Menu

Istriku Yang Kucintai Ternyata Mandul

Aku sangat mencintai istriku tapi Dokter memvonisnya mandul. Aku tak tahu harus berbuat apa sampai aku berkenalan dengan seorang wanita muda bernama Tuti yang bersedia memberiku anak.

istri mandul

Cerita ini bermula dari pertemuanku dengan seorang wanita yang menurutku sederhana tapi menarik hatiku, namanya Inne.

Kami pertama kali bertemu di tempatku bekerja, di sebuah perusahaan farmasi terkemuka. Setelah berkenalan dan berpacaran selama 1 tahun, aku memutuskan untuk menikahinya.

Aku sangat mencintai Inne, aku yakin dia adalah belahan jiwa dan cintaku sepanjang hidupku, namun dalam perjalanan rumah tanggaku yang menginjak tahun ke 5, aku belum juga mendapatkan keturunan.

Akhirnya kami memeriksakan diri ke dokter dan istriku di vonis mandul karena terkena endreometrosis atau jalan rahimnya tertutup oleh penebalan dinding rahim, ohhhhh dunia serasa mau kiamat.

Di usia perkawinanku yang beranjak ke 6 tahun, aku berkenalan dengan seorang wanita bernama Tuti yang saat itu berusia 24 tahun.

Dan akhirnya aku curhat mengenai rumah tanggaku. Dan tak kusangka dia bilang, “Aku bersedia memberikan kamu seorang anak dari rahimku, setelah itu aku akan memberikan ikhlas anak itu nantinya untuk kamu dan istrimu.”

Advertisement


Akhirnya ku beranikan untuk mengatakan sejujurnya kepada istriku, dan meminta izin untuk menikahi Tuty, selama 1 tahun berjalan istriku menerima dimadu, dengan harapan anak tersebut dapat kita asuh bersama.

Dia bilang sudah mantap karena terinspirasi sebuah film India, tapi aku tidak tau apa judulnya. Akhirnya aku berpacaran dan melakukan perselingkuhan dengan tujuan untuk mendapatkan anak, tidak lama 2 bulan kemudian Tuti hamil, aku pun bahagia bercampur bingung.

Namun cerita berkata lain, ternyata Tuti tidak mau anaknya aku ambil, dia tidak menepati janjinya terdahulu, malah dia bilang “tidak apa aku tidak menjadi istrimu lagi tapi anak ini aku yang rawat sendiri, atau kamu ceraikan istrimu agar bisa hidup bersamaku”. Aku menjadi kesal namun kasihan dengan anakku jadinya.

Selama 1 tahun berjalan, Inne dan aku penuh pertengkaran bila membahas hal ini, sampai satu ketika Inne meminta untuk memindah namakan SHM rumah atas nama dirinya, agar kehidupan rumah tangga kita lebih tenang katanya.

Tanpa curiga aku turuti kemauannya dan sebagai bukti besarnya cintaku kepadanya, namun 1 bulan setelah hal itu terjadi malah Inne minta cerai dariku, dan aku terusir dari rumahku.

Akhirnya kini aku hidup bersama Tuti, anak kami sudah 3 orang, semuanya laki-laki yang nakal dan lucu. Sampai saat ini aku masih teringat dengan Inne, mantan istriku yang tetap aku cintai sepanjang hidupku, saat aku melintasi daerah rumah kita dahulu, hati ini pasti bergetar tak karuan, walaupun kisah ini telah terlewati 5 tahun yang lalu, semoga kamu bahagia dengan kehidupanmu sekarang.
**
Seperti yang diceritakan Doni ke redaksi. Punya curhatan dan ingin berbagi kegundahan ke pembaca ceritacurhat.com? Tulis dan kirim tulisan anda disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *