tau pergaulan dancer seperti apa dan perawatan tubuhnya seperti apa.

Aku dan dewi berkenalan lewat telepon nyasar. Hubungan kami berlanjut sampai akhirnya kami jadian. Baru 1 hari jadian kami sudah sampai petting, namun aku belum merasakan bersetubuh dengannya.

Hubungan kami pun kandas saat berumur 2 bulan. Tidak ada yang spesial hanya sebatas pelampiasan saja.

Selanjutnya mantan pacar sahabatku Bunga kupanggil dia kali ini. Dia imut sekali, dan cantik, yang paling menonjol itu payudaranya, kusebut dengan sebutan mangga.. karena bentuknya yang padat.

Aku kenal dia dari sahabat ku Joko, saat mereka masih pacaran Joko selalu bercerita betapa nikmatnya bersetubuh dengan Dewi, aku pun ikut membayangkan bila Joko bercerita.

Mereka berpisah 1 minggu kemudian aku jadian dengan Bunga, tentunya tanpa sepengetahuan Joko. Perlu di ketahui Dewi kuliah di satu universitas dengan aku dan Joko, tapi dia junior kami.

Dan apa bila ingin bertemu atau pulang kuliah bareng, itu terjadi setelah Joko pulang terlebih dahulu.

Aku pun membuat jadwal bersetubuh dengan Dewi yaitu sebulan 2x setelah mens dan sebelum mens. Hubunganku dengan Dewi diketahui Joko saat usia hubungan kami menginjak umur 7 bulan, Joko sempat marah, namun akhirnya dia bisa merelakan hubungan kami.

Aku semakin sayang dengan Bunga dan mulai sering main kerumahnya, restu dari orang tua Bunga pun sudah ku kantongi.

Bahkan saat Bunga sakit aku menjenguknya langsung ke kamarnya dan dengan penuh kasih sayang aku merawatnya. Entah setan dari mana Bunga tiba-tiba minta berhubungan. Mungkin saat itu aku sibuk dengan skripsi ku sehingga hampir 2 bulan aku tidak menyentuhnya.

Kami lakukan di kamar sedangkan ada orang tuanya di ruang tv. Aku pun sering mengajak Bunga nginep di villa daerah puncak. Dan orang tuanya juga mengijinkan.

Kendala hubungan kami ada di restu orang tua ku, karena perbedaan suku yang membuat orang tua ku kurang setuju. Namun aku tetep bersi keras untuk menjadikan bunga istri ku. Aku yakin orang tua ku lambat laun akan setuju.

Setelah lulus kuliah aku bekerja di daerah Cikampek, membuat hubungan ku dengan Bunga mesti tersendat. Kami saling berkomitmen untuk menjaga hati.

Saat ku pulang ke Jakarta ku sempatkan main kerumah Bunga. Sampai petaka itu datang. Saat suatu malam aku kerumah Bunga, tanpa sepengetahuan Bunga juga.

Aku temui ada muda mudi di depan rumahnya. Aku langsung masuk dan menemui Bunga. Saat itu di dalam rumah ada ibunya sedang nonton tv, dan Bunga sedang masak mi instan.

Keduanya kaget melihat kedatanganku. Bunga pun gugup. Setelah ngobrol sebentar. Bunga membawa mi instan masakannya keluar rumah memberikannya pada seorang laki-laki yang belakangan ku ketahui dia itu pacarnya Bunga.

Aku bertanya pada ibunya bunga siapa laki-laki itu. Ibunya cuma jawab. Itu cuma teman. Bunga pun tidak masuk lagi untuk menemuiku. Malahan ia pergi di bonceng pacarnya itu.

Parah banget dia ninggalin aku, yang bela-belain pulang kerja dari cikampek ke Jakarta malah seperti ini balasannya.

Aku tunggu Bunga pulang untuk mengakhiri kisah cinta kita. Kekecewaanku sudah maksimal, alasan apa pun yang di sampaikan ibunya tidak ku dengar.

Jelas saja, di depan mata saya dia memeluk pacarnya sambil pergi dengan menaiki motor.

Sudah hampir 2 jam aku menunggu bunga, tapi tidak kunjung pulang. Aku pun pamit pada ibunya. Biarlah ini tanpa penyelesaian.

Bunga pun menjelaskan tentang apa yang terjadi. Menurutnya aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku, dan jarang menemuinya. Padahal aku kerja buat nabung untuk pernikahan kami. Dia pun menyesal karena telah selingkuh.

Percuma bagiku, penghianatan itu begitu menyakitkan. Ini kah yang dirasakan oleh mantan-mantan ku dulu saat aku berselingkuh dengan wanita lain. Oh maaf kan aku.. maafkan kesalahanku.

Bunga akhirnya menikah dengan pacarnya itu. Tapi dia tidak 100% mencintai suaminya. Sebagian cintanya masih untukku. Aku pun sebenarnya masih sangat mencintainya meski ia telah berumah tangga.

Apa lagi mereka belum juga diberikan anak. Bunga selalu bercerita tentang kondisi rumah tangganya yang sangat sepi. Intinya ia ingin segera punya anak. Aku pun hanya bisa menjadi pendengarnya saja.

Saat ini aku menjalin hubungan dengan Febi, aku dan dia sangat bahagia meski belum dapat restu dari ayahnya Febi.

Kami saling terbuka dan bisa menerima masa lalu masing-masing, dia sudah tidak perawan dan aku pun jujur kalau aku sudah pernah tidur dengan mantanku.

Hubungan kami sudah seperti suami istri, sebulan sekali kami rutin berhubungan badan. Semakin jauh hubungan kami, semakin takut aku kehilangannya.

Masalah masa depan dan materi yang sampai sekarang ini menjadi kendala. Ayahnya febi seorang pegawai swasta tidak tetap, aku paham sekali niatan ayahnya ingin supaya Febi bisa hidup berkecukupan, tidak pusing memikirkan kebutuhan.

Tapi aku hanya karyawan harian, bukan karyawan tetap yang seperti ayahnya Febi inginkan.

Dengan umurku yang sudah 26th ini sangat sulit mencari pekerjaan yang lebih baik, ditambah lagi saat ini sistem kontrak sangat menjamur, bahkan dengan pengabdian 2 tahun saja belum tentu di angkat jadi karyawan tetap.

Tapi aku tetap bertahan dengan Febi, dia sudah begitu banyak berkorban buat hubungan kita, begitu juga aku, kebutuhan Febi aku cukupi semampuku.

Pernah Febi mengajakku untuk kawin lari, tapi aku menolaknya. Bagiku restu orang tua itu sangat penting, dan aku harus cari cara lain selain jadi karyawan tetap.

Sedikit demi sedikit gaji ku aku simpan, supaya kelak aku bisa membuka usaha kecil-kecilan. Semoga saja dengan seperti itu, ayahnya Febi bisa menerimaku.

Kadang aku pasrah dengan keadaan ku saat ini. Jujur kemungkinan ku nikah dengan Febi sangatlah kecil.

Kadang disaat aku sedang pusing memikirkan hubunganku dengan Febi, aku bertemu dengan mantanku Bunga yang saat ini telah menikah, tak jarang kami bernostalgia di sebuah hotel.

Namun setelah melakukan itu dengan Bunga ada perasaan bersalah pada Febi. Begitu juga dengan Rani mantanku, namun dengan Rani aku tidak berbuat apa-apa hanya sebatas jalan mengisi waktu luang.

Dan hanya Rani lah yang sampai saat ini berhubungan denganku, tentu saja tanpa sepengetahuan Febi. Sedangkan Bunga aku sudah tidak perduli lagi. Hilang begitu saja.

Maafkan aku Febi, aku sudah main hati dengan mantanku di belakangmu, tapi sayangku dan cintaku pada mu tidak tergantikan. Kamu tetap yang terbaik buat ku. Aku berharap Allah SWT menyadarkan orang tua mu, bahwa hidup itu bukan sebatas materi semata.

Dan semoga hubungan kita berlanjut ke pelaminan. Dan saat itu aku berjanji hanya dirimu lah yang ada dihatiku.

Untuk mantan-mantan ku, maafkan aku apa bila aku bersalah pada kalian, dan semoga kalian mendapatkan laki-laki yang lebih baik dariku.

3 Comments
  1. jimmy
  2. dyah
  3. bule

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *