Menu

Akibat Menikah Siri Hidupku Menderita

Berstatus sebagai istri siri membuatku tidak punya kemampuan apa-apa terhadap suamiku. Pilihan nikah siri dengannya mungkin adalah keputusan terburuk yang pernah aku lakukan.

Menderita karena menikah siri

Menderita karena menikah siri

Sebut saja namaku Sisi. Baru beberapa bulan aku berpacaran dengan Dio tapi hubungan kami sudah sangat dekat.

Apalagi dengan adanya dukungan dari keluarga kami membuat kami kami semakin nekat dan semakin jauh hingga akhirnya aku hamil.

Mengetahui aku hamil, Dio bukannya bertanggung jawab tapi malah memukuliku dan minta aku melakukan aborsi.

Lebih parah lagi Dio datang ke tempatku dengan seorang wanita yang dia sebut sebagai pacar barunya yang ternyata janda yang lebih tua dan telah beranak dua.

Mengetahui kabar kehamilanku orang tua Dio senang, beliau segera melamarku dan menikahkanku dengan Dio di kotaku. Pernikahanku dengan Dio berlangsung secara siri karena Dio masih dalam proses cerai dengan istri pertamanya.

Tapi setelah kami menikah Dio berubah drastis, hubungannya dengan janda tua itu terus berlanjut bahkan semakin dekat, sampai suatu hari aku mendengar kabar Dio menikahi janda tua itu tanpa sepengetahuanku dan orang tuanya.

Advertisement


Dio benar-benar meninggalkanku saat usia kandunganku menginjak 5 bulan, dia berkhianat ketika aku hamil muda. Bahkan malam sebelum aku melahirkan aku sengaja menghubunginya, tapi malah si janda tua itu yang mengangkat telponku.

Aku dimaki-maki habis-habisan olehnya, di bilang mengganggu suami orang, padahal nyata-nyata dia tau kalau aku istrinya Dio.

Akhirnya aku melahirkan seorang bayi laki-laki tampan yang sangat mirip dengan Dio tanpa Dio ada di sisi aku. Hanya orang tua dan saudara-saudara Dio yang menungguku saat aku melahirkan.

Mereka begitu menyayangiku dan merawatku sepenuh hati. Begitu berbanding terbalik dengan Dio yang menelantarkan aku. Mungkin ini dosa yang kutanggung karena telah nikah siri tanpa status hukum yang jelas.

Baca juga: Aku Berdosa.. Mencintai Kakak Ipar

Dio kembali kerumah saat putra kami berusia 3 hari. Ternyata Dio bertengkar dengan si janda tua dan di usir dari sana. Hidupku terasa lengkap dengan lahirnya putra kami dan kembalinya Dio, walaupun Dio tak kunjung mengesahkan pernikahan kami secara hukum.

Waktu berlalu begitu cepat sampai putraku Kenzo berumur 4 bulan. Tanpa sengaja aku menemukan pesan cinta dari si janda tua di ponsel milik Dio. Ternyata selama ini mereka masih berhubungan. Dio marah besar kepadaku karena dia anggap aku lancang ngebuka ponselnya.

Dio kalap, tidak memperdulikan teriakan ibunya yang menangis melihatku di pukuli olehnya. Dio terus saja memukuliku, menendangku sampai akhirnya aku pingsan. Dan semenjak kejadian malam itu, Dio pergi dan tak pernah kembali.

Nikah siri membuat posisiku sulit karena pernikahan kami tidak tercatat di Kantor Urusan Agama sehingga aku kesulitan menuntut hak-hakku sebagai istri.

Akhirnya aku memutuskan keluar dari rumah orang tua Dio. Aku mengontrak rumah dan membawa Kenzo bersamaku, aku meminta ibuku menemaniku agar aku bisa bekerja. Aku berharap bisa memulai hidup baru dengan putraku.

Tapi suatu hari, ketenanganku terusik. Janda tua yang telah di nikahi Dio mengirimkan foto dio memeluk seorang bayi yang ternyata anak Dio dan janda tua itu.

Aku tidak tau apa maksud janda itu mengirim foto itu kepadaku, apa kiranya belum cukup mereka menghancurkan hidupku dan anakku.

Hatiku sakit, hancur berkeping-keping, tapi aku berusaha kuat demi anak semata wayangku. Putraku yang tak berdosa, yang di sia-siakan oleh ayahnya sendiri.

***

Seperti dikisahkan kawan Sisi ke redaksi ceritacurhat.com. Tulis dan kirim cerita anda disini.

2 Comments
  1. alina
  2. Pussy cat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *