Aku Masih Mencintai Mantan Kekasihku

Sekitar 15 tahun yang lalu, aku menjalin asmara dengan seorang gadis, sebut saja dia IY, dia seorang gadis manis dan punya senyuman yang sangat menawan, dia tetanggaku sendiri satu RT, waktu itu umurku 19 tahun, baru menginjak bangku kuliah semester 2, sedangkan dia berumur 14 tahun, kira-kira masih kelas 2 SMP, hmmm.., mungkin banyak yang tidak habis pikir kenapa aku memilih cewek yang masih belia.

Cerita cinta menincati mantan

Yach, awalnya aku sendiri tidak percaya terhadap keputusanku. Aku beranikan diri untuk menyampaikan maksud baikku kepada orang tuanya kelak aku akan menikahinya. Alhamdulillah, orang tuanya mau menerima maksud baikku dan beliau berpesan untuk menjalin hubungan secara baik.

Hari demi hari aku lalui bersamanya, banyak kisah suka dan duka yang kami alami, setelah lama aku mengenalnya, sedikit demi sedikit aku mulai tahu sifat dan kebiasaannya. Cewek Libra, memang identik dengan cewek gaul, punya banyak teman, dan aktif. Seringkali aku dibuat cemburu olehnya karena teman laki-lakinya, tapi aku berusaha selalu mengalah dan sabar, karena aku berpikir dia masih muda, masih punya masa yang indah bersama teman-temannya, sering hubungan kami putus tapi sambung lagi, dengan masalah yang hampir sama, teman laki-laki.

Tapi rasa sayang dan cintaku telah menutupi rasa sakit hatiku karena cemburu.. iyaach.. aku memang sangat mencintainya, bersamanya membuatku bahagia. Hanya dia yang membuatku bisa tersenyum disaat sedih dan dia yang menghidupkan semangatku disaat putus asa.

Lima tahun kemudian kekasihku lulus SMA, dan dia memutuskan untuk bekerja daripada melanjutkan kuliah. Sebenarnya dalam hati kecilku tidak mengijinkan dia bekerja, karena jenjangnya masih panjang. Namun sekali lagi, karena aku sayang dia, keinginannya aku turuti. Dan akhirnya dia bekerja disalah satu perusahaan distributor mesin cuci tekenal.

Selama bekerja aku sering mengantarnya, suatu ketika aku mengantarnya bekerja dan disambut didepan kantor dengan managernya yang gagah dan tampan. Sesaat terbesit rasa was-was dalam hati jika suatu saat nanti managernya terpikat degan kekasihku, maklum kekasihku punya wajah yang menarik dan bertubuh seksi.

Semenjak bekerja perangainya mulai berubah, mudah tersinggung dan cepat marah, mungkin karena alasan capek ketika kerja. Tapi hatiku mulai gundah, apalagi ketika dia minta ijin untuk luar kota selama satu bulan di Pekalongan, aku tidak mengijinkan tetapi apalah arti keputusanku bila orang tuanya ternyata mengijinkan Akhirnya demi dia yang aku cintai, akupun mengijinkannya.

Selama dia di Pekalongan, komunikasi kami tidaklah lancar. waktu itu aku tidak punya ponsel yang bisa dihubungi. Dia minta untuk memakai telpon tetanggaku utuk komunikasi, katanya dia yang akan membayar beban telpon. Tapi aku merasa merepotkan tetanggaku dan akhirnya aku memilih menunggu kedatangannya sepulang dari luar kota.

Dan akhirnya setelah satu bulan dia pulang, bahagianya bukan main mendengar kedatangannya.bagai pungguk merindukan bulan..iya…aku kangen sekali padanya., akhirnya aku memutuskan untuk kerumahnya yg tidak jauh dr rumahku.Tapi harapanku untuk bisa melihat keceriaannya sirna sudah, dia marah besar padaku..

Setelah beberapa hari dia minta putus hubungan, dengan tanpa alasan yang jelas. Aku kaget, apa yang salah denganku, aku yang selama ini merindukan kedatangannya tiba-tiba harus mendengar kata putus darinya, dia sudah tidak mau lagi melanjutkan hubungan denganku.

Tapi apapun keputusannya, aku hargai karena aku sangat sayang padanya, aku hanya berpikir mungkin saat itu dia masih capek. Lain hari aku datangi rumahnya lagi tapi tetap saja dia bersikukuh ingin putus denganku. Ada Apa ini… pikirku. Dengan perasaan luka yang mendalam akhirnya aku terima keputusannya. Dengan filosofi, Jika jodoh, Allah pasti akan mempertemukan lagi denganku.

Ternyata yang aku khawatirkan dulu benar, Ketika sudah tidak lagi berhubungan denganku, dia sering dikunjungi managernya. “Inikah alasannya?” gumamku, semakin sedih melihat dia bersama orang lain, apalagi aku harus melihat dengan kepala sendiri karena rumahku sangat dekat dengannya. Yach, aku menyadari apalah yang bisa diharapkan dari laki-laki pengangguran berstatus mahasiswa ini dibandingkan dengan “laki-laki itu.

Tahun 2002 akhirnya dia menikah, dia resmi menjadi mantan kekasihku. Ya Allah, doaku untuknya bahagiakan dia dengan suaminya ya Allah. Jadikanlah keluarga yang engkau ridhoi. Berat rasanya hidup ini, rasanya seperti putus asa. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Ingin aku meninggalkan rumah tapi aku tidak tega melihat orang tuaku yang sering sakit-sakitan.

Selama 4 tahun aku berada dirumah merawat orang tuaku sebelum akhirnya mereka meninggal. Kini aku tidak ada tempat untuk bersandar. Kekasihku yang aku cintai dan kedua Orang tuaku meninggalkanku tapi aku yakin pasti ada hikmah dibalik semua ini.

Hari hari aku masih selalu mengingatnya. Ya Allah aku benar-benar tidak bisa melupakan dia, sampai kapan rasa ini akan berakhir. Aku mencoba berbagai cara untuk melupakan dia dari hal yang baik sampai hal yang terburuk sekalipun. Tapi tetap tidak bisa. Rasanya seperti tidak adil, kenapa aku masih mencintainya sedangkan dia sudah bahagia bersama orang lain.

Ada yang menyarankan agar aku segera menikah, Setelah aku bekerja akhirnya aku ketemu jodohku dan menikah ditahun 2007 dan Alhamdulillah aku dikaruniai 2 orang anak laki2-laki yang lucu. Aku menyanyangi istri dan anak-anakku, tetapi tetap saja bayang-bayang masa laluku menyelimutiku. Apa yang terjadi denganku?

Beberapa tahun kemudian, aku mendengar dia sedang ada masalah dengan suaminya, suaminya terkena masalah pidana hingga masuk tahanan, aku ikut prihatin. Aku mencoba mencari kabar mantan kekasihku itu. Akhirnya aku temukan dia melalui akun facebook, aku mencoba masuk ke akunnya dengan memakai inisial berbeda. Dan dia tahu jika itu aku. Akhirnya akupun berkomunikasi lagi dengannya, baru aku tahu bahwa ternyata dia sudah bercerai dengan suaminya.

Diapun meminta maaf apa yang telah diperbuat kepadaku dimasa lalu dan bercerita bahwa kehidupan rumah tangganya tidaklah bahagia meskipun dikaruniai 2 orang anak. Dia katakan masih mencintaiku seperti dulu, aku hanya diam menahan rasa yang sama. Tapi lama kelamaan aku tidak kuat menahan rasa itu, bahwa sesungguhnya aku juga masih menyayanginya, maafkan aku istriku, aku tidak bermaksud menghianatimu, tapi jauh dilubuk hatiku ada orang lain yang lebih dulu singgah di hati dan tidak mau pergi dari hatiku. Aku tidak ingin meninggalkan keluarga yang aku sayangi, tapi aku juga tidak ingin kehilangan dia lagi seperti dulu.

Akhirnya akupun berhubungan lagi dengan dia meski sering hanya melalui telpon dan sms atau via facebook. Aku bahagia sekali, sama seperti dulu, seolah aku kembali ke masa lalu. Aku hibur dia disaat kesendiriannya, aku berikan semangat batin kepadanya. Aku tidak tahu sampai kapan ini berakhir, tapi aku tidak ingin berakhir. Dan aku mensyukuri kehadirannya, karena AKU MASIH MENCINTAINYA.

***

Seperti diceritakan kawan Irpa kepada redaksi ceritacurhat.com. Kirim cerita dan pengalaman hidup anda disini.

Istriku Kabur Dari Rumah Karena Pria Idaman Lain

Dear pembaca,, Aku adalah seorang pria yang memilih menikah muda, aku menikahi pacarku saat usia kami baru 22 tahun. Aku sendiri saat itu masih duduk di bangku kuliah semester empat. Istriku adalah cinta pertamaku, aku tidak ingin dia meninggalkanku dan berpacaran dengan pria lain. Ketika dia kuajak menikah, dia mau saja.

istri kabur dari rumahDi awal pernikahan, masalah rumah tangga kami yang paling mengganggu adalah hubunganku dengan mertua. Memang mertuaku tidak merestui pernikahan ini, tapi dengan semangat dan kegigihanku aku bisa menunjukkan kepada mereka bahwa aku bisa bertanggung jawab terhadap anak dan cucu mereka nantinya. Jadi aku bekerja sambil kuliah di sebuah Universitas Teknik terkenal di Indonesia.

Tujuh tahun kuliah, akhirnya aku bisa sarjana. Saat itu aku sudah memiliki seorang anak berusia 4 tahun. Sayangnya ketika Indonesia sedang krismon tahun 1997, ekonomi rumah tanggaku ikut-ikutan krisis. Bukan hanya itu, hubunganku dengan istriku ikut juga terganggu, apalagi ada pria idaman lain (pil) yang turut memperkeruh suasana.

Sebenarnya istriku adalah tipe istri yang setia dan penyayang. Tetapi keadaan ekonomi bisa membuat orang goyah. Apalagi saat itu aku juga tengah digoda oleh seorang wanita, yang sebenar-benarnya tidak ada hubungan apa-apa denganku. Dan bahkan sudah kutolak walau secara halus.

Beberapa teman wanita di kantor, teman kerja, relasi, pokoknya siapapun yang dekat denganku selalu memicu pertengkaran. Istriku terlalu sensitif dan cemburu berlebihan terhadapku, ditambah dengan kompor dari seseorang yang dia anggap sebagai kakaknya, yang pada akhirnya istriku sendiri sadar bahwa lelaki ini hanya ingin memiliki dia dan memperpanas hubungan asmara kami agar dia bisa dekat dengan istriku.

Aku sering meyakinkan dia bahwa bagiku Istriku hanya dia semata, cintaku hanya dia seorang. Sembari aku berintrospeksi dan memperbaiki cara bergaulku yang membuat dia marah. Namun itu semua sia sia.

Pada saat asmara kami retak, sebelum istriku menyadari jebakan lelaki ini, dia sering kabur dari rumah dan meninggalkan anak kami sendirian di rumah. Istriku tinggal bersama saudara lelaki ini, yang akhirnya terbongkar juga bahwa lelaki ini sudah memiliki istri. Keluarga dan orang tua istriku sendiri sudah sering menasehatinya bahwa lelaki itu bukan orang baik dan tindakannya pergi dari rumah bukan hal yang benar. Tetapi entah mengapa semua nasehat ini tidak pernah dia dengar. Bahkan lelaki bangsat ini berperilaku seolah dia malaikat dan pelindung bagi istrku. Bersama adik iparku, aku sering keluar rumah malam-malam hanya untuk mencari ke mana istriku kabur.

Sejak saat itulah aku mengenal dunia malam. Dunia yang aku hindari pada saat jaman mahasiswa dulu. Bukan untuk dugem tapi untuk mencari keberadaan istriku. Aku sangat takut terjadi apa apa dengannya. Karena aku anggap istriku sedang dibuat tidak sadar oleh lelaki ini. Bahkan aku pernah berantem fisik dengan lelaki ini, yang anehnya justru dilindungi oleh istriku dengan pasang badan pada saat aku mau pukul dia. Pernah suatu saat aku tertidur hingga pagi di kursi di dalam club malam karena kecapekan mencari istriku dan tidak berani pulang karena kuatir mertua tahu. Paginya aku langsung ngantor sambil terkantuk kantuk.

Dalam kegundahanku aku pernah diajak manajerku dugem untuk melupakan masalahku. Saat inilah setan merasukiku, lewat ajakan manajerku aku menelan pil koplo bahkan aku diajak menemani wanita panggilannya pada saat dinas luar kota. Sekuat tenaga aku menolaknya, sekuat tenaga pula setan itu mencekoki aku. Aku tidak pernah tenang bekerja bahkan pada saat dinas luar kota. Aku tidak bisa tidur mengingat di mana gerangan istriku di malam saat aku tidak di rumah. Aku seperti orang gila. Saat itulah manajerku bermaksud menghiburku, selalu mengajakku dugem dan bergembira. Akhirnya aku tak kuasa menghadapi setan.

Aku terjerembab dalam pil setan, beruntungnya aku tidak begitu maniak dengan sex liar. Aku masih mengharapkan sex dari istriku. Pada saat-saat kritis ini ada beberapa wanita mendekati aku, mereka tahu masalahku, mereka simpati. Bahkan seolah pasrah menawarkan mendampingiku. Tapi aku sadar, bahwa mertuaku sangat mendambakan ketabahanku menghadapi ulah putrinya. Aku sadar dulu pernah berujar akan membahagiakan anak dan cucunya. Aku tolak semuanya dengan halus dan meninggalkan mereka dengan kekecewaan. Tuhan, maafkan hambaMu ini.

Keadaan semakin memburuk, baik di rumah maupun di kantor. Aku tidak tahan selalu sedih melihat putriku yang berangkat sekolah SD sendiri tanpa mamanya. Aku tidak tahan lagi menasehati istriku dan keluyuran setiap malam malam mencari dia kalau kabur. Di kantor aku juga tidak tahan dengan ajakan bos aku untuk happy-happy.

Pada saat itu aku memutuskan resign dari perusahaan, dan bekerja jauh dari rumah. Jauh dari semuanya. Alhamdulillah aku dikirim ke Jepang 1 tahun lebih dan akan ada ikatan dinas 5 tahun di grup perusahaannya di Indonesia. Dengan berurai air mata aku meninggalkan anak semata wayangku, bapak ibuku dan mertuaku yang menyayangiku. Maafkan aku semuanya, aku harus pergi jauh, semoga bisa membawa banyak perubahan, pada ekonomi keluargaku, rumah tanggaku dan karirku. Aku tetap mencintai istriku dan berdoa semoga sepulangku dari Jepang nanti semua akan kembali normal, atau setidaknya gelas yang sudah pecah itu bisa aku rekatkan kembali.

Itu adalah kisahku 14 tahun yang lalu. Semoga para pembaca dan saya sendiri bisa mengambil hikmah dari semua cerita nyata ini. Masih ada cerita menarik sepulangku dari Jepang hingga saat ini. Apabila ada waktu aku akan tuliskan lagi untuk berbagi ceritadengan para pembaca. Mohon maaf bagi yang kurang berkenan atas tulisan ini dan selamat malam, sampai jumpa.

Seperti yang diceritakan saudara Doni kepada redakasi ceritacurhat.com. Punya kisah atau pengalaman hidup untuk dibagi ke pembaca lain? tulis dan kirim tulisan anda disini.

Kekasihku Menikah Dengan Pria Lain

Singkat cerita, bulan Oktober kemarin aku berencana melamar cewekku. Sebelum melamarnya aku tanyakan terlebih dahulu apa dia punya keinginan yang sama. Cewekku jawab “ya”. Setelah itu aku mulai mempersiapkan acara lamaran termasuk memberi tahu orang tuaku.

pacar menikahSatu minggu sebelum aku melamar, tiba-tiba cewekku bilang dia belum siap menikah. Entah kenapa dia berkata seperti itu, aku sangat sedih dan merasa dipermainkan. Akhirnya kuputuskan berpisah dan meninggalkannya. Pikiranku saat itu adalah mencari wanita lain untuk kujadikan istri. Aku merasa sangat kecewa dengannya.

Yang membuatku semakin sakit hati adalah, dua hari setelah itu, aku mendapat kabar yang menyesakkan dadaku. Dia menelepon dan mengabariku kalau minggu depan dia akan menikah dan dia minta doa restu dariku. Alangkah sakit hatiku mendengarnya, aku betul-betul memutuskan untuk jauh-jauh darinya. Sampai akhirnya di awal Desember dia melangsungkan pernikahannya dengan lelaki lain. Alangkah hancur hatiku saat itu.

Aku mencoba tegar dan terus menjalani hidup tanpa dia, namun entah mengapa, minggu kemarin dia mencari-cari diriku, aku tahu itu dari adikku yang dia hubungi lewat sms dan bbm. Dia sudah istri orang lain, tentu aku harus jaga jarak, apalagi semua orang tahu kita pernah berpacaran lama. Jadi ku putuskan tidak menghiraukan komunikasi yang coba dia bangun lagi denganku.

Aku kekeuh gak mau kenal dia lagi, meskipun jauh dilubuk hatiku selalu ada rasa yang menginginkan dia, yang merasa sakit jika mengingat dia telah menikah dengan pria lain. Tidak bisa kupungkiri aku masih sayang dia.

Sampai suatu hari, karena tidak tahan dengan perasaan sendiri, kuputuskan menghubunginya, aku juga penasaran mengapa dia terus mencari informasi tentangku.. dan ternyata yang terjadi tidak seperti yang kubayangkan. Setelah berbincang-bincang dengannya, aku tahu kalau dia baru keluar dari rumah sakit karena percobaan bunuh diri. Ternyata pernikahan itu adalah kemauan orang tuanya.

Aku heran jaman seperti ini masih ada Siti Nurbaya… dia pun menceritakan semuanya. Sekarang dia ingin cerai dari suaminya. Pernikahan yang seumur jagung itu harus dia akhiri karena dia tidak mencintai suaminya dan tidak merasa bahagia dengan pernikahannya.

Sekarang… entahlah.. tapi aku berharap dia kembali padaku setelah dia cerai nanti. Apakah aku salah bila memiliki rasa itu? dan apa salah bila dia juga mengatakan kalau dia masih sayang sama aku… dan cuma aku yang bisa bikin dia bahagia? apa yang harus aku lakukan sekarang, aku bener-benar bingung, di satu sisi aku sayang banget sama dia, di sisi lain aku belum yakin sepenuhnya dengan apa yang dia katakan, mohon pendapatnya teman-teman pembaca.
***

Seperti yang diceritakan kawan Iyas kepada redaksi ceritacurhat.com. Punya pengalaman atau cerita hidup yang menarik untuk di share ke pembaca yang lain? tulis dan kirim cerita anda disini.

Aku Benci Masa Lalu Suamiku

Sebut saja namaku Ena, aku menikah dengan seorang warga Taiwan yang menetap di Jakarta. Aku sangat mencintainya dan begitu juga dia, aku rasakan sangat besar cinta dan perhatiannya kepadaku. Tapi aku masih selalu dibayangi oleh masa lalu suamiku, kadang aku tidak tenang jika memikirkannya.

masa lalu suamiSaat awal kami pacaran dulu, dia tidak berani bercerita tentang hidupnya yang dulu kepadaku. Setelah satu tahun pacaran dia baru terbuka dan bercerita bahwa dia berstatus duda. Sebelum bersamaku dia telah menikah dan bercerai dua kali, sekarang dia punya empat anak dari istri-istrinya itu.

Aku benar-benar terkejut mendengarnya tapi semua sudah terlanjut apalagi kami sudah merencanakan pernikahan. Aku pikir aku bisa menerimanya, apalagi anak-anaknya ikut mantan istrinya, dia juga sudah menyiapkan tabungan buat aku dan anak kami kelak. Intinya aku merasa aman secara finansial tapi aku masih ragu dan kadang cemburu, karena dia masih berhubungan dengan anak-anaknya melalui Facebook. Setiap imlek aku juga harus berkumpul dengan anak-anaknya di rumah mertuaku, itu cara wajib warga China merayakan tahun baru.

Anak tertuanya sekarang berusia 24 tahun, seumur denganku. Di acara seperti itu  yang seharusnya semua orang bergembira, menjadi sangat membosankan bagiku, tapi ini adalah jalan yang kupilih. Terkadang aku harus menyimpan cemburu dan berbesar hati cinta suamiku terbagi untuk mereka. Aku harus dewasa, mereka ada sebelum aku mengenal suamiku, kewajiban seorang ayah adalah memberi perhatian kepada anaknya, tapi meski menyadari itu terkadang aku merasa sakit kalau melihatnya.

Apa yang harus kulakukan untuk membuang rasa cemburu ini pada anak-anaknya? egois adalah sifat manusia, dalam hati aku selalu berharap cintanya hanya untukku dan anakku, tapi dibalik semuanya aku tahu dia seorang suami dan ayah yang baik.
**

Punya cerita curhat untuk dibagi ke pembaca? kirim tulisan anda disini.

Aku Anak Yang Tak Diharapkan

Pernahkah kalian sadari betapa beruntungnya hidup yang kalian jalani? kalian mesti mensukurinya karena tidak menjalani hidup seberat hidupku saat ini. Aku berusia 20 tahun dan dibesarkan dari sebuah keluarga yang sangat kolot, yang hanya mengidamkan anak lelaki karena menurut mereka anak perempuan tak banyak berguna untuk meneruskan usaha keluarga ku.

cerita anak tak diharapkanTahun-tahun ku jalani hidup bagai seorang pembantu, di caci maki oleh ortu dan saudara-saudara lelaki (aku anak perempuan satu-satunya). Semua pekerjaan rumah aku kerjakan tanpa terkecuali tapi mereka selalu merasa belum puas jika belum mengada-ada masalah untuk dapat memakiku setiap hari.

Aku merasa muak, bosan, benci pada mereka. Percayalah bahwa semua orang menganggap kami keluarga terpandang dan harmonis, tapi tidak bagiku. Yang mereka inginkan hanyalah kesempurnaan dariku tanpa mempedulikan aku seutuhnya.

Sejak duduk di bangku sekolah aku memang telah berhasil memuaskan mereka dengan menyodorkan predikat tertinggi di sekolah, hal itu lah yang menunda mereka sejenak untuk tak menyiksa batin ku. Tapi setelah itu ? sejak kecil mungkin karena merasa tak pernah dianggap dan dipedulikan, aku mencoba memenuhi kebutuhanku sendiri, berdagang barang ke teman-teman,apa yang ku pakai dari ujung kepala hingga kaki adalah hasil kerjaku sendiri, mereka pun tak pernah sekalipun mengurus SPP sekolahku, beda dengan kakak dan adik ku yang sangat dipenuhi apapun permintaan dan kebutuhannya.

Baca cerita menarik lainnya: Aku Diperkosa Kekasihku Sendiri

Aku selalu memendam kesedihanku sendiri, aku tak pernah bisa terbuka pada mereka terhadap semua masalah yang ku hadapi, aku tertekan dan berusaha mencari penyelesaian sendiri. Hingga suatu pagi di kamar mandi, aku berdarah, yaa, mulutku mengeluarkan banyak darah, kusadari penyakit ku semasa kecil semakin parah dan beginilah jadinya, tiap pagi aku terus mengeluarkan darah dan semakin banyak, aku mulai jatuh sakit, tapi mereka tetap menyiksaku dan malah menyalahkanku, sungguh remuk rasanya menangis setahun penuh pun tak akan bisa mengembalikan kekecewaanku selama ini.

Untungnya aku masih memiliki seorang malaikat yang sangat mencintaiku dan selalu berusaha membuatku bahagia. dialah yang mempedulikan kesehatanku dengan membawa ku aktif check up ke dokter. Dan suatu pagi, tak sengaja mama memergoki ku saat kembali memuntahkan darah, kulihat dari sorot matanya begitu terkejut.

Baru kali ini aku melihatnya menangis tersedu-sedu seumur hidupku. tapi sudah terlambat, sakitku hanya tinggal menunggu waktu, kenapa baru mempedulikan aku setelah aku terbaring? tapi apapun yang terjadi, aku sangat menyayangimu mama, papa, dan kakak – kakak ku serta adik ku, meski kalian tak pernah menyadari betapa sakitnya hatiku kau lukai.
***
Seperti yang diceritakan saudari Nia ke redaksi ceritacurhat.com. Punya kisah hidup dan ingin berbagi ke pembaca yang lain? kirim cerita anda disini.