Menu

Selamat Tinggal Cinta Pertamaku

Namaku Ril, aku seorang remaja berusia 21 tahun. Cerita yang ingin kutulis ini tentang mantan kekasihku yang sampai sekarang masih sangat aku cintai, namanya Lun. Lun adalah cinta pertamaku, dia setahun lebih muda dariku, kami pacaran sejak aku masih duduk di kelas 1 SMP. Hubungan itu berlanjut sampai kami lulus SMA.

cerita cinta pertama

Hubungan kami rusak karena terpisahkan oleh jarak. Orangtuaku tinggal di Manado dan aku harus pulang karena telah menyelesaikan sekolahku di Gorontalo.

Awalnya hubungan kami berjalan biasa saja, kami tetap saling mencintai dan bertahan dalam kondisi seperti itu. Tiap hari kami saling telepon dan sms.

Singkat cerita, setahunpun berlalu dalam keadaan seperti itu, sesekali aku datang ke Gorontalo untuk mengobati rasa rindu yang ada dalam hati.

Hari itu tepat tanggal 17 desember sehari sebelum ulang tahunku, aku datang ke Gorontalo, aku yang biasanya memberi tau Lun kalau akan datang, saat itu aku tak bilang karena pingin kasih kejutan buat Lun.

Namun setelah sampai di sana, betapa terkejutnya aku melihat Lun berpelukan mesra dengan seorang pria di depan rumahnya, tempat biasa kami menghabiskan sore bersama.

Aku hanya bisa diam, tubuhku bergetar, tulang-tulangku terasa tidak tersambung lagi dan air mataku mulai mengalir deras di pipiku. Aku terus memandang mereka dari kejauhan, tak lama kemudian pria itu pergi dan Lun pun masuk kedalam rumah.

Advertisement


Cerita curhat lainnya:

Perlahan-lahan aku berjalan ke tempat di mana kami selalu bersama-sama tiap harinya, entah kenapa Lun seperti merasa kehadiranku, dan Lun pun keluar, betapa terkejutnya dia.

Melihatku sedang bercucuran air mata, dia pun menyadari kalau aku telah melihat dia dengan pria itu. Dia memelukku begitu erat sambil mengucapkan maaf. Tak terasa kami terus berpelukan sampai jam 3 pagi.

Hari itu tepat hari ulang tahunku, aku mendapat hadiah yang begitu special dari pacarku. Aku yang begitu mencintainya memutuskan untuk tidak lagi meninggalkannya dan memilih menetap di Gorontalo. Aku meninggalkan kuliahku dan memutuskan untuk bekerja dengan bermodalkan ijazah SMK yang kumiliki.

Waktu begitu cepat berlalu dan akupun bekerja di salah satu departement store di Gorontalo. Namun Lun bukannya berubah, dia malah lebih menjadi-jadi, sesekali aku memergoki dia dengan pria lain. Tapi aku terlanjur dalam mencintainya dan tak bisa berbuat apa-apa.

Aku terus memberinya maaf atas perbuatannya, namun satu hal yang membuatku teramat sakit yaitu tentang keperawanannya, hubungan kami saat itu berumur hampir 7 tahun, tapi sekalipun aku tak pernah menyentuhnya.

Teman yang begitu dekat dengan Lun merasa iba kepadaku dan akhirnya menceritakan semuanya. Tentang bagaimana gaya berpacaran Luh yang kelewat bebas dengan pria-pria lain.

Aku begitu hancur, dan memutuskan pulang ke Manado untuk menenangkan diriku. Kami belum putus, aku tetap menerimanya kembali karena aku sangat-sangat mencintainya.

Namun malam itu dia menelpon dan mengatakan hal yang tak ingin kudengar. Lun memutuskan hubungan kami dengan alasan jarak. Tak sempat mengeluarkan kata-kata Lun langsung menutup telponnya.

Aku sekali lagi hanya terdiam dan menangis. Di mana Lun cinta pertamaku yang dulu ku kenal? Lun yang begitu sangat mencintaiku. Lun yang begitu polos kenapa tega memperlakukanku seperti ini?

Saat ini, kami telah terpisah selama setahun. Tapi aku belum bisa menghapus nama Lun dari dalam hatiku. Setiap hari aku lalui dengan begitu hampa, aku telah coba untuk melupakan semuanya, namun semua sia-sia.

Terakhir kudengar dia akan menikah. Aku hanya bisa berdo’a semoga dia bisa hidup bahagia dengan lelaki pilihannya itu.
***

Kirim cerita curhat anda disini

4 Comments
  1. widerin
  2. muham hakim haqiqi
  3. Eli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *