Berat awalnya, saat kandunganku memasuki usia enam bulan suamiku yang bekerja diluar kota mendadak tidak pulang.. hp tidak aktif,, sebelumnya kami tidak mempunyai masalah, karena bagi saya tidak menyenangkan rumah tangga yang baru diarungi, dengan jarak jauh harus dilalui dengan perselisihan.
Setelah 48 jam saya tunggu tanpa makan,minum, tidur dan hanya berlinangan air mata disudut ruangan, akhirnya dia datang dengan muka penuh amarah, ternyata dia datang untuk mengambil semua barang-barangnya.
Saya berusaha meminta penjelasan, dia malah mendorong saya hingga saya terpental dan membentur pintu. Demi Allah saat itu saya tidak merasakan sakit tapi hati saya mendadak marah karena dia mendorong saya padahal saya sedang mengandung anak kami.
Akhirnya saya tidak berdaya mencegah, malam itu juga dengan kesadaran penuh dan kenekatan hati saya kumpulkan tenaga dan kekuatan hati untuk mengetahui apa yg sebenarnya terjadi.
Ternyata….. dia mempunyai selingkuhan dan perempuan itulah yang mengambil semua kebahagian anak saya…Ya Allah.. haruskah anak ini mengalami ujian padahal dia belum melihat dunia… kecewa, hanya itu yang bisa saya ungkapkan.
Selama ini saya selalu mengalah, menutupi semua kekurangannya dimata keluarga,, memenuhi semua keperluannya sejak dia kuliah sampai dia bekerja.. inikah balasannya pada saya?
Dimana otak hati dan perasaannya.. saya tidak rela dia memperlakukan anak saya seperti ini,, sulit dan amat berat beban ini.. semula saya masih menyalahkan Allah, waktu berganti saya mulai berpikir buat apa saya terus berselimut kesedihan.
Saya akan memperoleh anugrah terindah dari Allah, saya harus bangkit dari keterpurukan, saya akan membuktikan pada mereka yg telah menyakiti saya bahwa saya mampu berdiri dan kedua tangan saya bisa menghasilkan sesuatu yang halal untuk memberi nafkah pada anak saya nanti.
Untunglah setelah menikah saya masih berstatus karyawan, jadi saya tidak terlalu merisaukan masalah ekonomi dan keluarga saya pun termasuk keluarga yang mampu secara ekonomi,,tapi niat dan tekad saya sudah bulat bahwa darah yang mengalir pada anak saya berasal dari titik peluh ibunya.
Setelah anak saya lahir saya mulai bangkit dan menata diri, saya tidak perduli dengan omongan orang karena segala sesuatu yang saya hasilkan dan lakukan tidak pernah melenceng dari agama dan norma di masyarakat. Subhanallah.. saat bayi mungil itu menatap dunia ini saya bisikan sesuatu “kamu harus menjadi laki-laki yang membawa kebahagiaan bagi orang banyak dan menjadi teladan untuk menuntun orang-orang disekitarmu kepada kebaikan dunia dan akhirat..
Sekarang anak saya berumur 2 tahun dan alhamdulillah perkembangan fisik dan mentalnya luar biasa dan tingkat intelegensianya diatas rata-rata.. inilah hikmah dan hadiah terindah dari Allah untukku,, masa lalu adalah cambuk untuk sukses dimasa depan.. Amin



mantappp….. saya salutttttttttttttt
ok ….
sya dukung …..
saya salut dengan semangat mbk,trimakasih saya merasa mendapat support n kekuatan untuk hidup dgn cerita mbk karena saat ini saya sedang mengalami hal sama persis seperti yg mbk alami. saya yakin saya kuat dan mampu menghadapi cobaan ini demi anak yg ada d rahim saya saat ini.
empat jempol buat km…..
syep…tp inget meski bgitu kmu tidak boleh menjanda lama2 tidak baik..