<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ceritacurhat.com</title>
	<atom:link href="http://www.ceritacurhat.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.ceritacurhat.com</link>
	<description>Cerita Curahan Hati</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Mar 2012 13:29:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Haruskah Aku Menerima Dia?</title>
		<link>http://www.ceritacurhat.com/cerita-curhat-haruskah-aku-menerima-dia.htm</link>
		<comments>http://www.ceritacurhat.com/cerita-curhat-haruskah-aku-menerima-dia.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2012 13:29:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[cerita curhat]]></category>
		<category><![CDATA[kekasih]]></category>
		<category><![CDATA[perkosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritacurhat.com/?p=1988</guid>
		<description><![CDATA[Aku diperkosa sampai hamil dan melahirkan bayi kembar. Gara-gara aib itu, orang tua dan tunanganku meninggalkan diriku. Seorang diri aku membesarkan anak-anakku dan kini pria yang kubenci itu datang dan mengajakku menikah, haruskah aku menerimanya? Aku adalah single parent dengan dua anak kembar laki laki. Aku tidak punya suami seperti kebanyakan perempuan lain. Sampai sekarang aku sangat trauma dengan laki laki. Hingga aku tidak berani menikah walau sudah ada dua anak. Kisahku ini berawal saat aku berumur 20 tahun. Dan aku baru memulai karirku sebagai staff accounting disalah satu perusahaan swasta di Jakarta. Aku sangat senang karna mudah mendapatkan pekerjaan. Maklum aku belum berniat melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, jadi aku putuskan untuk bekerja. Baru beberapa bulan bekerja, aku sudah dilamar oleh salah satu teman sekantorku yang jabatannya berada diatasku. Sebut saja MM. Tapi aku menolak lamaran itu. Karna aku sudah punya tunangan yang sangat setia. Awalnya aku pikir dia tidak akan melamarku lagi, tapi tenyata diluar dugaan, MM melamarku langsung ke rumah orang tuaku. Untungnya orang tuaku tidak langsung menerima lamaran MM dikarnakan mereka tahu aku sudah punya tunangan. Mulai sejak itu aku jaga jarak pada MM. Walau MM sering telp dan SMS aku, tapi aku tidak pernah menjawabnya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Aku diperkosa sampai hamil dan melahirkan bayi kembar. Gara-gara aib itu, orang tua dan tunanganku meninggalkan diriku. Seorang diri aku membesarkan anak-anakku dan kini pria yang kubenci itu datang dan mengajakku menikah, haruskah aku menerimanya?</em></p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1991" title="haruskah menerima dia" src="http://www.ceritacurhat.com/wp-content/uploads/2012/03/haruskah-menerima-dia-300x225.jpg" alt="Cerita sedih curhat" width="300" height="225" />Aku adalah single parent dengan dua anak kembar laki laki. Aku tidak punya suami seperti kebanyakan perempuan lain. Sampai sekarang aku sangat trauma dengan laki laki. Hingga aku tidak berani menikah walau sudah ada dua anak.</p>
<p>Kisahku ini berawal saat aku berumur 20 tahun. Dan aku baru memulai karirku sebagai staff accounting disalah satu perusahaan swasta di Jakarta. Aku sangat senang karna mudah mendapatkan pekerjaan. Maklum aku belum berniat melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi, jadi aku putuskan untuk bekerja.</p>
<p>Baru beberapa bulan bekerja, aku sudah dilamar oleh salah satu teman sekantorku yang jabatannya berada diatasku. Sebut saja MM. Tapi aku menolak lamaran itu. Karna aku sudah punya tunangan yang sangat setia. Awalnya aku pikir dia tidak akan melamarku lagi, tapi tenyata diluar dugaan, MM melamarku langsung ke rumah orang tuaku. Untungnya orang tuaku tidak langsung menerima lamaran MM dikarnakan mereka tahu aku sudah punya tunangan. Mulai sejak itu aku jaga jarak pada MM. Walau MM sering telp dan SMS aku, tapi aku tidak pernah menjawabnya. Bahkan aku sering ganti ganti nomer, tapi entah kenapa MM selalu tahu nomer baru aku.</p>
<p>Setahun berlalu. MM masih mengejarku. Sedangkan aku dan tunangan makin mantap melangkah ke pernikahan. Rupanya rencana pernikahan aku dan tunanganku diketahui oleh MM. MM langsung menyusun rencana jahatnya. Aku yang pada saat itu lembur (karna akan ambil cuti) dibawakan coklat panas oleh MM. Aku tidak curiga sama sekali pada MM karna waktu itu dia berkata :<em> &#8220;Aku sdh ikhlaskan kamu menikah dengan tunanganmu. Aku tidak akan mengejarmu lagi&#8221;</em>. Karna dia bilang begitu, hatiku lega sekali. Dan akhirnya aku terima minuman darinya sebagai tanda pertemanan. Baru setengah cangkir aku minum coklat panas itu, tiba tiba kepalaku terasa sangat berat dan pusing. Sampai aku gak sanggup berdiri. Lalu tiba tiba aku tidak sadarkan diri. Setelah itu aku tak tahu lagi apa yang terjadi.</p>
<p>Keesokan pagi, aku bangun dari tidurku. Aku perhatikan sekelilingku, ini bukan kamarku. Aku sangat kaget disamping aku, MM tertidur dengan pulas tanpa busana. Dan saat aku lihat diriku, aku juga tanpa busana. Aku langsung nangis sejadi jadinya dan langsung memukul MM berkali kali. MM meninggalkan aku tanpa rasa bersalah.</p>
<p>Aku langsung pulang ke rumah dan menceritakan semuanya ke orang tuaku serta calon suamiku. Alhamdulilah orang tuaku bisa menerima keadaanku yang sudah tidak perawan. Tapi tunanganku tidak bisa menerima keadaanku. Tunanganku meninggalkan aku dan membatalkan rencana pernikahan. Hatiku hancur, apalagi hidupku. Aku hanya bisa menangis. Tapi aku tetap tegar dan melanjutkan rutinitasku seperti biasa.</p>
<p>Dua bulan kemudian, tiap pagi aku mual dan pusing. Dan aku juga mulai cemas karna aku belum juga datang bulan. Tapi aku coba menepis perasaan itu. Mungkin aku hanya masuk angin saja, pikirku waktu itu. Makin hari mual dan pusingku makin parah. Malah sekarang bertambah parah. Kali ini disertai muntah muntah. Aku makin curiga, teman teman kantorku juga curiga. Hingga akhirnya aku putuskan untuk periksakan diri ke dokter. Hasilnya bikin aku dan orang tuaku pingsan. Aku hamil dua bulan. Dan bayinya kembar.</p>
<p>Aku malu. Orang tuaku malu. Karna tak kuasa menanggung malu, aku diusir dari rumah. Aku pergi dari rumah orang tuaku dan bawa barang pribadi seadanya.</p>
<p>Akhirnya aku putuskan mengundurkan diri dari kantor. Aku malu pada teman temanku kalau kandunganku tambah besar sedang aku tidak punya suami. Keputusanku resign dari kantor diketahui MM. Dan MM juga tau aku hamil anaknya, tapi dia diam saja. Aku juga tidak menuntut untuk dikawini MM. Aku dapat uang pesangon yang menurutku jumlahnya sangat besar untuk ukuran masa kerjaku yang hanya 2 tahun. Tapi aku tidak mempermasalahkannya. Dan akupun menjalani kehamilan dan kehidupanku tanpa suami dan orang tua.</p>
<p>Walau tanpa suami, alhamdulilah aku bisa membesarkan si kembar. Tapi pembaca, aku tidak menyangka sama sekali kalau ternyata MM menafkahi aku melalui sahabat baikku. Diam diam MM menitipkan uang tiap bulan untuk aku dan si kembar. Dan sekarang MM mengajakku menikah.</p>
<p>Melalui website ceritacurhat.com ini aku memohon bantuan teman-teman pembaca, apa yang sebaiknya aku lakukan? Haruskah aku menikah dengan MM?<br />
***<br style="”height: 4em”;" /><br />
<strong><em>Seperti yang diceritakan kawan Andini kepada redaksi ceritacurhat.com. Punya pengalaman atau cerita hidup yang menarik untuk di share ke pembaca yang lain? tulis dan <a title="Kirim Cerita" href="http://www.ceritacurhat.com/kirim-cerita.htm">kirim cerita anda disini</a>.</em></strong></p>
<div style='clear:both'></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritacurhat.com/cerita-curhat-haruskah-aku-menerima-dia.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sepanjang Jalan Cintaku</title>
		<link>http://www.ceritacurhat.com/sepanjang-jalan-cintaku.htm</link>
		<comments>http://www.ceritacurhat.com/sepanjang-jalan-cintaku.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 07:09:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritacurhat.com/?p=1982</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata perjalanan hidup itu begitu berliku. Saudara pembaca.. kutulis kisah cintaku ini untuk meringankan beban perasaan dalam diriku, semoga ceritaku ini juga berguna bagi rekan pembaca..  Aku adalah seorang wanita yang bisa dikatakan berpenghasilan lumayan untuk sekedar membantu biaya masa depan sebuah keluarga. Masalahku adalah,,, pasangan hidupku. Cerita cintaku mulai berawal ketika aku kuliah di sebuah universitas, tahun pertama aku kuliah aku menjalin kasih dengan seorang pria yang tak lain adalah senior di kampusku. Dua tahun kami pacaran, semuanya berjalan indah. Bukan hanya terlihat sebagai pasangan yang romantis tapi juga penuh canda, sering aku membayangakan kehidupanku kelak akan bahagia bersamanya. Setelah wisuda, dia melamar pekerjaan diluar kota, dengan berat hati aku mengantar kepergianya, berbekal janjinya yang akan setia, aku selalu merindunya. Setahun berlalu, komunikasi kami berangsur memburuk, berawal dari alasanya yang sibuk di tempat kerja, sampai akhirnya aku kehilangan kontak. Aku mulai putus asa dan sangsi dengan janji setianya, tapi aku masih tetap berharap suatu saat dia akan pulang, kembali ke pelukanku. Harapan hanya tinggal harapan, tepat di hari jadi kami, aku menerima undangan pernikahannya. Bagai disambar petir, aku tak mampu berucap, hanya air mata yang mengalir, mewakili betapa kecewa dan marahnya aku. Kehidupanku terasa hampa, sakit,,, dan yang lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ternyata perjalanan hidup itu begitu berliku. Saudara pembaca.. kutulis kisah cintaku ini untuk meringankan beban perasaan dalam diriku, semoga ceritaku ini juga berguna bagi rekan pembaca.. </em></p>
<p>Aku adalah seorang wanita yang bisa dikatakan berpenghasilan lumayan untuk sekedar membantu biaya masa depan sebuah keluarga. Masalahku adalah,,, pasangan hidupku.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1984" title="cerita cintaku" src="http://www.ceritacurhat.com/wp-content/uploads/2012/02/cerita-cintaku-300x187.jpg" alt="Sepanjang jalan cintaku" width="300" height="187" />Cerita cintaku mulai berawal ketika aku kuliah di sebuah universitas, tahun pertama aku kuliah aku menjalin kasih dengan seorang pria yang tak lain adalah senior di kampusku. Dua tahun kami pacaran, semuanya berjalan indah. Bukan hanya terlihat sebagai pasangan yang romantis tapi juga penuh canda, sering aku membayangakan kehidupanku kelak akan bahagia bersamanya.</p>
<p>Setelah wisuda, dia melamar pekerjaan diluar kota, dengan berat hati aku mengantar kepergianya, berbekal janjinya yang akan setia, aku selalu merindunya.</p>
<p>Setahun berlalu, komunikasi kami berangsur memburuk, berawal dari alasanya yang sibuk di tempat kerja, sampai akhirnya aku kehilangan kontak. Aku mulai putus asa dan sangsi dengan janji setianya, tapi aku masih tetap berharap suatu saat dia akan pulang, kembali ke pelukanku.</p>
<p>Harapan hanya tinggal harapan, tepat di hari jadi kami, aku menerima undangan pernikahannya. Bagai disambar petir, aku tak mampu berucap, hanya air mata yang mengalir, mewakili betapa kecewa dan marahnya aku. Kehidupanku terasa hampa, sakit,,, dan yang lebih menusukku, kulihat namanya bersanding dengan nama yang tak asing ditelingaku, nama adik kelasku semasa sma.</p>
<p>Aku hanya bisa terisak, namun aku sadar,, aku tak boleh mati percuma hanya karena satu orang lelaki,,, akupun bangkit melihat luasnya dunia yang belum aku jelajahi..</p>
<p>Cukup lama aku menutup hatiku, sampai aku menemukan perkerjaanku yang sekarang, sekaligus lembaran baru pahitnya perjalananku. Setelah tiga bulan aku bekerja di kantorku, rekan kerjaku mengenalkanku dengan rekan kerjanya di perusahaan lain.</p>
<p>Kuterima masukan rekanku yang mengatakan <em>“sudah cukup kau menyiksa dirimu sendiri, kini saatnya kamu mencari kebahagiaan, karna ia tak akan datang jika kamu tak meraihnya”.</em></p>
<p>Dwi, begitulah lelaki itu mengenalkan dirinya, awal kenalan kami hanya berkomunikasi lewat telpon, sampai kami sepakat untuk bertemu di sebuah restoran. Awal pertemuan, kunilai orangnya lumayan ganteng, dengan postur yang tidak mengecewakan, pribadinya kalem, bawaanya tenang dan sopan. Dan tanpa aku bisa mengelak, aku mulai menyukainya.</p>
<p>Setelah pertemuan itu, kami makin sering bertemu dan diapun rajin menelpon untuk sekedar memastikan telah makan siang atau sekedar menanyakan keadaanku. Sungguh lelaki yang sempurna, bathinku. Tiga bulan berlalu, kamipun resmi pacaran. Masa itu berjalan dengan indah, bawaanya yang tenang membuatku yang cepat emosi menjadi lebih tenang. Pantai adalah tempat favoritnya, dan dengan segera juga menjadi tempat favoritku. Kami banyak menghabiskan waktu di pantai, menikmati sepoian angin pantai yang menemani kebersamaanku.</p>
<p>Enam bulan menjalin hubungan ini, dia berniat mengajakku ke hubungan yang bukan hanya sekedar untuk pacaran. Akupun setuju, dengan pertimbangan yang matang, kamipun memutuskan untuk bertunangan. Aku dikenalkan dengan orang tuanya. Kedatanganku di sambut ramah, keluarganya begitu hangat. Aku merasa bahagia berada di tengah keluarganya, orangtuanya menganggap aku ini anak mereka sendiri, begitupun adik perempuanya, dengan cepat ia akrab denganku. Obrolan demi obrolanpun mengalir, tentang diriku dan keluargaku.</p>
<p>Pilupun ternyata belum melepasku, manakala aku menangkap tatapan yang aneh dari calon ibu mertuaku saat aku menyebutkan tanggal lahirku. Aku mulai merasa ada yang aneh, seketika aku gugup lalu melirik ke arah Dwi, namun aku tak menemukan jawabannya.</p>
<p>Dengan pandangan mata yang tak melepaskanku, ibunya berkata kalau aku tak bisa dan tak boleh menikah dengan putra satu-satunya. Aku yang masih kebingungan, menatap ke arah ayahnya, ayahnyapun mulai menjelaskan dengan suara yang tegas. Kehangatan yang aku terima sedari tadi berubah menjadi hujan badai yang membasahi pipiku. Setiap kata dari ayahnya bagai petir yang memekakkan telingaku.</p>
<p>Sepanjang perjalanan pulang, aku hanya bisa terisak di punggung pacarku, aku mulai mencaci Tuhan dengan hidupku yang aku rasa tak adil. Sebelum aku masuk ke rumah, kupeluk erat pacarku, seakan aku tak ingin dia pergi dari sisiku. Dan kecupan hangat di dahiku sebagai bekalku malam ini. Kasur tempat badanku rebah serasa tebuat dari duri, duri yang mencabikku,membuatku berdarah. Perkataan ayahnya yang mengatakan tanggal lahirku akan menjadi angka sial untuk anaknya terngiang keras ditelingaku.</p>
<p>Runtuh semua harapan yang aku bangun. Pilu yang telah terkubur lama, seakan bangkit lagi, mengikat hatiku dan memerasnya, hingga yang tersisa hanya puing. Mengingat semua tentangnya, masaku dengannya, candaku dengannya, manjaku, dan tenang nasehatnya membuatku merasa kehilangan segalanya. Terngiang di telingaku <em>“suatu saat, jika kau merindukanku, datanglah ke pantai,, aku akan memelukmu dalam setiap sepoi angin, mengahangatkan dengan segenap mentari dan menopangmu bagai batu karang “</em>.</p>
<p>Hanya air mata yang menemani sepanjang malam itu. Setelah malam itu, kami makin jarang bertemu, komunikasipun makin tipis. <em>“sungguh aku tak sanggup hidup dengan kehampaan kita ini”</em> jelasku pada suatu malam saat kami makan malam bersama.</p>
<p><em>“Aku pun tak pernah bisa memilih antara cinta dan keluargaku, dua hal yang takkan perbah bisa kupilih”, </em>jawabnya.</p>
<p><em>“Aku takkan pernah memintamu memilih, aku juga tak mau dipilih, aku mencintaimu, aku ingin kamu bahagia, aku relakan kau untuk keluargamu, aku hanya berpesan, carilah seorang wanita yang jauh lebih baik dari aku, agar aku tak merasa kecewa telah melepasmu“</em> kataku sambil terisak</p>
<p><em>“Aku tak pernah menyangka kita akan berakhir seperti ini, mungkin aku lelaki yang lemah karena tak bisa memperjuangkan cintaku, tapi aku juga tak mau mengecewakan ibuku. Aku sangan mencintaimu, satu janjiku padamu, aku takkan pernah meninggalkanmu. Aku akan menikah setelah kamu menikah.”</em></p>
<p><em></em>Tanpa bisa lagi kubendung, air mataku meluncur deras. Tangan halusnya untuk terakhir kalinya menyapu pipiku, dengan penuh arti dia kecup keningku, aku merasakan keningku basah, dia menangis,,,, dia menangis,,,” aku akan merindukan kecupan ini” bathinku,, kosong sudah hatiku sekarang,, dua kali kepiluan telak melukaiku dan membuatku ambruk.</p>
<p>Tapi hidup terus berjalan, sejak perpisahan kami,, Dwi masih sering menghubungiku, sekedar menanyakan kabarku, hubungan kami berlanjut layaknya kakak dan adik.</p>
<p>Setahun aku belajar bahagia dengan kesendirianku, sampai akhirnya seorang teman mengenalkan temannya kepadaku, akupun mencoba membuka hatiku. Vicky, itu nama pemuda itu,walau kami hanya berkomunisi jarak jauh, tapi aku mulai nyaman dengan sikapnya.</p>
<p>Vicky yang seorang anggota polri tengah berdinas disuatu provinsi terpencil. Sebulan berlalu, aku dan Vicky, mulai memulai hubungan kami. Walau hanya lewat telpon dan video call, kami bisa saling mengerti. Dwi yang tau tentang hal ini turut bahagia, walau ku tahu sampai sekarang dia masih belum membuka hatinya untuk orang lain.</p>
<p>Enam bulan aku dan Vicky pacaran, tiba saatnya dia cuti dan mengunjungiku. Kami akan bertemu untuk yang pertama kalinya, setelah enam bulan pacaran. Cukuran cepak , perawakan tegap dan baju dinasnya membuatku kikuk dan grogi, namun semua luntur oleh senyum dan candanya sepanjang perjalan dari bandara kerumahnya.</p>
<p><em>“Ternyata polisi itu juga bisa pacaran dan bercanda”</em> gumamku dalam hati. Kepulangan saat cuti ini dia manfaatkan untuk mengenalkan aku dengan keluarganya. Keluarganyapun tak kalah hangatnya dengan keluarga Dwi. Dua adik laki-laki dan kakak perempuanya menerimaku dengan ramah.</p>
<p>Tepat di hari ulang tahunku, kami resmi bertungangan. Masa cutinyapun habis tanpa terasa, dan saatnya dia harus kembali ke tugasnya. Dengan berat hati aku mengantarnya ke bandara. Hubungan kami berjalan baik, namun aku merasa tidak nyaman dengan sikap cemburunya yang berlebihan. Banyak larangan yang aku terima darinya, termasuk keluar bersama dengan rekan sekantorku yang biasanya untuk merayakan sesuatu. Pertama-tama aku masih bisa mengalah, namun lama kelamaan dia semakin mengekangku, aku mulai tak tahan.</p>
<p>Dalam kekalutanku datanglah sosok rekan kantor, Beni. Dia prihatin dengan nasibku saat aku ceritakan tentang pacarku. Entah dari mana hembusan itu datang, sikap prihatin Beni membuatku nyaman, dan mulailah aku sering mengeluh kepadanya dibarengi seringnya aku mulai jalan berdua dengan Beni yang tentunya dengan kebohongan kepada Vicky.</p>
<p>Aku memberi seribu alasan kepada Vicky saat aku sedang bersama Beni. Namun benar kata pepatah, sepandai-pandainya tupai melonpat, pasti akan jatuh juga. Di suatu malam, saat aku sedang asyik makan malam bersama beni, aku dikejutkan dengan sapaan seorang lelaki.</p>
<p>Kupandangi wajah lelaki itu dan serasa menelan beling, aku ingat,,, lelaki ini adalah adik dari Vicky. Berusaha tenang aku mengenalkan Beni dengan dia sebagai klien di kantorku.</p>
<p><em>“ya memang aku keluar dengan lelaki lain, memang kenapa? Tidak trima? Ya sudah,, putuskan saja aku,, kita berakhir disini..!”</em> Bentakku saat dia menelpon dan menanyakan tentang pengaduan adiknya.</p>
<p><em>“hey,, kenapa kamu ini,, mudah sekali kamu berucap,, apa kamu tidak berfikir betapa aku memujamu? betapa aku memanjakanmu? betapa aku menyayangimu?”</em> Sahutnya di seberang</p>
<p>“Sayang?? Sayang apa?? Kalau kau benar-benar sayang, kenapa kau selalu mengekangku?melarangku ini itu, kau tak pernah yakin padaku” jawabku emosi. <em>“Aku begitu karena ingin menjagamu aku tak mau kamu berpaling kepada orang lain hanya karena aku jauh darimu,,”</em> jelasnya.</p>
<p>“Tidak,, kamu tidak sayang, tapi egois, dan tidak percaya padaku. Aku mencintaimu,, tapi aku tidak pernah melakukan hal bodoh seperti yang kamu lakukan,, pokoknya saya minta kita putus,, berakhir kita disini,,,” dan akupun memutuskan telponya.</p>
<p>Dia menelpon berkali-kali serta mengirimiku sms,, tapi tidak pernah aku balas. Sekian lama aku bertahan, akhirnya tiba saatnya aku berontak. Bersamaan dengan itu, aku juga memutuskan hubungan dengan Beni dan mulai menghindarinya. Enam bulan berlalu, tanpa sengaja aku bertemu lagi dengan Vicky di sebuah tempat makan, tanpa bisa mengelak, dia mengajakku makan bersama.</p>
<p>Jujur, aku mulai merasakan cintaku tumbuh kembali, dan belakangan aku tahu kalau dia sudah pindah tugas ke kotaku. Pertemuan malam itu ternyata berlanjut ke malam berikutnya, tanpa terelakkan kami berpacaran kembali. Aku mulai terbiasa dengan sikap cemburunya, dan sikap egoisnya.</p>
<p>Terkadang aku sadar, kalau aku mencintainya, aku harus mengalah, tapi terkadang aku tak bisa mengontrol emosiku dan kamipun sering bertengkar.</p>
<p>Nasib baik kemudian menyapaku, perusahaan tempat aku berkerja memilihku sebagai salah satu orang yang akan berangkat ke luar negeri untuk urusan perusahaan selama 4 bulan.</p>
<p>Awalnya Vicky tidak setuju dengan ini, tapi karena aku berkeras, dia akhirnya mengalah. Satu bulan pertama hubunganku berjalan baik, dua hari sekali aku menelpon dia, dan di setiap malamnya kami berbincang melalui salah satu fasilitas web. Masih tetap dengan sikap cemburunya, tak terhindarkan kami makin sering bertengkar. Makin runcing dan makin rapuh kurasa hubungan kami.</p>
<p>Awalnya hubunganku dengan rekan kerja berlangsung baik sampai akhirnya aku terperosok ke lubang gelap. Aku mulai akrab seorang karwayan dari perusahaan lain yang juga tergabung dalam program perusahaanku. Alan, itu namanya. Kedekatan yang berawal dari masalah kerjaan itu berlanjut tumbuh di hati. Entah bagaimana awalnya, kamipun mulai menjalin kasih. Meski aku tahu dia sudah beristri dan ayah dari seorang balita, tapi aku tak bisa melarang hatiku.</p>
<p>Tanpa terasa dua bulan kami lalui dengan manis, kami sepakat untuk menjadikan masa kami disini hanya milik kami, tanpa saling mengungkit tentang pasangan masing-masing. Sia yang tahu sikap Vicky yang cemburuan menyayangkan kenapa aku tak bertemu dengan dirinya sebelum ia menikah.</p>
<p>Dia juga menceritakan perihal istrinya yang selalu bersikap dingin dan cuek kepadanya, seolah-olah suami istri hanya sebatas ikatan resmi. Namun Alan bertahan dengan sabar terhadap istrinya demi sang buah hati, ia tak pernah menyangka pilihannya kepada wanita pendiam yang tidak banyak menuntut mendatangkan petaka bagi dirinya sendiri.</p>
<p>Dia merasa jenuh dengan kehidupan berumah tangganya sekarang yang dingin.<br />
Sebulan sebelum kepulanganku, aku mulai dilanda kebingungan. Aku sadar Alan bukanlah pilihan terbaik dalam hidupku, termasuk bukan jalan yang baik untuk keluarganya. Aku berniat mengakhiri ini semua.</p>
<p><em>“Alan, terimakasih atas semua waktu yang kamu berikan,tapi kita tidak bisa terus terusan begini. Aku tak pernah bisa membayangkan bagaimana kalau aku yang di posisi istrimu.pasti aku hatiku akan sangat hancur.”</em></p>
<p><em>“Maafkan aku yang datang pada saat dan waktu yang tidak tepat ke dalam hidupmu, meski kau hanya kumiliki dalam cermin,tapi kau tahu betapa aku mencintaimu melebihi istriku sendiri.”</em></p>
<p><em>“Aku tak mau lebih banyak lagi menyakiti hati istrimu. Kita akhiri saja ini semua.“</em><br />
<em> </em></p>
<p><em>“kalau itu memang keputusanmu, aku terima. Tapi kalau suatu saat kamu berubah pikiran dan menginginkan aku, datanglah, aku akan menceraikan istriku. Sekarang hidupku sama sekali tak ada artinya. Istriku hanya hiasan rumah yang tiada memberi kehangatan. Aku tak kuat lagi membohongi diriku dan dirinya dengan cinta palsuku.”</em></p>
<p><em>“walaupun demikian, kau telah memilkiki seorang putra dari hubunganmu. Kau pernah berucap cinta padanya, berjanji tuk setiapadanya.”</em></p>
<p><em>“iya,aku akui itu,tapi itu hanya kekhilafanku karena patah hati dengan perempuan lain”</em><br />
<em> “sudahlah,,aku tak mau berdebat, sudah malam aku mau istirahat”</em> jawabku sambil berlalu dari hadapannya.</p>
<p>Sejak malam itu, hubungan kami terjaga hanya sebatas rekan kerja. Meski terkadang aku mendapatinya sedang menatap ke arahku dengan penuh makna, aku berusaha menampiknya. Sementara hubunganku dengan Vicky masih tidak berubah, sikapnya yang cemburu tiada pernah berubah.</p>
<p>Dua minggu sebelum pulang ke tanah air, aku pergi ke sebuah tempat wisata yang lumayan terkenal saat musim panas. Kuhela nafasku, mencoba berbagi beban dengan hembusan angin sore. Riuh ombak di pinggir pantai ini membawa kembali ingatanku pada Dwi. Ku ambil ponselku lalu kutumpahkan segala tangisku di sela nasehat teduhnya.<br />
<em>“oh,, Tuhan,, kapan ini akan berakhir,,,”</em><br />
***<br style="”height: 4em”;" /><br />
<strong><em>Seperti yang diceritakan kawan Sinyo kepada redaksi ceritacurhat.com. Punya pengalaman atau cerita hidup yang menarik untuk di share ke pembaca yang lain? tulis dan <a title="Kirim Cerita" href="http://www.ceritacurhat.com/kirim-cerita.htm">kirim cerita anda disini</a>.</em></strong></p>
<div style='clear:both'></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritacurhat.com/sepanjang-jalan-cintaku.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekasihku Berkhianat Setelah Kuserahkan Semuanya&#8230;</title>
		<link>http://www.ceritacurhat.com/kekasihku-berkhianat-setelah-kuserahkan-semuanya.htm</link>
		<comments>http://www.ceritacurhat.com/kekasihku-berkhianat-setelah-kuserahkan-semuanya.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 14:15:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[berkhianat]]></category>
		<category><![CDATA[curgat]]></category>
		<category><![CDATA[kekasih]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritacurhat.com/?p=1971</guid>
		<description><![CDATA[Aku cuma seorang wanita biasa, aku lahir dan besar dalam keluarga yang sederhana. Bukan bermaksud menyombong, tapi sewaktu sekolah aku termasuk pandai dalam akademik. Yang ada dalam pikiranku saat itu adalah belajar dan belajar, aku masih menganggap tabu pacaran, pelukan apalagi ciuman dengan pria. Hidupku yang biasa-biasa saja itu membuatku bosan dan ingin hidup berpisah dengan orang tua. Entahlah tapi aku selalu merasa ingin hidup mandiri, usiaku memang masih sangat muda tapi aku yakin bisa mengurus diri ku sendiri, dan tidak mungkin terjebak dalam pergaulan bebas seperti remaja lain seusiaku. Meskipun aku bukan seorang yang rajin shalat 5 waktu, tapi setidaknya aku mengerti tentang agama. Latar belakang pendidikanku dulu adalah madrasah. Pendek kata, aku baik-baik saja sebelum memutuskan untuk hidup berpisah dari orang tuaku. Setelah lulus dari SMP, aku tertarik untuk mendaftarkan diri di sekolah pelayaran negeri di sebuah kota. Persyaratan untuk pendidikannya adalah 2 tahun di asrama dengan waktu pesiar hanya hari Sabtu dan kembali lagi hari Minggu esoknya dan tanpa membawa alat komunikasi seperti handphone. Aku mulai cari-cari informasi untuk pendaftarannya dan alhamdulillah aku lulus test. Sebenarnya, saat test masuk itu aku sedang menjalin hubungan dengan teman sekolahku. Dia juga mendukung pilihanku. Jadi jalanku lancar untuk mendapatkan apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku cuma seorang wanita biasa, aku lahir dan besar dalam keluarga yang sederhana. Bukan bermaksud menyombong, tapi sewaktu sekolah aku termasuk pandai dalam akademik. Yang ada dalam pikiranku saat itu adalah belajar dan belajar, aku masih menganggap tabu pacaran, pelukan apalagi ciuman dengan pria.</p>
<p>Hidupku yang biasa-biasa saja itu membuatku bosan dan ingin hidup berpisah dengan orang tua. Entahlah tapi aku selalu merasa ingin hidup mandiri, usiaku memang masih sangat muda tapi aku yakin bisa mengurus diri ku sendiri, dan tidak mungkin terjebak dalam pergaulan bebas seperti remaja lain seusiaku.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1972" title="kekasih selingkuh" src="http://www.ceritacurhat.com/wp-content/uploads/2012/01/kekasih-selingkuh-300x206.jpg" alt="Kekasihku selingkuha setelah kuserahkan semuanya" width="300" height="206" />Meskipun aku bukan seorang yang rajin shalat 5 waktu, tapi setidaknya aku mengerti tentang agama. Latar belakang pendidikanku dulu adalah madrasah. Pendek kata, aku baik-baik saja sebelum memutuskan untuk hidup berpisah dari orang tuaku.</p>
<p>Setelah lulus dari SMP, aku tertarik untuk mendaftarkan diri di sekolah pelayaran negeri di sebuah kota. Persyaratan untuk pendidikannya adalah 2 tahun di asrama dengan waktu pesiar hanya hari Sabtu dan kembali lagi hari Minggu esoknya dan tanpa membawa alat komunikasi seperti handphone. Aku mulai cari-cari informasi untuk pendaftarannya dan alhamdulillah aku lulus test.</p>
<p>Sebenarnya, saat test masuk itu aku sedang menjalin hubungan dengan teman sekolahku. Dia juga mendukung pilihanku. Jadi jalanku lancar untuk mendapatkan apa yang ku mau.</p>
<p>Tapi setelah aku habiskan waktu 1 bulan penuh untuk perkenalan kampus yang tanpa berhubungan dengan orang luar termasuk keluarga, otomatis aku kehilangan kontak sementara dengan kekasihku. Bukan masalah sebenarnya, toh bulan depan aku akan bertemu dia, pikirku. Dan bulan itu datang. Aku pun bersiap pulang. Yang terjadi, saat aku coba hubungi dia, rasanya dia kurang merespons harapanku.</p>
<p>Aku masih memaklumi, mungkin dia sibuk dengan sekolah barunya. sama seperti aku. Suatu hari, aku tak sengaja bertemu dengannya di sebuah tempat perbelanjaan di kota tempat tinggalku dan dia bahkan tak mengenaliku!</p>
<p>Di saat yang sama, seniorku menyatakan rasa cintanya padaku. Saat aku terlanjur kecewa dengan perlakuan kekasihku, aku terima cinta seniorku. Awalnya aku tak berniat akan serius menjalani hubungan ini, aku hanya ingin lari dari kekesalanku kepada kekasihku, atau aku menunggunya sampai benar-benar mengingatku. Aku masih menghubungi kekasihku tiap minggu saat aku pulang. Tapi kembali respons yang dia berikan tak pernah menyenangkanku. Aku terluka dan ku katakan padanya untuk mengakhiri hubungan saja.</p>
<p>Aku akhirnya bisa menerima cinta seniorku dengan sepenuhnya. Hubungan kami berjalan lancar di asrama yang tanpa pengawasan orang tua. Dengan teman-teman yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda, aku berkawan. Dan pergaulan yang ku lihat dari teman-teman maupun seniorku yang lainnya, jadilah peluk dan cium adalah hal wajar bagiku.</p>
<p>Sebutlah namanya Aro, seniorku itu, sudah memasuki tahun ke-2 dan aku beru menginjak tingkat 1 saat kami berpacaran. Selama 1 tahun hubungan kami di asrama, tak pernah ada halangan yang berarti bagi kami. Aro memang sering selingkuh dariku, tapi aku tak pernah merasa terlalu cemburu. 24 jam sehari dan 5 hari seminggu, setidaknya dia akan selalu bersamaku. Di tambah lagi jarak rumahnya yang jauh dari asrama, menbuatnya jarang pulang dan aku sering menemaninya. Praktis, hanya aku yang mengisi sebagian besar hari-harinya.</p>
<p>Semakin hari, aku makin tak bisa melepaskan dia. Hingga saatnya dia akan keluar dari kampus untuk praktek langsung di kapal niaga. Bulan-bulan terakhir, makin mendekatkan kami. Yang akhirnya jadi bencana bagiku.</p>
<p>Untuk acara perpisahan sementara kami, dia mengajakku jalan-jalan ke satu kota. Aku menurut saja. Dan di hari pesiar kami, aku tak pulang ke rumah, tapi ikut dia ke kota tersebut. Bodohnya aku yang terlalu mencintai dia. Sampai ku berikan semua untuknya di malam itu. Di sela dinginnya malam. Di dingin pagi yang menggigit&#8230; berulang kali kami melakukannya.</p>
<p>Habis waktu pesiar, kami kembali ke asrama lagi. Bulan selanjutnya Aro akan habiskan waktunya di kapal. Dia berjanji kan selalu menghubungiku. Aku diam-diam menyembunyikan HP agar aku bisa tetap berkomunikasi dengannya.</p>
<p>Aku katakan padanya, sebelum dia keluar dari asrama bahwa aku ingin memakai jilbab untuk melindungi diriku dari lelaki lain dan berjanji setia padanya. Dia mendukungku dan berjanji kan setia padaku. Aku kembali mempercayainya.</p>
<p>Dua bulan pertama, komunikasi kami berjalan lancar. Tapi bulan ke-3 tidak begitu. Dia mulai jarang menghubungiku dan puncaknya memutuskan aku. Beberapa temanku mencoba menghiburku dan menyelidiki Aro atas keputusannya. Hasilnya? Aro memiliki kekasih lain. Saat dia tak lagi bisa bersamaku 24 jam sehari dalam 5 hari seminggu.</p>
<p>Sebetulnya aku tak terlalu kaget.. aku pun sudah mengira. Tapi aku masih tetap tak percaya dia tega meninggalkan aku setelah semua yang di dapatnya. Aku marah, benci sekaligus rindu. Perasaanku campur aduk. Di saat seperti itu aku rindu rumah, rindu Ibu Bapakku, aku merasa berdosa kepada mereka.</p>
<p>Dan di tengah kegalauan jiwaku, entahlah tiba-tiba aku menemukan kembali damaiku yang sempat jauh terlepas dariku, melalui jilbab yang telah ku pakai. Aku habiskan waktuku untuk kembali beribadah dan belajar. Aku buang jauh-jauh pikiran tentang cinta. Nilai akademikku perlahan meningkat.</p>
<p>Saat aku fokus hanya pada ilmu, beberapa teman lelaki mencoba menarik hatiku. Tapi aku terlanjur hancur dan begitu membenci lelaki, aku tak pernah memberi respons atas perhatian mereka. Mungkin itu menyakiti hati mereka dan perlahan mereka menjauhiku. Aku tenang dan senang.</p>
<p>Lama aku memilih sendiri. Tak memikirkan tentang cinta. Tenggelam dalam kehidupan egoisku yang menenangkan dan damai. Kembali sholat 5 waktu dengan mencoba sepenuhnya. Hidup yang seperti itu, benar-benar memberiku kedamaian. Sampai hari ini.</p>
<p>Semoga pengalaman hidupku ini berguna bagi teman-teman wanita yang lain&#8230; amin.<br />
***<br />
<br style="”height: 4em”;" /><br />
<strong><em>Seperti yang diceritakan kawan Velen kepada redaksi ceritacurhat.com. Punya pengalaman atau cerita hidup yang menarik untuk di share ke pembaca yang lain? tulis dan <a title="Kirim Cerita" href="http://www.ceritacurhat.com/kirim-cerita.htm">kirim cerita anda disini</a>.</em></strong></p>
<div style='clear:both'></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritacurhat.com/kekasihku-berkhianat-setelah-kuserahkan-semuanya.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selingkuh Dengan Suami Orang</title>
		<link>http://www.ceritacurhat.com/selingkuh-dengan-suami-orang.htm</link>
		<comments>http://www.ceritacurhat.com/selingkuh-dengan-suami-orang.htm#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 06:45:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritacurhat.com/?p=1958</guid>
		<description><![CDATA[Asalamualaikum&#8230; maaf sebelumnya kalau cerita ini membuat semua orang sakit hati dan benci kepadaku. Aku seorang istri dan Ibu dari seorang anak perempuan yang sekarang berusia 7 tahun. Aku menikah pada tahun 1995 dan baru punya anak tahun 2004. Aku dan suami termasuk pacaran cukup lama sekitar 5 tahun. Di awal pernikahan aku merasa bahagia.. dan bahkan sangat bahagia meskipun saat itu kami belum di karuniai anak. Suami sangat mencintaiku sampe sekarang. Aku bekerja di suatu perusahaan, di kantor aku tahu banyak yang suka denganku tapi aku selalu berusaha tidak menanggapi mereka, aku tidak ingin mengkhianati suamiku, apalagi aku termasuk orang yang benci dengan perselingkuhan. Pada tahun 1998 aku berhenti kerja karena perusahaan tempatku bekerja bangkrut terkena imbas krisis moneter. Sejak itu, aku hanya menjadi ibu rumah tangga yang sehari-hari hanya mengurus anak dan suami. Meskipun penghasilan suamiku bisa dibilang sangat kurang, aku tetap berusaha cukup dan tidak meminta macam-macam. Pada tahun 2002 adik iparku menawarkan pekerjaan di kantornya, perusahaan tersebut milik sepupu suamiku jadi kupikir tidak apa, dan lagi pula dengan bekerja aku bisa membantu suamiku mencari uang tambahan untuk keperluan keluarga. Sejak bekerja lagi, kondisi ekonomu keluargaku bisa dibilang membaik, meskipun tidak semua tapi bisa dikatakan 80% pengeluaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asalamualaikum&#8230; maaf sebelumnya kalau cerita ini membuat semua orang sakit hati dan benci kepadaku.</p>
<p>Aku seorang istri dan Ibu dari seorang anak perempuan yang sekarang berusia 7 tahun. Aku menikah pada tahun 1995 dan baru punya anak tahun 2004. Aku dan suami termasuk pacaran cukup lama sekitar 5 tahun.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1960" title="selingkuh" src="http://www.ceritacurhat.com/wp-content/uploads/2011/12/selingkuh.gif" alt="Cerita selingkuh" width="300" height="225" />Di awal pernikahan aku merasa bahagia.. dan bahkan sangat bahagia meskipun saat itu kami belum di karuniai anak. Suami sangat mencintaiku sampe sekarang.</p>
<p>Aku bekerja di suatu perusahaan, di kantor aku tahu banyak yang suka denganku tapi aku selalu berusaha tidak menanggapi mereka, aku tidak ingin mengkhianati suamiku, apalagi aku termasuk orang yang benci dengan perselingkuhan.</p>
<p>Pada tahun 1998 aku berhenti kerja karena perusahaan tempatku bekerja bangkrut terkena imbas krisis moneter. Sejak itu, aku hanya menjadi ibu rumah tangga yang sehari-hari hanya mengurus anak dan suami. Meskipun penghasilan suamiku bisa dibilang sangat kurang, aku tetap berusaha cukup dan tidak meminta macam-macam.</p>
<p>Pada tahun 2002 adik iparku menawarkan pekerjaan di kantornya, perusahaan tersebut milik sepupu suamiku jadi kupikir tidak apa, dan lagi pula dengan bekerja aku bisa membantu suamiku mencari uang tambahan untuk keperluan keluarga.</p>
<p>Sejak bekerja lagi, kondisi ekonomu keluargaku bisa dibilang membaik, meskipun tidak semua tapi bisa dikatakan 80% pengeluaran rumah tangga aku yang tanggulangi. Kadang aku resah melihat suamiku tapi kupikir mungkin rejekinya yang belum datang, jadi aku tetap bekerja dan berdoa semoga suamiku dapat pekerjaan yang lebih bagus lagi.</p>
<p>Pada tahun 2004, aku hamil dan melahirkan anak perempuan. Di tahun itu pula, praktis semua urusan rumah tangga aku yang urus, termasuk biaya hidup kami sekeluarga. Selama ini aku bersabar dengan semuanya tapi akhirnya aku tidak tahan, rasanya ingin berontak tapi aku bingung harus bagaimana.</p>
<p>Pada tahun 2009, bos ku memasang internet di kantor, tujuannya supaya aku dan teman-teman bisa lebih mudah berkomunikasi dengan kantor cabang di daerah. Disitulah pertama kali aku mengenal internet, dan aku mulai gila dan berkenalan dengan banyak laki-laki melalui dunia maya.</p>
<p>Diantara beberapa laki-laki yang kukenal, ada salah seorang yang menarik perhatianku, statusnya sama denganku, dia sudah punya istri dan 2 orang anak. Dia begitu perhatian dan membuatku serasa muda kembali. Mungkin aku jatuh cinta kepadanya, apalagi jika mengingat hubunganku dengan suami yang begitu gersang.</p>
<p>Sampai sekarang aku masih berhubungan dengan selingkuhanku itu, tapi beberapa minggu ini aku merasa dia berubah, dia tidak pernah lagi menelponku atau sms buat tanya kabarku. Aku pikir mungkin dia berusaha menghindar dariku. Semalam aku berdoa dan meminta kepada Allah supaya aku bisa melupakan selingkuhanku itu dan bisa kembali ke keluarga kecilku. Aku sudah banyak berbuat salah dan sudah mengkhianati suami dan anakku.</p>
<p>Aku berharap doa dari teman-teman pembaca ceritacurhat.com supaya aku bisa menjalani kehidupan keluargaku kembali seperti dulu dan menjadi keluarga yang sakinnah mawaddah dan warohhma.. amien.<br />
***<br />
<br style="”height: 4em”;" /><br />
<strong><em>Seperti yang diceritakan saudara Dini kepada redaksi ceritacurhat.com. Punya pengalaman atau cerita hidup yang menarik untuk di share ke pembaca yang lain? tulis dan <a title="Kirim Cerita" href="http://www.ceritacurhat.com/kirim-cerita.htm">kirim cerita anda disini</a>.</em></strong></p>
<div style='clear:both'></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritacurhat.com/selingkuh-dengan-suami-orang.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>31</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kutinggalkan Selingkuhanku Demi Anak</title>
		<link>http://www.ceritacurhat.com/kutinggalkan-selingkuhanku-demi-anak.htm</link>
		<comments>http://www.ceritacurhat.com/kutinggalkan-selingkuhanku-demi-anak.htm#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Dec 2011 12:38:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritacurhat.com/?p=1951</guid>
		<description><![CDATA[Aku cowok terlahir 1976 yang lalu, tahun 2000 adalah awal perkenalanku dengan HM (teman satu kerja). Semula hubungan kami biasa saja, tapi makin lama kita makin dekat dan sangat akrab. Saat itu aku sudah memiliki kekasih dan akan menikah. Entahlah, tapi hubunganku dengan HM semakin akrab, kepada tunanganku aku menyebut HM sebagai sahabat. Awal tahun 2004 akhirnya aku menikah dengan tunanganku, HM bahkan hadir di pesta pernikahanku itu. 9 bulan kemudian anak pertamaku lahir. Barangkali karena telah berpacaran cukup lama, hubunganku dengan isteriku biasa saja, bahkan bisa dikatakan tidak mesra. Pada tahun 2006, aku dipindahkan ke divisi kerja HM, perpindahan posisi ini membuatku sangat senang dan kembali bergairah, tanpa sadar aku makin dekat dengan HM. Masih kuingat bulan April tahun itu aku menyatakan cintaku ke HM, dan tanpa kuduga HM juga menyukaiku dan menerima cintaku. Sejak saat itu aku semakin mesra dengan HM, kemana-mana kami selalu bersama, bahkan pulang pergi kerja aku yang menjemputnya&#8230; aku sampai cuek dengan isteriku sendiri. Aku merasa sangat bahagia apabila berada dekat dengan HM, dia begitu perhatian dan pintar, aku sangat mencintainya, sampai saat inipun aku masih sangat sayang. Kisah perselingkuhanku hanya bertahan satu tahun. Tahun 2007, affairku ketahuan istriku, rumah tanggaku seakan mau runtuh sejak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku cowok terlahir 1976 yang lalu, tahun 2000 adalah awal perkenalanku dengan HM (teman satu kerja). Semula hubungan kami biasa saja, tapi makin lama kita makin dekat dan sangat akrab. Saat itu aku sudah memiliki kekasih dan akan menikah. Entahlah, tapi hubunganku dengan HM semakin akrab, kepada tunanganku aku menyebut HM sebagai sahabat.</p>
<p>Awal tahun 2004 akhirnya aku menikah dengan tunanganku, HM bahkan hadir di pesta pernikahanku itu. 9 bulan kemudian anak pertamaku lahir. Barangkali karena telah berpacaran cukup lama, hubunganku dengan isteriku biasa saja, bahkan bisa dikatakan tidak mesra.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1953" title="menyesal" src="http://www.ceritacurhat.com/wp-content/uploads/2011/12/menyesal-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></p>
<p>Pada tahun 2006, aku dipindahkan ke divisi kerja HM, perpindahan posisi ini membuatku sangat senang dan kembali bergairah, tanpa sadar aku makin dekat dengan HM. Masih kuingat bulan April tahun itu aku menyatakan cintaku ke HM, dan tanpa kuduga HM juga menyukaiku dan menerima cintaku. Sejak saat itu aku semakin mesra dengan HM, kemana-mana kami selalu bersama, bahkan pulang pergi kerja aku yang menjemputnya&#8230; aku sampai cuek dengan isteriku sendiri.</p>
<p>Aku merasa sangat bahagia apabila berada dekat dengan HM, dia begitu perhatian dan pintar, aku sangat mencintainya, sampai saat inipun aku masih sangat sayang. Kisah perselingkuhanku hanya bertahan satu tahun. Tahun 2007, affairku ketahuan istriku, rumah tanggaku seakan mau runtuh sejak isteriku tau kalo aku berselingkuh.</p>
<p>Aku bingung.. bahkan sangat bingung, apakah aku harus bercerai dan memilih menikah dengan HM? jika mengikuti ego mungkin sudah kuceraikan istriku tapi yang selalu terpikir olehku adalah nasib anakku. Aku sudah punya anak dan aku tidak mau anakku terganggu mentalnya gara-gara orang tuanya bercerai. Akhirnya aku memilih mempertahankan rumah tanggaku dan kembali ke istriku.</p>
<p>Pada tahun 2007 itu juga aku mulai sering bertengkar dengan HM, apapun bisa jadi masalah, berkali &#8211; kali aku dan HM mencoba untuk berpisah, tapi hati tetap tidak mau, terasa begitu sulit. Kalau dua hari saja tidak ketemu atau tidak dengar suaranya aku merasa sangat tersiksa dan sangat kangen.</p>
<p>Tapi apabila teringat dengan anak, maka perasaan kangen jadi hilang dan membuatku sangat ingin berpisah dengan HM. HM begitu kuat pengaruhnya dalam diriku, buatku dialah satu-satunya cewekku yang terbaik, seandainya aku belum punya anak, aku pasti menikahinya.</p>
<p>Ahirnya di tahun 2008 tepatnya di awal september, dengan berbagai cara dan perasaaan yang sangat bersalah aku memutuskan untuk pisah dengan HM, dengan berbagai cara yang aku buat-buat. Meskipun dalam hati kecilku aku tidak mau pisah tapi keadaanlah yang mengharuskannya.</p>
<p>Aku sangat sayang dengan HM, sampai saat inipun aku sangat menyayanginya. Aku sangat menyesali dengan apa yang telah aku lakukan kepada HM, aku telah menyakitinya. Aku berharap HM mau memaafkan aku. Aku masih bermimpi suatu saat aku kan bersama lagi dengan HM, dengan kondisi yang sangat membahagiakan.<br />
***<br />
<br style="”height: 4em”;" /><br />
<strong><em>Seperti yang diceritakan saudara Idris kepada redaksi ceritacurhat.com. Punya pengalaman atau cerita hidup yang menarik untuk di share ke pembaca yang lain? tulis dan <a title="Kirim Cerita" href="http://www.ceritacurhat.com/kirim-cerita.htm">kirim cerita anda disini</a>.</em></strong></p>
<div style='clear:both'></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritacurhat.com/kutinggalkan-selingkuhanku-demi-anak.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya Tidak Berdaya Sebagai Suami</title>
		<link>http://www.ceritacurhat.com/saya-tidak-berdaya-sebagai-suami.htm</link>
		<comments>http://www.ceritacurhat.com/saya-tidak-berdaya-sebagai-suami.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 19:19:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritacurhat.com/?p=1945</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin pengalaman saya ini banyak di alami oleh suami-suami yang lain, karena itu tidak ada salahnya jika saya curhat disini, siapa tahu ada masukan berarti dari pembaca yang lain. Awal kisahnya saat beberapa tahun silam saat terjadi krisis moneter pertama dimana saya terpaksa berhenti bekerja karena perusahaan tempat saya bekerja gulung tikar dan semua karyawannya termasuk saya di berhentikan. Permasalahan saya dan keluarga dimulai ketika istri saya dengan bijaknya mulai membantu mencari nafkah dengan mengirim lamaran ke banyak perusahaan, dan dengan mudahnya dia mendapat pekerjaan.. cobaan-cobaan dalam keluargaku pun dimulai. Sebenarnya saya sangat berterima kasih pada istri karena sudah menanggung hidup saya dan anak saya.. tapi sebagai pihak yang menopang ekonomi keluarga, istri saya menjadi tinggi hati dan semakin berkuasa di rumah, saya sebagai suami sudah tidak berdaya lagi.. saya di anggap tidak punya hak untuk mengatur istri saya&#8230; Walaupun sebenarnya saya tidak 100%  di tanggung istri karena sayapun sedikit-sedikit masih bekerja meski dengan penghasilan yang tidak banyak, itu pun dengan sistem kontrak, jadi setelah masa kontrak selesai, saya kembali nganggur, sampai sekarang saya masih bekerja serabutan dan tetap mendapatkan uang tapi menurut istri saya, uang yang saya dapatkan nggak ada apa-apanya di bandingkan gajinya yang manager. Sedihnya, sejak itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin pengalaman saya ini banyak di alami oleh suami-suami yang lain, karena itu tidak ada salahnya jika saya curhat disini, siapa tahu ada masukan berarti dari pembaca yang lain.</p>
<p>Awal kisahnya saat beberapa tahun silam saat terjadi krisis moneter pertama dimana saya terpaksa berhenti bekerja karena perusahaan tempat saya bekerja gulung tikar dan semua karyawannya termasuk saya di berhentikan.</p>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1946" title="suami" src="http://www.ceritacurhat.com/wp-content/uploads/2011/12/suami-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></p>
<p>Permasalahan saya dan keluarga dimulai ketika istri saya dengan bijaknya mulai membantu mencari nafkah dengan mengirim lamaran ke banyak perusahaan, dan dengan mudahnya dia mendapat pekerjaan.. cobaan-cobaan dalam keluargaku pun dimulai.</p>
<p>Sebenarnya saya sangat berterima kasih pada istri karena sudah menanggung hidup saya dan anak saya.. tapi sebagai pihak yang menopang ekonomi keluarga, istri saya menjadi tinggi hati dan semakin berkuasa di rumah, saya sebagai suami sudah tidak berdaya lagi.. saya di anggap tidak punya hak untuk mengatur istri saya&#8230;</p>
<p>Walaupun sebenarnya saya tidak 100%  di tanggung istri karena sayapun sedikit-sedikit masih bekerja meski dengan penghasilan yang tidak banyak, itu pun dengan sistem kontrak, jadi setelah masa kontrak selesai, saya kembali nganggur, sampai sekarang saya masih bekerja serabutan dan tetap mendapatkan uang tapi menurut istri saya, uang yang saya dapatkan nggak ada apa-apanya di bandingkan gajinya yang manager.</p>
<p>Sedihnya, sejak itu istri saya sudah beberapa kali berkhianat. Istri saya mulai berani berselingkuh dengan laki-laki lain yang selevelnya dan selama beberapa kali itu pula ketahuan oleh saya tapi tetap saja saya nggak punya hak untuk memarahi istri saya.</p>
<p>Pernah satu waktu saya tinggalkan istri saya saking sudah tidak bisa menahan sakit hati, tapi malah anak saya yang jatuh sakit di rumah, sampai sekarangpun masalah saya nggak ada akhirnya, dan mungkin nggak akan berakhir kalau saya belum bisa melebihi istri saya dalam segala hal dan ini membuat saya tambah stress walaupun saya masih tetap berusaha dan berdoa tapi kesabaran sayapun sudah mulai terkikis saya sudah putus asa menghadapi situasi sulit ini.<br />
***<br />
<br style="”height: 4em”;" /><br />
<strong><em>Seperti yang diceritakan saudara Rahmin kepada redaksi ceritacurhat.com. Punya pengalaman atau cerita hidup yang menarik untuk di share ke pembaca yang lain? tulis dan <a title="Kirim Cerita" href="http://www.ceritacurhat.com/kirim-cerita.htm">kirim cerita anda disini</a>.</em></strong></p>
<div style='clear:both'></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritacurhat.com/saya-tidak-berdaya-sebagai-suami.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persahabatan Yang Hilang</title>
		<link>http://www.ceritacurhat.com/persahabatan-yang-hilang.htm</link>
		<comments>http://www.ceritacurhat.com/persahabatan-yang-hilang.htm#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 18:32:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[kisah nyata]]></category>
		<category><![CDATA[persahabatan]]></category>
		<category><![CDATA[smp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritacurhat.com/?p=1931</guid>
		<description><![CDATA[Masuk tahun ajaran baru memang sangat menyenangkan bukan? apalagi kalau udah masuk sekolah yang tingkatnya lebih tinggi. Sekolah baru, teman baru, hal-hal baru, semua serba baru. Sungguh menyenangkan, aku sangat senang. Perkenalkan, namaku Krita (nama samaran), umur 13 tahun sekarang udah kelas 1 SMP .Aku senang udah jadi anak SMP. Padahal rasanya baru kemarin aku masuk SD&#8230; hihihiii&#8230; Aku masuk sekolah yang bisa dikatakan sekolah favorit dan cukup elite. Hampir semua anak murid disini yang pintar-pintar dan dari kalangan berkelas. Aku sempat sedikit kaget saat pertama kali datang ke sekolah ini.Beda banget dari SD ku yg bisa dikatakan sederhana. Sekolah ini luas banget !!! Walau kelas nya ngk bertingkat seperti gedung-gedung sekolah pada umumnya,tapi luasnya bukan main, lapangan nya.. wuihh.. mantap.. taman \nya juga banyak bunga.. ckckckkckkk. Yah begitu lah sekolah baru ku teman. EEiiit,, sekolah baru, udah ku kenalin kan? nah sekarang ku akan ceritakan tentang pertemuanku dengan sahabat di smp ku.. begini ceritanya. Pertama masuk sekolah, di hari senin yang cerah. Aku mondar-mandir di depan toilet. Aku belum tau aku masuk kelas mana. Saat itu aku hanya sendirian ke sekolah karena orang tua nggak sempat nemenin aku. Iri juga sih ngelihat yg lainnya di dampingi orang tua, tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masuk tahun ajaran baru memang sangat menyenangkan bukan? apalagi kalau udah masuk sekolah yang tingkatnya lebih tinggi. Sekolah baru, teman baru, hal-hal baru, semua serba baru. Sungguh menyenangkan, aku sangat senang.</p>
<p>Perkenalkan, namaku Krita (nama samaran), umur 13 tahun sekarang udah kelas 1 SMP .Aku senang udah jadi anak SMP. Padahal rasanya baru kemarin aku masuk SD&#8230; hihihiii&#8230;</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1935" title="persahabatan-hilang" src="http://www.ceritacurhat.com/wp-content/uploads/2011/12/persahabatan-hilang.gif" alt="" width="300" height="202" /></p>
<p>Aku masuk sekolah yang bisa dikatakan sekolah favorit dan cukup elite. Hampir semua anak murid disini yang pintar-pintar dan dari kalangan berkelas. Aku sempat sedikit kaget saat pertama kali datang ke sekolah ini.Beda banget dari SD ku yg bisa dikatakan sederhana. Sekolah ini luas banget !!! Walau kelas nya ngk bertingkat seperti gedung-gedung sekolah pada umumnya,tapi luasnya bukan main, lapangan nya.. wuihh.. mantap.. taman \nya juga banyak bunga.. ckckckkckkk.</p>
<p>Yah begitu lah sekolah baru ku teman. EEiiit,, sekolah baru, udah ku kenalin kan? nah sekarang ku akan ceritakan tentang pertemuanku dengan sahabat di smp ku.. begini ceritanya.</p>
<p>Pertama masuk sekolah, di hari senin yang cerah. Aku mondar-mandir di depan toilet. Aku belum tau aku masuk kelas mana. Saat itu aku hanya sendirian ke sekolah karena orang tua nggak sempat nemenin aku. Iri juga sih ngelihat yg lainnya di dampingi orang tua, tapi ya sudahlah, ku kan bukan anak kecil lagi.</p>
<p>Setelah lama menunggu akhirnya guru membukakan pintu masuk kelas 7C sampai 7F. Semua orang berebutan pengen lihat, mereka pengen tau anak nya ada di kelas mana. Aku jadi sulit untuk melihat daftar nama yg di terima di kelas tersebut. Waktu udah sepi, dengan segera aku melihat dengan teliti.Hemmmm.. mana nama ku ya? Aha. mungkin di kelas 7D..atau 7E&#8230;atau mungkin 7F.. dengan segera ku beranjak pergi dan melihat satu persatu kertas pengumuman di masing-masing kelas.</p>
<p>Nama ku kok juga nggak ada? mana namaku? kok nggak ada? Tak berapa lama terdengar bahwa kelas 7A dan 7B telah di buka, aku segera berlari pergi meninggalkan klas 7f itu. Langkah kaki ku sempat terhenti di depan kelas 7C, sempet nggak yakin, apa mungkin aku masuk kelas itu? itu kan kelas anak-anak pinter. Masa sih aku? ah.. coba liat aja dulu deh.<br />
Ha ?sampai-sampai di klas 7B juga nggak ada? tinggal satu kelas, kelas 7A? waah pikiran ku mulai kacau. Kelas A, kelas terkenal karena anak-anak murid terpintar di sana. Aku kan nggak pintar-pintar amat. Lihat aja deh.</p>
<p>Nafasku seakan hilang, detak jantungku berdebar-debar dengan kerasnya, air mataku mau tumpah. Sesak rasanya. Tiba-tiba Hp ku berdering, dari Ibu ku, &#8220;gimana,mbak? masuk kelas apa?&#8221;, rasanya tak dapat ku sebutkan tapi harus ku jawab.</p>
<p>&#8220;bu&#8230; Ita.. hiks&#8230;&#8221;. &#8220;Lho kok nangis?&#8221;, &#8220;Ita masuk kelas A bu &#8220;kataku sambil menangis bahagia, &#8220;alhamdulillah. selamat ya mbak&#8221; kata ibuku..</p>
<p>Hari yang membahagiakan.. Waktu lagi MOS, ku di ajak ngobrol dengan anak cewek, namanya Rena (nama samaran), baik banget anaknya, imut, badannya lebih kecil dari aku, dia temen pertama ku di SMP, dan dia temen sebangku pertama di SMP.</p>
<p>Karena kami udah begitu dekat kami pun udah jadi sahabat. Dia sahabat pertama di SMP, dia termasuk pintar di kelas. Aku sih kalah jauh dengan dia. Aku sempet minder dan ngerasa ngk pantas jadi sahabat dia, karena aku nggak pinter kayak dia, dan.. saat itulah ku dengar kata-kata yang terdengar indah di kupingku, &#8220;sahabat nggak di lihat dari kaya ato miskin, pintar ato ngk..itu nggak penting dalam persahabatan, kita hanya perlu saling percaya dan menjaga hubungan persahabatan kita.. dan kita juga harus dapat menerima sahabat apa adanya.. kita akan selalu tetep jadi sahabat&#8221;</p>
<p>Senang nya aku saat mendengar kata-katanya itu. Ku akhirnya tau arti sahabat itu sesungguhnya. Cukup banyak yang dapat ku pelajari dari kata-katanya untukku. Dia membuat ku kembali bersemangat menjalani hari-hariku. Terima kasih Rena.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, ku mendapatkan banyak sahabat, mereka bernama, Wini, Lila, Sisca (nama samaran).. kami menjadi 5 sahabat.. tapi, aku paling deketnya dengan Wini dan Rena. Saking akrab nya kami bertiga,kami sampai les di tempat les yg sama. Biar kompak gitu. hehehehhehehhhee. Kadang kami bertiga membeli barang yang sama.<br />
Dan aku masih ingat, setiap hari jumat kami bertiga nonton film bareng di rumah Wini. Dan yang sangat ku ingat kami punya buku DIARY bersama-sama. Yaitu buku diary yang hanya kami bertiga yang menulis dan membacanya. Kami merasa sangat dekat karena DIARY itu. Seruu deh.</p>
<p>Setiap detik kebersamaan kami, aku selalu meresapinya, kehangatan yang takkan terlupakan, kehangatan nyata .. kasih sayang yang nyata.. bukan dari pacar ku.. atau orang yang sedarah dengan ku. Tak punya hubungan darah, sama sekali tidak. Tapi kehangatan yang tercipta dari persahbatan kami, benar-benar nyata. Dan rasanya, aku sama sekali nggak mau kehangatan ini berakhir. Nggak mau, sama sekali nggak mau.</p>
<p>Pada saat ulang tahun ku, aku nggak tau harus mengatakan apa. Entah hari terindah atau menyedihkan. Mau tau kenapa?</p>
<p>1. pada siang harinya ku merayakan ulang tahun ku bersama Wini, Rena, dan sisca. Terasa begitu menyenangkan. Dan lagi, Wini memberikan ku boneka yang di tangkapnya sendiri pada saat main di game center. Rena juga memberikan boneka hasil tangkapannya untukku, Rena bilang itu boneka kesayangannya, dan aku boleh memilikinya. Betapa bahagianya aku saat itu&#8230; mendapatkan boneka yang tak ternilai harganya dari sahabatku. Aku semakin sayang sama mereka.</p>
<p>2. Saat les, Wini bilang 3 hari setelah hari ulang tahun ku, dia akan berangkat ke Madiun. Karena papanya akan tugas di sana. Aku sedih banget dengarnya. Ingin nangis, tapi itu hanya akan buat Wini kebingungan dan khawatir. Aku nggak mau Winni jadi nggak tenang pergi ke Madiun. Nggak!!! Nggak boleh nangis, ayo tersenyum Krita!!! Kamu pasti bisa,&#8221; hehehehehe&#8230; Hati-hati di sana ya, bawa oleh-oleh kalau main ke sini lagi ya ,awas kalau kamu lupa ma aku. ku ulek-ulek ntar mukamu.. hehehhee&#8221; kataku sambil tersenyum bercanda. &#8220;ahahahhaa..wokee bos..sip!!!&#8221; dia pun tersenyum. Aku pun lega.</p>
<p>Saat hari terakhir, Aku, Rena, dan Wini menghabiskan waktu ke sekolah, melihat matahari terbenam di lapagan sekolah.. Makan burger di depan kelas 7C. Sambil bercerita. Sambil bercanda. Sambil mengucapkan pesan-pesan buat satu sama lain.</p>
<p>Untuk kenang-kenangan, kami foto bertiga dengan latar belakang matahari mulai terbenam. Setiap memandang foto itu, ingin sekali ku kembali pada saat itu. Saat beranjak pulang, Ku peluk Wini dengan erat, seakan takut dia hilang dari hadapanku saat itu. Seakan takut takkan bisa bertemu dangannya lagi.. takut ngk bisa lihat senyumannya lagi. Wini..please.. jangan tinggalkan aku. Aku mohon.</p>
<p>Kamu akan tetap jadi sahabat aku kan? iya kan Wini? Iya kan ?seakan bisa mendengar kata hatiku, Wini berkata, &#8220;tenang, kita akan selalu jadi sahabat kok, walau persahbatan kita terpisahkan. ok? pokoknya jangan nangis ya?&#8221;, aku hanya mengangguk.</p>
<p>Wini berangkat pukul 08.00, Aku dan Rena nggak sempat mengantar Wini pergi ke bandara, karena saat itu kami sedang sekolah. Tapi aku cukup senang sempat berbicara di telpon sebelum keberangkatan Wini. Rena menangis, ya itu pertama kali ku melihat Rena menangis. Dia nggak sanggup bicara dengan Wini di telpon, Rena sangat sedihh. Bukan nya aku nggak mau nangis saat Wini telpon, tapi karena Wini bilang agar aku nggak usah nangis. Kalau boleh jujur, aku malah sebenarnya bisa aja nangis lebih keras. Walau pertemuan ku dan Wini singkat, tapi rasanya kami sudah lama menjadi sahabat. Aku juga bingung kenapa bisa begitu ya? kenangan bersama Wini tak akan pernah aku lupakan. Sahabat yang berarti untukku&#8230;</p>
<p>Aku dan Rena sudah berjanji kepada Wini agar selalu bersama hingga kedatangan Wini nanti. Tapi tuhan berkehendak lain. Janji itu tak bisa di penuhi. Takkan pernah bisa lagi di penuhi.</p>
<p>Semenjak kepergian Wini, Rena sekarang lebih dekat dengan Sisca. Kadang jika aku berjalan bersama, aku seperti dianggap tak ada. Aku jadi bingung. Rena kenapa ya? kalau ku ajak bicara, dia seperti tak pedulikan ku sama sekali. Aku di acuhkan. Aku mulai merasa di jauhi sahabat ku Sendiri. Sahabat yang juga berarti buatku.</p>
<p>Sikap Rena kepadaku semakin manjadi-jadi, dia sering kirim s.a tentang kekesalan dia dengan seseorang, aku tau ,s.a dia untukku. Aku sadari itu. Aku coba tuk minta maaf. Dia pun mau memaafkan ku.</p>
<p>Tak berselang lama, Rena mengirimnya lagi, saat itu liburan panjang, kami tak bisa bertemu dan berbicara, hanya bisa sms san.Tapi dia tetap tampak masih kesal dengan ku. Aku salah apa? aku kenapa? kenapa kamu tega katakan itu? kita sahabat kan? kataku dalam hati &#8230; aku ingin menangis rasanya.</p>
<p>Ya Allah, Krita salah apa sama Rena? sampai Rena begitu marah sama Krita? Krita nggak ngerti.. Krita udah minta maaf.. tapi knapa Rena masih marah? apa yang harus Krita perbuat agar bisa tetap menjaga persahabtan Krita ini? bagaimana Krita bisa baikan dengan Rena?</p>
<p>Saat kebingungan ku itu, itulah akhir dari persahabatan ku dengan Rena.. Rena sudah memaafkan ku. Tapi, dia berkata sudah nggak bisa bersahabat dengan ku lagi. Saat menerima sms itu, tanganku bergetar hebat. Ku genggam erat handphone ku. Rena..Rena..Rena.. jangan lakukan itu.. aku masih ingin jadi sahbat mu.. kita akan selalu bersama bukan? iyakan Rena?? itu kan katamu? RREEEENAAAA!! !jangan tinggalkan aku&#8230;</p>
<p>&#8220;Iya nggak apa-apa.. makasih ya udah maafin aku.. makasih buat semua nya Ren.. met malem&#8221;, ya itu jawaban dari ku. Aku udah nggak sanggup.</p>
<p>10 menit setelah ku balas sms Rena, ku menelpon Winni, &#8221;Winni,maafin aku.. aku dan Rena udah bukan sahabta lgi. Kami bertengkar. Maafin aku Wini, ini semua salah aku.. salah aku yang nggak bisa jaga persahabatan.. salah aku yang nggak pernah mengerti kamu dan Rena,, salahku&#8230;&#8221;, aku sudah nggak ingat lagi apa yang ku katakan saat itu, yang ku ingat hanya tangisanku dan suara Wini yang mencoba menenangkan ku.</p>
<p>Hari pun berganti&#8230; kenangan masa lalu yang takkan ku lupakan ..<br />
Sekarang aku sudah punya sahabat baru dan begitupun Rena..<br />
Walau persahabatan kita hilang, tapi bagiku Rena masih sahabat ku..</p>
<p>Buat Rena: andai kamu baca cerita ini, apa perasaanmu? apa yg kamu rasakan? maaf jika kamu marah.. tapi aku hanya ingin mengatakan hal yang sejujurnya..</p>
<p>Buat Winy: kamu selalu sejukkan hatiku, selalu ada saat aku butuhkan kamu, walau kita nggak bisa bertemu.. kita akan tetap jadi sahabat. .aku selalu menunggu kedatanganmu, selalu ku tunggu.. akan ku jaga persahabatan kita berdua.</p>
<p>Aku sayang Rena dan Wini seperti saudara ku sendiri. Begitu juga sahabat ku yang lain.. I love you my best friend.<br />
***<br />
<br style="”height: 4em”;" /><br />
<em>Seperti yang diceritakan Krita kepada redaksi ceritacurhat.com. Punya pengalaman atau cerita hidup yang menarik untuk di share ke pembaca yang lain? <a title="Kirim Cerita" href="http://www.ceritacurhat.com/kirim-cerita.htm">tulis dan kirim cerita anda disini</a>.</em></p>
<div style='clear:both'></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritacurhat.com/persahabatan-yang-hilang.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tergoda Cinta Yang Lain</title>
		<link>http://www.ceritacurhat.com/tergoda-cinta-yang-lain.htm</link>
		<comments>http://www.ceritacurhat.com/tergoda-cinta-yang-lain.htm#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Oct 2011 16:31:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritacurhat.com/?p=1917</guid>
		<description><![CDATA[Namaku Ayu, aku punya cerita yang ingin kubagi ke semua pembaca ceritacurhat.com, semoga ceritaku ini bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya. Sebelumnya, aku adalah seorang wanita yang sangat beruntung. Aku berasal dari keluarga yang berkecukupan, karir yang memuaskan dan punya kekasih yang sangat mencintaiku.. mau melakukan semuanya untukku. Namanya Dean, dia adalah calon suamiku. Bersama Dean, kekasihku itu, aku selalu merasa menjadi seorang wanita yang paling sempurna, aku diperlakukannya bagai seorang puteri. Namun satu hal dari Dean yang sangat membebaniku selama 2 tahun bersamanya, dia amat sangat pencemburu. Awalnya aku anggap biasa saja, wajar jika dia cemburu itu artinya dia sayang padaku. Tapi sekarang sikap cemburunya itu yang menjadi masalah besar dalam hidupku. Di kantorku, aku mendapatkan karir yang lumayan bagus dan mendapatkan kepercayaan yang penuh dari bos untuk menyelesaikan proyek besar perusahaan. Bos ku sangat baik dan professional, tapi Dean sangat membencinya dan tidak menyukai pekerjaanku itu, alasannya karena aku sering kontak dengan bos ku. Berkali-kali dia meminta ku untuk keluar dari perusahaan tempatku bekerja, dan sebagai gantinya aku akan di rekomendasikan ke perusahaannya. Aku menerimanya, meskipun keluarga tidak mendukung aku tetap menuruti saran kekasihku. Seminggu, dua minggu, ku tunggu hingga sebulan belum ada kabar juga dari perusahaan tempat Dean bekerja. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1919" title="cinta yang lain" src="http://www.ceritacurhat.com/wp-content/uploads/2011/11/cinta-yang-lain.jpg" alt="" width="240" height="200" />Namaku Ayu, aku punya cerita yang ingin kubagi ke semua pembaca ceritacurhat.com, semoga ceritaku ini bermanfaat dan dapat diambil hikmahnya.</p>
<p>Sebelumnya, aku adalah seorang wanita yang sangat beruntung. Aku berasal dari keluarga yang berkecukupan, karir yang memuaskan dan punya kekasih yang sangat mencintaiku.. mau melakukan semuanya untukku. Namanya Dean, dia adalah calon suamiku.</p>
<p>Bersama Dean, kekasihku itu, aku selalu merasa menjadi seorang wanita yang paling sempurna, aku diperlakukannya bagai seorang puteri. Namun satu hal dari Dean yang sangat membebaniku selama 2 tahun bersamanya, dia amat sangat pencemburu. Awalnya aku anggap biasa saja, wajar jika dia cemburu itu artinya dia sayang padaku. Tapi sekarang sikap cemburunya itu yang menjadi masalah besar dalam hidupku.</p>
<p>Di kantorku, aku mendapatkan karir yang lumayan bagus dan mendapatkan kepercayaan yang penuh dari bos untuk menyelesaikan proyek besar perusahaan. Bos ku sangat baik dan professional, tapi Dean sangat membencinya dan tidak menyukai pekerjaanku itu, alasannya karena aku sering kontak dengan bos ku.</p>
<p>Berkali-kali dia meminta ku untuk keluar dari perusahaan tempatku bekerja, dan sebagai gantinya aku akan di rekomendasikan ke perusahaannya. Aku menerimanya, meskipun keluarga tidak mendukung aku tetap menuruti saran kekasihku.</p>
<p>Seminggu, dua minggu, ku tunggu hingga sebulan belum ada kabar juga dari perusahaan tempat Dean bekerja. Aku mulai putus asa dan selalu disalahkan oleh pihak keluarga. Aku mengalah dan mencoba mencari pekerjaan di perusahaan lain. Dan alhamdulillah aku diterima disebuah perusahaan asing.</p>
<p>Di kantor baru ini aku mendapatkan suasana baru yang menyenangkan. Semua orang memperlakukanku dengan baik. Aku merasa nyaman berada disini. Terlebih saat aku menjadi bawahan seorang leader yang sangat ku kagumi sebelumnya. Dia sendiri yang mengajukan diri untuk menjadi leaderku. Seperti sedang bermimpi. Cowok yang sangat ganteng, keren, dewasa, dan smart seperti dia mau menjadi leader ku.</p>
<p>Namanya Evan, awalnya aku canggung terhadapnya, tapi seiring waktu kami mulai dekat. Mengobrol kesana kemari mengenai pribadi dan keluarga masing-masing. Evan berasal dari Bali, semakin menggoda ku, karena dulu aku pernah punya impian mendapat suami yang asli dari Bali tapi beragama Islam sama sepertiku.</p>
<p>Hari pertama bekerja rasanya sangat indah bersama Evan. Dia memperlakukan ku dengan sangat baik, seperti kekasihnya sendiri yang sudah lama tidak aku rasakan saat aku bersama dengan Dean. Perhatiannya membuat hatiku luluh, bahkan untuk duduk saja dia menyiapkan kursinya untukku, ke kamar mandi pun di antar dan di jaga dari luar olehnya. Perlakuannya sangat membuat hatiku jadi galau dan melupakan segala sesuatu tentang Dean, kekasihku.</p>
<p>Terlalu asik menikmati waktu berdua dengannya di kantor, aku telambat pulang. Tak ku sangka Dean ternyata menungguku di luar kantor, belum sempat pamit, Dean menarik paksa aku untuk segera pulang. Hal itu membuatku sangat malu dan kami bertengkar di sepanjang perjalanan pulang. Perasaanku begitu cepat hilang untuknya entah karena emosi atau sudah terpengaruh perasaanku pada Revan.</p>
<p>Aku memutuskan untuk berpisah dengan Dean. Tapi dia menangis sejadi-jadinya dan berlutut padaku meminta hubungan kami untuk tetap berlanjut, tak tega maka kuterima tawarannya. Keesokan harinya karena malu aku tak mau lagi berangkat ke kantor. Aku mengundurkan diri, entah kenapa aku jadi pendiam dan sering menangis, hatiku tertinggal disana, aku sering membayangkan saat-saat bersama Evan, tak bisa terlupakan hingga kini, aku terlanjur memendam perasan pada Evan yang sangat lembut padaku. Sedangkan pada Dean, perasaanku sudah sangat berbeda, setiap hari aku selalu memarahinya, selalu mencari alasan untuk menyalahkannya, tapi Dean tetap teguh pada pendiriannya untuk mempertahankan cintanya padaku.</p>
<p>Hari-hari aku lalui seperti itu. Hingga akhirnya aku menemukan sebuah album foto yang jatuh di bawah rak buku. Ternyata itu adalah album fotoku bersama Dean saat kami masih sama-sama duduk di bangku sekolah. Air mataku menetes saat menatap wajahnya di foto yang terlihat lembut dan bahkan sebenarnya lebih tampan dari Evan.</p>
<p>Entah apa yang membuatku begitu tega menyia-nyiakan lelaki yang sangat mencintaiku yang selalu ada di sampingku hanya untuk lelaki yang baru saja aku kenal. Kini aku mengerti semuanya, aku adalah wanita terbodoh di dunia jika meninggalkan laki-laki yang sangat istimewa ini. Lelaki yang bersedia ku maki setiap hari dan mau menuruti semua mau ku termasuk berlutut di kakiku untuk meminta hatiku saat masih duduk di bangku sekolah dulu. Tak akan pernah bisa kudapatkan laki-laki seperti dia.</p>
<p>Jadi, Alhamdulillah ada hikmah yang bisa kudapat setidaknya bagi diriku sendiri dan untuk pembaca, bahwa menghargai apa yang sudah kita miliki dan menjaganya itu lebih baik di bandingkan mengejar yang tidak pasti.<br />
***<br />
<br style="”height: 4em”;" /><br />
<em>Seperti yang diceritakan Ayu kepada redaksi ceritacurhat.com. Punya pengalaman atau cerita hidup yang menarik untuk di share ke pembaca yang lain? <a title="Kirim Cerita" href="http://www.ceritacurhat.com/kirim-cerita.htm">tulis dan kirim cerita anda disini</a>.</em></p>
<div style='clear:both'></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritacurhat.com/tergoda-cinta-yang-lain.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maafkan.. Aku Mencintai Suamimu</title>
		<link>http://www.ceritacurhat.com/maafkan-aku-mencintai-suamimu.htm</link>
		<comments>http://www.ceritacurhat.com/maafkan-aku-mencintai-suamimu.htm#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Oct 2011 14:47:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritacurhat.com/?p=1894</guid>
		<description><![CDATA[Aku&#8230;. masihlah sangat sangat muda, saat ini usia ku baru 20 tahun, aku tak tau seperti apa balasan perbuatanku nanti dimasa yang akan datangg&#8230;. sejak usia 18 tahun aku jatuh cinta.. yah jatuh cinta pada usia seperti itu sangatlah wajar, namun tidak denganku, aku mencintai orang yang salah. Kini hampir 2 tahun sudah aku menjalani ini semua dan aku tak tau akan sampai kapan, sampai kapan aku akan terpuruk dalam keadaan ini, kadang aku bahagia diatas penderitaan orang lain.. tapi kadang aku juga sangat sangat menderita dalam keadaan ini&#8230;. yahhh. Semua kisahku berawal pada saat aku bekerja disebuah perusahaan swasta di kota tempatku tinggal, belum lama aku kerja disana tapi sudah membawaku ke jurang yang dalam&#8230;. bos ku yang kusegani ternyata mencintaiku, aku tak tau itu benar atau tidak, yang aku tau dia mengatakan dari mulutnya sendiri sambil menggenggam tanganku bahwa dia mencintaiku. Awalnya aku tak pernah menghiraukannya, karna aku pikir mungkin dia hanya bercanda padaku, namun seiring dengan berjalannya waktu dia semakin perhatian denganku, segala sesuatuku sering dia perhatikan, dan sampai pada saat dia menyatakan cintanya yang kedua, aku tak tau apa yang ada dipikiranku saat itu, dia menggenggam tanganku dan mengatakan lagi bahwa dia mencintaiku, dan merasa damai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-1897" title="mencintai suamimu" src="http://www.ceritacurhat.com/wp-content/uploads/2011/11/mencintai-suamimu-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" />Aku&#8230;. masihlah sangat sangat muda, saat ini usia ku baru 20 tahun, aku tak tau seperti apa balasan perbuatanku nanti dimasa yang akan datangg&#8230;. sejak usia 18 tahun aku jatuh cinta.. yah jatuh cinta pada usia seperti itu sangatlah wajar, namun tidak denganku, aku mencintai orang yang salah.</p>
<p>Kini hampir 2 tahun sudah aku menjalani ini semua dan aku tak tau akan sampai kapan, sampai kapan aku akan terpuruk dalam keadaan ini, kadang aku bahagia diatas penderitaan orang lain.. tapi kadang aku juga sangat sangat menderita dalam keadaan ini&#8230;. yahhh.</p>
<p>Semua kisahku berawal pada saat aku bekerja disebuah perusahaan swasta di kota tempatku tinggal, belum lama aku kerja disana tapi sudah membawaku ke jurang yang dalam&#8230;. bos ku yang kusegani ternyata mencintaiku, aku tak tau itu benar atau tidak, yang aku tau dia mengatakan dari mulutnya sendiri sambil menggenggam tanganku bahwa dia mencintaiku.</p>
<p>Awalnya aku tak pernah menghiraukannya, karna aku pikir mungkin dia hanya bercanda padaku, namun seiring dengan berjalannya waktu dia semakin perhatian denganku, segala sesuatuku sering dia perhatikan, dan sampai pada saat dia menyatakan cintanya yang kedua, aku tak tau apa yang ada dipikiranku saat itu, dia menggenggam tanganku dan mengatakan lagi bahwa dia mencintaiku, dan merasa damai saat berada didekat ku</p>
<p>Saat itu aku membiarkan genggaman tangannya, sampai pada saat dia memelukku dan mencium bibirku, aku hanya diam&#8230; dan aku membalas pelukan itu, saat itu aku seperti tenang di pelukannya, namun satu hal yang ada di pikiranku dan membuatku merasa bersalah&#8230; aku teringat istri dan anaknya&#8230;</p>
<p>Yahhh selama ini aku bisa di bilang dekat dengan istri dan anaknya&#8230; namun kedekatan itu yang membawaku pada jurang ini&#8230; maafkan aku Bu, AKU TAK BERMAKSUD SEPERTI ITU, SUNGGUH AKU TAK PERNAH PUNYA NIAT DEMIKIAN&#8230;</p>
<p>Setelah kejadian itu sepertinya bos ku mengganggap aku telah menerima cintanya, dia bersikap layaknya pacarku, mulai marah kalau aku chatingan dan facebookan dengan laki-laki, mulai mengatur hidup ku, hingga suatu saat, malam yang tak bisa kulupakan, aku benar-benar merasakan bahwa aku merasakan hal yang sama seperti yang dia rasakan, aku merasa cemburu pada istri dan anaknya.</p>
<p>Aku tak ingin mengikuti perasaan itu, mati-matian ku sembunyikan rasa sayangku, namun dia terus-terusan memancingku untuk mengeluarkan rasa sayang dan ungkapan sayangku, dia selalu ingin aku mengirimkan kata-kata romantis dan manis untuknya, dan itu membuatku sangat terluka, bagaimana mungkin aku harus mengirimkan puisi cinta sementara aku tak memilikinya?</p>
<p>Setiap aku mengetik kata-kata romantis untuknya, aku merasa bahagia tapi setelah itu kebahagiaanku berubah menjadi derita. Aku sempat ingin lari dari keadaan itu, namun dia terus mengejarku dan aku tak kuasa untuk menghindar. Suatu saat dia berkata apakah aku menyayanginya? dan aku jawab iya, dia berkata kalau kamu sayang sama aku kenapa kamu gak pernah mengungkapkannya dan menunjukkannya kepadaku?, dan akupun menjawab, aku mencintai kamu tapi aku tak bisa memilikimu. Aku selalu berusaha mendapatkan apa yang aku inginkan, tapi aku tidak mau dengan yang ini, tak mungkin aku tega melakukan ini pada anak dan istrimu, aku tak ingin suatu saat memiliki keinginan memilikimu, yahhh.. dia terdiam dan dia mengatakan dia malu padaku, namun tak cukup sampai disitu, dia selalu mencemburui aku kepada setiap ada laki-laki yang dekat denganku, dan hidupku semakin hari semakin diatur.</p>
<p>Sampai suatu hari aku berontak dengan keadaan ini, dia mengatakan padaku bahwa dia akan menikahi aku, dia akan mnceraikan istrinya dan akan menikah denganku, yahhh&#8230; hati wanita mana yg tidak bahagia mendengar kata-kata ingin dinikahi oleh laki-laki yang dicintainya?</p>
<p>Tapi apakah aku harus bahagia dengan perkataan itu, aku tak bisa bohong, aku sangat mengharapkan hal itu, dan aku percaya dengannya.. yah memang aku bodoh&#8230; namun tak mungkin aku menolaknya&#8230; aku mencintai dia dan aku semakin mengharapkannya&#8230; aku bahagia atas jalan hidup ku ini, aku semakin mencintainya&#8230; tapi perasaan bersalah itu selalu muncul di diriku, terkadang aku muak.. aku marah.. aku benci,, tapi tak sepatutnya aku marah pada istri dan anaknya&#8230;.</p>
<p>Aku rasa aku juga bernasib sama seperti istrinya.. aku juga adalah korban.. aku korban dari rumah tangga mereka, istrinya yang tidak bisa melayani suaminya di ranjang dengan baik membuat aku terbawa pada ini semua&#8230;. aku yg menjadi pengganti istrinya untuk memuaskan nafsunya&#8230; tapi tidak untuk rumah tangganya.</p>
<p>Maafkan aku bu&#8230; aku juga menginginkan suami.. aku tau aku salah, tapi bukan aku yang memulai dan akupun juga korban atas kemalasan ibu.</p>
<p>***<br />
<br style="”height: 4em”;" /><br />
<em>Seperti yang diceritakan saudari Blackangel ke redaksi. Punya cerita curhat untuk di bagi ke pembaca lain? <a title="Kirim Cerita" href="http://www.ceritacurhat.com/kirim-cerita.htm">Kirim tulisan anda disini.</a></em></p>
<div style='clear:both'></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritacurhat.com/maafkan-aku-mencintai-suamimu.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suamiku Berkhianat Ketika Aku Hamil Muda</title>
		<link>http://www.ceritacurhat.com/suamiku-berkhianat-ketika-aku-hamil-muda.htm</link>
		<comments>http://www.ceritacurhat.com/suamiku-berkhianat-ketika-aku-hamil-muda.htm#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Sep 2011 05:26:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[berselingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.ceritacurhat.com/?p=1855</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya aku iseng ngecek handphone suamiku, ternyata di handphonenya aku menemukan percakapan sms suamiku dengan teman kantornya di Jakarta. Kebetulan suamiku baru dipindahkan ke kantor baru di Jakarta. Dari cara mereka saling sms, aku tahu kalau mereka punya hubungan yang lebih dari sekedar pertemanan biasa. Akhirnya aku konfirmasi ke suami tentang sms tersebut dan dia bilang tidak ada hubungan apa-apa dengan perempuan itu. Itu hanya panggilan yang tidak ada arti apa-apa, katanya. Tapi hati ini rasanya lain. Aku tidak percaya dengan apa yang dikatakan suamiku. Akhirnya aku cek lagi HP-nya dan ternyata kecurigaanku terbukti. Di sana aku menemukan kalau suamiku pernah mengirim foto kepada perempuan itu dengan kata-kata yang menurut aku sangat-sangat tidak wajar. Sekali lagi aku konfirmasi kepada suamiku tentang sms tersebut dan lagi-lagi dia mengelak dan bilang kalau itu hanya iseng belaka. Aku minta suamiku untuk tidak berhubungan lagi dengan perempuan itu dan dia pun menyanggupinya bahkan dia berjanji dengan menyebut nama Allah untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Belum seminggu janji itu terucap dan masih terngiang di telingaku, ternyata aku menemukan bukti baru yang benar-benar membuat aku marah dan kecewa. Aku lemas sekali melihat bukti tersebut. Aku menemukan bukti kalau suamiku dengan perempuan itu masih berhubungan. Aku baca [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-1856" title="hamil muda suami selingkuh" src="http://www.ceritacurhat.com/wp-content/uploads/2011/10/hamil-muda-suami-selingkuh.jpg" alt="" width="133" height="200" />Awalnya aku iseng ngecek handphone suamiku, ternyata di handphonenya aku menemukan percakapan sms suamiku dengan teman kantornya di Jakarta. Kebetulan suamiku baru dipindahkan ke kantor baru di Jakarta. Dari cara mereka saling sms, aku tahu kalau mereka punya hubungan yang lebih dari sekedar pertemanan biasa.</p>
<p>Akhirnya aku konfirmasi ke suami tentang sms tersebut dan dia bilang tidak ada hubungan apa-apa dengan perempuan itu. Itu hanya panggilan yang tidak ada arti apa-apa, katanya.</p>
<p>Tapi hati ini rasanya lain. Aku tidak percaya dengan apa yang dikatakan suamiku. Akhirnya aku cek lagi HP-nya dan ternyata kecurigaanku terbukti. Di sana aku menemukan kalau suamiku pernah mengirim foto kepada perempuan itu dengan kata-kata yang menurut aku sangat-sangat tidak wajar.</p>
<p>Sekali lagi aku konfirmasi kepada suamiku tentang sms tersebut dan lagi-lagi dia mengelak dan bilang kalau itu hanya iseng belaka. Aku minta suamiku untuk tidak berhubungan lagi dengan perempuan itu dan dia pun menyanggupinya bahkan dia berjanji dengan menyebut nama Allah untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.</p>
<p>Belum seminggu janji itu terucap dan masih terngiang di telingaku, ternyata aku menemukan bukti baru yang benar-benar membuat aku marah dan kecewa. Aku lemas sekali melihat bukti tersebut.</p>
<p>Aku menemukan bukti kalau suamiku dengan perempuan itu masih berhubungan. Aku baca percakapan mereka di YM (Yahoo Messenger), suamiku nulis di chatnya &#8220;love u&#8221;, &#8220;miss u&#8221; dan panggilan &#8220;sayang&#8221; kepada perempuan itu.</p>
<p>Sungguh sakit dan terlukanya hati ini menerima kenyataan tersebut. Apalagi pada saat ini aku sedang hamil muda dan umur pernikahan kami pun baru 4 bulan. Kata orang umur pernikahan segitu masih hangat-hangatnya, tapi yang aku dapat adalah pengkhianatan suamiku.</p>
<p>Aku tanya suamiku dengan membawa bukti-bukti yang aku punya dan dia tidak bisa mengelak lagi. Tapi dia masih bisa bilang kalo diantara mereka tidak ada hubungan apa-apa. Dia bilang pada saat ini sedang ngaco. Ya ampun&#8230;., begitu mudahnya buat dia berbuat seperti itu.</p>
<p>Aku coba konfirmasi juga kepada perempuan itu. Dan jawaban dari perempuan itu benar-benar membuat aku geram. Perempuan itu bilang apa yang ada di percakapan tersebut hanya bercanda. Sekali lagi aku hanya bisa mengelus dada. Pembicaraan sensitif seperti itu dibilang hanya bercanda??? Ya Allah, di mana hati nurani perempuan itu.</p>
<p>Padahal perempuan itu jelas-jelas tahu kalau suamiku sudah menikah karena diapun hadir pada saat pernikahan kami. Sampai akhirnya aku kirimkan juga bukti percakapan mereka dan sampai saat ini perempuan itu tidak merespon bukti tersebut.</p>
<p>Kejadian itu sangat menorehkan luka yang cukup dalam di hatiku. Aku tidak tahu kapan aku bisa melupakan kejadian tersebut. Meskipun suami berjanji tidak akan mengulanginya lagi, tapi rasa percaya itu sudah hilang. Sampai saat ini aku masih menaruh curiga yang cukup besar kalau dia masih berhubungan dengan perempuan itu, apalagi sekarang dia sering ke Jakarta.</p>
<p>Sekarang aku mencoba fokus sama bayi dalam kandunganku. Kasian dede bayiku, masih dalam rahim sudah harus melihat bunda-nya menangis karena pengkhianatan ayahnya.<br />
<br style="”height: 4em”;" /><br />
**<br />
<em><strong>Seperti yang diceritakan Poerie ke redaksi. Punya curhatan dan ingin berbagi kegundahan ke pembaca ceritacurhat.com? <a title="Kirim Cerita" href="http://www.ceritacurhat.com/kirim-cerita.htm">Tulis dan kirim tulisan anda disini.</a></strong></em></p>
<div style='clear:both'></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.ceritacurhat.com/suamiku-berkhianat-ketika-aku-hamil-muda.htm/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

