Menu

Istriku Ternyata Lebih Hina

Kupikir dengan menikahi Asri maka hidupku akan berubah menjadi lebih baik, aku sudah bosan dengan gaya hidup yang selama ini kujalani. Diskotik, alkohol dan main cewek adalah aku yang dulu, aku ingin berubah dan menjadi pria baik-baik. Aku berharap setelah menikah nanti aku bisa menjadi lebih bertanggung jawab, tapi nyatanya Asri istriku lebih rusak dariku.

Perkenalanku dengannya tidak lama, kami pacaran hanya tiga bulan dan selama tiga bulan itu aku menangkap kesan bahwa Asri adalah wanita baik-baik.

Caranya berpakaian yang sopan dan sederhana membuatku terkesan padahal dia anak pengusaha sukses di kotaku. Ini yang membuatku langsung tertarik dan melamarnya.

Asri adalah tipe gadis lugu yang kuimpikan bisa membantuku keluar dari jerat kehidupan malam.

Tahun 2003 yang lalu kami menikah, orang tuaku sangat senang, begitu pula orang tua Asri. Pesta pernikahan kami dirayakan dengan sangat meriah.

Setelah menikah kami tinggal di rumah pemberian orang tuaku. Aku betul-betul bahagia saat itu memiliki istri yang cantik, rumah besar dan pekerjaan yang lumayan bagus.

Yang tidak kuduga adalah Asri, istriku. Dia yang kelihatan sederhana dan lugu ternyata adalah pemuja kehidupan malam, kelakuannya tidak jauh berbeda denganku. Betapa kagetnya diriku ketika mulai mengenalnya dan mengenal teman-temannya.

Advertisement


Mungkin ini karmaku, disaat aku ingin hidup normal, jauh dari kehidupan malam, aku malah menikahi wanita seperti istriku. Setelah menikah, istriku belum bisa menghilangkan kebiasaannya keluar malam, dugem bersama teman-temannya.

Asri juga menolak memiliki anak, katanya belum siap. Ia belum mau direpotkan dengan tetek bengek keluarga, rupanya dia masih ingin menikmati hidup bebas seperti saat dia belum menikah dulu. Tentu saja aku marah dan melarangnya tapi aku selalu kalah jika dia mengungkit masa laluku.

Hampir setiap malam dia dijemput teman-teman gaulnya, aku tidak tahu kemana dia pergi yang pasti dia selalu pulang pagi dalam keadaan mabuk. Tidak jarang juga aku menemukan pil dan obat terlarang di saku bajunya. Ah ternyata kehidupan Asri jauh lebih bebas dariku

Pernah dia kuajak bicara empat mata dan menjelaskan tentang kehidupan rumah tangga, dengan enteng dia menjawabku, “Nikmati hidup mas, jangan mau pusing-pusing ntar cepat tua. Meski kita suami istri aku tak mau mas mengekang kebebasanku, kalau mas mau pergi, pergi saja.” Tentu saja aku tersinggung dengan ucapannya itu tapi aku masih berusaha menjaga amarahku, bagaimanapun juga dia adalah istriku.

Kadang jika sedang sendiri aku berpikir apakah istriku masih suci sebelum kami menikah. Karena aku tahu bagaimana kehidupan malam itu yang tidak bisa pisah antara alkohol dan seks bebas.

Ah Tuhan, kenapa disaat aku ingin kembali ke jalan-Mu justru aku dicoba melalui istriku. Aku tidak tahu sampai kapan aku bertahan. Yang jelas aku tidak mau kembali ke dunia hitam itu, aku ingin hidup normal bersama istriku.

Asri istriku makin bebas saja, kadang dia tidak pulang semalaman, beruntung aku belum pernah melihatnya bersama pria lain sehingga perkawinanku tetap kupertahankan. Semoga Tuhan memberiku kekuatan. Amin.

**
Punya cerita curhat untuk dibagi ke pembaca? kirim tulisan anda disini.

23 Comments
  1. BONEK
    • w n
  2. igoe
  3. piutery
  4. Nazril
  5. ROMI
  6. jo
  7. Theresia
  8. aming prayugo
  9. ichal
  10. adit
  11. wiwien
  12. Fitrikhusrifa
  13. tegar
  14. jefriship
  15. bix
  16. aning_cz
  17. master
  18. Firman Dadear
  19. Bukubalee
  20. rahwana ganteng
  21. jimmy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *