Aku menikah dengan Yuli memang modal nekat semata. Karena cinta tak lagi kami bendung. Akhirnya, satu-satunya jalan untuk tetap menyatu adalah kawin lari.
Meski waktu itu kuliahku belum rampung, aku tetap nekat menikahi Yuli. Entahlah, mungkin karena aku begitu takut kehilangan dia, sehingga nekat meminta restu dari ibuku untuk menikah di usia yang masih terbilang muda. Masih terbilang muda. Oh ya, waktu itu usiaku masih 23 tahun, sedang Yuli baru duduk di bangku kelas 3 SMU. Sampai kami dikaruniai dua anak dan mulai hidup mapan, kedua orang Yuli dari keluarga bangsawan yang kaya raya, belum juga mau mengakui sebagai menantu.
Padahal, aku sudah lakukan berbagai cara, berharap membukan mata hati mereka tentang siapa kami yang sekarang. Kemapananku sepertinya tak membuat mereka goyah untuk menerimaku. Aku dan Yuli sudah memohon ampun. Tapi justru tak menghargai mereka.
Hanya syukurnya, belakangan ini mereka sudah mau menerima Yuli kembali. Yuli sudah bebas pergi ke rumah orang tuanya, bahkan sebagian harta warisan keluarga sudah dijatahkan sebagian untuknya. Sementara aku dan dua anakku, sama sekali tidak mendapat pengakuan. Orang tua Yuli masih tetap menganggap kami sebagai menantu dan cucu haram.
Sungguh menyakitkan, hanya untuk mendapatkan pengakuan dari seorang mertua aku telah menjual harga diriku dan mengorbankan perasaanku, tapi balasannya sungguh menyakitkan. Aku kasihan pada anakku, mereka tak bisa mengenal nenek mereka, padahal keduanya berhak untuk itu.
Beberapa kali kucoba membujuk Yuli agar mau membawa anak-anak ke rumah neneknya, namun Yuli tampaknya ogah-ogahan. Malah kalau aku sedikit memaksa, malah dianggap lain, pasti terjadi pertengkaran diantara kami, yang membuatku kesal, akhir-akhir ini Yuli sudah keseringan menginap di rumah orang tuanya tanpa izin dariku.
Sampai kemudian orang tua Yuli memberi ultimatum kepada Yuli untuk memilih kembali ke rumah dengan syarat meninggalkan aku, atau tetap memilih aku dan anak-anak tapi tak mendapat warisan.
Yuli benar-benar silau dengan harta. Mungkin karena dasarnya ia memang dari keluarga berada, atau karena aku yang tak pernah bisa memanjakannya dengan materi, ia langsung memutuskan untuk kembali ke orang tuanya.
Tega sekali pikirku, aku yang sekian tahun hidup dengannya dengan segala suka duka, serta dua anak yang ia lahirkan dari rahimnya, tega ia campakkan begitu saja, hanya karena kemilau harta. “Sungguh buta mata hatimu Yul”, begitu kata terakhir yang kulontarkan kepadanya.
Kini, meski anak merengek minta ketemu ibunya, aku tak pernah sudi mempertemukan mereka, karena segala yang berhubungan dengan Yuli, tak akan lagi kubuka. Sebagai laki-laki, itu kupegang. Yuli telah mengambil keputusan yang dianggap baik untuk dirinya, dan sebagai lelaki aku tak mau mengubah keputusanku itu. Biarlah itu dijalaninya sendiri, aku tetap pada pendirianku.



wah ane y pling kasian 2 anak mas
ane byangin kq psisi ane jdi tu ank gmn ya ??
n prkembgan’a k dpan gmn ??
ibu’a ga ad dtmpat ,ayah sbuk bkrja
nah ???
lbih baik pikirkan lgi mas
kq cerai jgn lah ,mgkn istri mas lgi khilaf (manusia euy)
ane kn jga cwo mas ,harga dri tu sbg idenditas dri qta
tpi bgaimana dg anak qta ???(wlupun ane blum pnya ank)
saran ane
berilah pngertian pada sang anak gmn keadaan skrg dg bhasa y mudah n tdak mnyakiti prasaan mreka
krn mmbohongi anak bkan sikap y bgus ,bsa2 tu anak jdi pemberontak besar’a
trus luangkan lah waktu utk sang anak bkan mncari wktu luang bwat’a
dg bgtu iy mrasakan arti ayah spenuh’a
n bwat istri mas
tanya kn pada’a ???contoh: mai ,dua anak mu tercnta ini nanya ??ibu kemana ??kq ga prnah masakin kita lgi ??”aq jwab apa mai ???
tu prtnyaan simple n bsa bwat prtnyaan lanjutan bwat sadarin dy ,harta bnyak2 bwat apa ??bill gates aja ga tau lgi mw dbawa kmn tu harta’a
tanamkan pada istri mas ,cinta tu btuh materi ,tapi cinta tu bukan materi ,materi tu hnya bumbu pelengkap dalam cinta ,ga pelu banyak2 ,ntar ga enak
tq
kasihan
Mngkin istrix lg khilaf,berikan pengertian n katakan ‘ma apa mama ngk sayang dgn anak2,gmna perkembangan mrk hdp tanpa seorg ibu.’
kacian y maz.. ank2x,padahal kan mereka butuh kasih syg seorang ibu.. semoga mata hatix dbukakan agr kembali dgn keluargax..
Menurut aku.istri kau Bukan tega terhadap kalian.tetapi mungkin dia mengambil keputusan ini,untuk masa depan anak2nya.janganlah kau berpikir negatif dahulu.mana mungkin seorang ibu tega meninggalkan anak yang dengan susah payah ia lahirkan kemudian untuk ditinggalkan?dia mengambil keputusan berat ini bukan karena matre,tetapi mempertahankan haknya sebagai anak yang kaya raya.kalau dia matre kenapa dia dulu mau kawin lari dengan kau?dia pun sedih sekali.coba kau pahami andai kata kau diposisinya?
Jangan secepat itu ambil keputusan
bloem tentu dia bermaksud demikian
gak ada seorang ibu yang tega ninggalin suami n anak yg dia lahirkan demi harta
bagusss… walaupun aku wanita tp aku setuju dengan sikap yg mas ambil.. itu tegas!..
hmm wanita yang aneh yah bro