Menu

Dendam telah membutakanku

Keputusanku untuk bekerja membuka jalan bagiku untuk membalas dendam ke suami. Usiaku yang masih muda dan wajah yang cantik memberi jalan bagiku untuk banyak mengenal pria-pria lain dan membuat suamiku cemburu. Dendam telah membutakan mata hatiku.

Dendam membutakankuAku seorang wanita, yang memutuskan menikah di usia muda dengan seorang pria yang usianya terpaut jauh denganku. Suamiku duda anak 2 dan kami di karuniai 1 orang anak.

Rumah tangga kami bagaikan neraka, tidak ada kehangatan dan komunikasi yang baik di antara kami. Cobaan demi cobaan yang aku hadapi membuatku murka.

Kadang aku berfikir apa karena usiaku yang belum matang membuatku merasa semua ini menjadi beban, ataukah ini semua karena kesalahan suamiku?

Sebagaimana kerasnya suamiku selalu ku terima setiap harinya, tanpa pernah sedikit pun aku membalas. Sampai akhirnya saya putuskan untuk bekerja.

Aku bekerja semata untuk melarikan diri dari kejenuhan di dalam rumah, saat itu aku mulai banyak mengenal teman dan dunia baru. Karena usiaku yang masi muda, membuat banyak pria tak menyangka bahwa aku sudah berkeluarga.

Dan kemudian aku memakai kesempatan itu untuk menghibur diri walau hanya sekedar lewat semata. Aku bekerja di salah satu distributor besar di kota B, disitu aku mengenal seseorang dari team lain.

Entah apa yang aku pikirkan saat itu, aku meng-iya-kan ajakan dia untuk jalan bersamanya. Aku mulai berubah di dalam rumah, cuek dan asik dengan hidupku sendiri.

Suamiku mulai curiga dengan perubahan sikapku, pertengkaranpun semakin menjadi jadi. Karena disisi lain, aku memang sengaja supaya suamiku tau kalo aku berselingkuh karena dengan melihat suamiku depresi, akupun merasa puas dan menang. Dendam telah membutakan mata hatiku.

***
Punya pengalaman hidup yang menarik untuk dishare ke pembaca yang lain? tulis dan kirim cerita anda disini.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *