Menu

Selingkuh Saat Istri Hamil Tua

Selingkuh itu mungkin seperti silver queen atau coklat tobleron. Kita mengunyahnya sedikit, sedikit dan sedikit lagi sampai akhirnya semuanya habis sama sekali. Begitu pula cerita perselingkuhanku dengan Harum,, dimulai dari sedikit, sedikit dan sedikit, dari hanya sekedar tegur sapa, ngobrol, curhat, makan siang dan akhirnya… seks.

selingkuh istri hamil

Aku selingkuh saat istri hamil tua

Oh Tuhan, puaskah aku ketika angan-anganku berhubungan intim dengan Harum tercapai?

Mampukah aku menghilangkan rasa yang terus datang, menagihku untuk mengulang dan mengulanginya lagi. Ah rasa itu tak bisa aku lupakan.

Angan-anganku untuk bisa dekat dengan si cantik Harum, janda muda teman kerjaku memang tercapai. Aku betul-betul terlena bersamanya, membuatku lupa kalau istriku sendiri tengah hamil tua.

Oya pembaca, perkenalkan, aku seorang pria berumur 34 tahun. Aku bekerja sebagai karyawan di sebuah bank BUMN. Aku tidak menyangka, kenakalanku, dan juga angan-anganku, bisa menjadi kenyataan. Aku berselingkuh! Sesuatu yang sebenarnya tidak aku harapkan, namun dalam benakku selalu ingin mencoba..

Kisah ini berawal ketika aku dimutasi ke daerah asalku di kota J, setelah sebelumnya aku bekerja di kota B. Ada seorang teman cewek di kantor yang menarik perhatianku, sebut saja namanya Harum. Dia cukup cantik, dan dadanya cukup besar. betul-betul menggoda imanku.

Karena kenakalanku, aku dekati dia dengan berempati. Perlu diketahui, dia sudah beranak dua (kembar pada kelahiran pertama, lewat operasi cesar). Keadaan dengan suaminya saat itu sedang goyah dan dalam proses cerai di Pengadilan Agama.

Baca juga cerita selingkuh lainnya:

Harum sering curhat ke aku, baik masalah dengan suaminya, maupun tentang materi gugatan cerainya di PA. Dari isi surat tersebut, aku tahu bahwa suaminya ringan tangan, sering memukul dan mabuk.

Pembaca sekalian, saat awal perkenalan itu, istriku baru hamil anak kedua kami. Ya, aku cinta istriku tapi aku tak kuasa menahan godaan dari si seksi Harum. Aku memang suami yang kurang ajar. Bejat.

Kedekatanku dengan Harum semakin lama semakin erat, sampai-sampai kami sering jalan berdua ketika jam kerja atau saat makan siang, bahkan kadang-kadang sepulang kerja. Aku bilang kepada istriku kalau aku masih ada kerjaan.

Suatu saat aku bersama Harum berjalan-jalan ke Pantai, dia mengaku belum pernah ke sana meski sudah sering mendengar namanya. Setelah sampai, kita menuju sebuah warung yang tutup dan duduk di bangku di depan warung tersebut.

Tak lama kemudian, Harum rebahan di pangkuanku “Aku ngantuk, aku tiduran dulu, ya?”. Dengan senang hati aku bersedia. Selama dia tidur, atau pura-pura tidur, aku mencoba memperhatikan wajah dan tubuhnya. Tak lupa aku juga mengelus-elus rambut dan wajahnya, aku beranikan diri berkata “aku ingin menciummu”. Ternyata dia bersedia, lalu kamipun berciuman di bibir dengan penuh nafsu dan lama… tetapi hanya itu, tak lama kemudian kami pulang.

Singkat cerita, usia kandungan istriku sudah memasuki bulan ke-9. Intensitas seks kami sudah sangat menurun, bahkan aku cenderung kurang puas dengannya. Semakin bulat tekatku selingkuh dengan Harum.

Di saat yang sama hubunganku dengan Harum sudah semakin intim. Suatu saat, setelah makan siang dengan bebek pedas, Harum mengatakan “Kalau aku biasanya suka berhubungan dengan suamiku, eh, mantan suamiku setelah makan siang, apalagi makan yang pedas-pedas gini. Soalnya libidoku paling gampang muncul di siang-siang gini, bukan malam hari, entah mengapa..”

Ya, Harum telah resmi bercerai dengan suaminya 3 bulan sebelumnya. Entah mengapa ia berkata seperti itu. Tetapi pikiranku sudah dikuasai iblis, sepulang dari makan aku mengajaknya mampir di kosan temenku.

Pucuk dicinta ulam tiba, temenku yang punya kamar ternyata sibuk main PS di kamar temennya, jadi aku rapatkan sedikit pintu kamarnya, lalu aku cium si Harum.  Ada nafsu, ada perasaan bersalah, ada perasaan was-was khawatir temenku balik ke kamarnya. Jadi aku dan Harum hanya sebatas bercumbu dan tidak melakukan lebih dari itu.

Dari pengalaman itu, pikiranku semakin nakal dan menginginkan yang lebih. Maka aku mengambil kamar kos 1 yang memang kosong di tempat kos temenku tadi. Cuma 200 ribu sebulan. Daripada buat booking hotel, 200 ribu hanya untuk semalam. hehehe….. begitu pikirku.

Kejadian selanjutnya, sebenarnya tidaklah pantas untuk diceritakan. Aku malu telah berkhianat. Saat istriku sudah mendekati hari-hari untuk melahirkan, tepatnya 1 minggu sebelum melahirkan, aku berhubungan intim dengan Harum layaknya aku dan istriku.

Harum sempat berkata “aku sudah lama tidak berhubungan… makasih, ya?”. Tapi dalam batin, aku terpukul begitu berat. Aku telah mengkhianati istriku! Begitu besar salahku pada istriku yang percaya kepadaku.

Maafkan aku wahai istriku tercinta. Sebenarnya kamu tidak kalah cantik, bahkan kamu lebih manis daripada Harum. Aku khilaf….. Ampuni dosaku.

***

Seperti diceritakan kawan Agus ke redaksi ceritacurhat.com. Tulis juga dan kirim cerita anda disini.

6 Comments
  1. Melisa
    • rivandy
  2. Elisa
    • dodit
  3. Ari Cikuplet Singletizer
  4. riska

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *