Menu

Mencintai Teman Sekantor

Kenalkan namaku Andre, aku bekerja disebuah perusahaan di Lampung. Aku menginjak kota Lampung pada tahun 2004 yang lalu, dan menikah pada tahun 2007, sekarang aku memiliki dua putra dan seorang putri.

Mencintai teman sekantorTahun 2010 perusahaan yang aku kelola tutup dikarenakan ada masalah dengan kedutaan. Singkat cerita aku pindah ke Jakarta sampai tahun 2012.

Bulan Februari aku balik lagi ke Lampung dan mengelola perusaahan yang dulu bangkrut sampai akhirnya bangkit lagi.

Segala pekerjaan di kantor kujalani biasa aja sampai ketika bulan Maret tiba, aku mengenal seorang wanita teman kerja.

Namanya Permatasari, dia juga sudah berkeluarga dan sudah punya anak satu. Perkenalan kami biasa-biasa saja seperti layaknya teman kerja, hubungan kami profesional.

Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, aku merasa ada yang berbeda dalam perasaanku. Aku merasa senang jika dekat dengannya.

Aku berusaha merayunya melalui hendphone atau sms. Aku masih ingat kata-kata pertamaku ketika merayu dia, aku bilang kamu anak siapa sih kok sempurna banget, baik dan cantik lagi.

Terus dia jawab ih biasa aja, lebay kata dia. Selang 3 hari kemudian aku sudah tidak bisa membendung semua perasaanku kepadanya dan tidak mungkin juga aku bertahan dengan semua perasaanku yang begini.

Advertisement


Akhirnya aku beranikan diri dikantor untuk bicara empat mata dan jujur ama dia secara langsung akan tetapi dia hanya bilang aneh.

Setelah perbincangan itu hubungan kami semakin dekat, kita saling smsan dan saling memberi perhatian, akan tetapi status kejelasan hubungan kami belum pasti, tapi perhatiannya membuatku semakin semangat bekerja.

Waktu terus berjalan, hubungan kami semakin dekat, kabahagiaan begitu tampak dalam, kita sama-sama paham dengan status kita masing-masing.

Cerita menarik lainnya: Kebohongan Suamiku Kubalas Dengan Perselingkuhan

Pas pada hari sabtu tgl 21 Maret 2012 kita jalan-jalan ke kota di bandar Lampung dan kita masuk room karaoke bareng teman-teman. Betapa bahagianya kita semua, bahagia banget, di mobilpun perasaan jadi plong, beban pekerjaan dan stres hilang semua.

Aku mengantarnya pulang ke rumahnya dan aku sendiri sampe di rumahku jam 10 malam. Karena kecapean aku tertidur pulas dan sampai lupa menjalankan kewajibanku sholat malam dan baru sholat setelah subuh.

Setelah sholat subuh, aku tidur lagi dan bermimpi hubungan kami berdua diketahui suaminya, aku kaget dan bangun dari tidur dengan perasaan kaget luar biasa.

Minggu pagi aku bbm-an sama dia nanya kabar dia, terus dia bilang kalau dia tidak bisa kerja lagi di kantor. Aku kaget dan sedih mendengarnya.

Dia menjawab alasannya karena tidak diperbolehkan lagi sama suaminya dikarenakan waktu malam minggu kita pulang malam sehingga anak dia tidak diurus katanya.

Ia apa boleh buat semua nya memang sudah takdirku, aku harus lebih sadar dengan semua yang ada pada diri kita masing-masing yang sudah berkeluarga.

Hari senin seperti biasa aku berangkat bekerja dan mengingat-ingat kenanganku bersamanya. Sedih banget, aku bertanya pada diriku sendiri apakah ini yang dinamakan cinta terlarang yang memang harus siap menerima resiko yang akan kita hadapi.

Kami masih berhubungan melalui Bbm dan sms, kesedihan kita berdua saling kami tuangkan melalui chating. Pas senin siang dia datang ke kantor dan mau pamitan ke semua teman yang lain. Kami duduk berdua seperti mengenang kenangan yang lalu.

Sempat terbesit dipikiranku mungkin lebih baik jika aku kembali lagi ke Jakarta, biar perasaan yang aku alami ini hilang dan tidak ada lagi kenangan yang akan aku ingat-ingat, akan tetapi semuanya tidak mungkin.

Sampai saat ini kami masih tetap berkomunikasi, akan tetapi waktu untuk bertemu dan saling mengisi hati kita berdua tidak ada lagi, dia sibuk sebagai pegawai negeri.

Perasaanku semakin sedih jika aku mengingat dia saat aku dikantor, semua rasanya hampa tanpa dia, apakah aku bisa melupakan semua kenangan bersamanya yang penuh arti dan begitu membuatku bahagia selama ini, meskipun itu hanya satu bulan lamanya.

Demikian ceritaku yang mencintai teman sekantor, apakah diantara pembaca ceritacurhat.com ada yang mengalami kisah yang sama denganku?
**

Punya cerita curhat untuk dibagi ke pembaca? kirim tulisan anda disini.

8 Comments
  1. Syregar
  2. Jim
  3. setan sesat
  4. jeng sus
  5. resoles
  6. yoga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *