Menu

Aku Benci Suamiku!

Namaku Niar (samaran), sekarang aku sudah menikah dan memiliki seorang anak berusia satu tahun. Cerita ini adalah kisah nyata yang kualami bersama suamiku saat berpacaran dulu. Kisah yang membuatku sakit hati dan benci terhadap suamiku. Dahulu saat berpacaran suamiku berselingkuh dengan wanita lain, berzina dan memutuskanku sepihak.

cerita selingkuh benci suamiSuamiku, sebut saja namanya Wawan, kami berpacaran tidak lama setelah aku putus dengan pacarku. Menurutku Wawan orang yang baik dan perhatian. Walaupun mantan pacarku beberapa kali menghubungiku dan mengatakan Wawan seorang playboy, tidak menghilangkan rasaku kepadanya. Aku bahkan hanya beranggapan mantanku itu cemburu dan ingin balik padaku.

Aku jatuh cinta kepada Wawan dan tidak sedikitpun aku meragukan kesetiaannya. Mungkin aku terobsesi dengan perasaanku sendiri dan menutup diri dengan banyak pendapat orang terhadap Wawan.

Hal ini pula yang membuatku menyerahkan segalanya kepada Wawan, kepercayaan dan harapan yang besar terhadapnya membuatku rela menyerahkan kegadisanku yang selama ini kujaga. Tak terhitung lagi berapa kali kami berzina, tak bisa lagi kami bedakan cinta atau nafsu, siang dan malam kami bergelut tanpa kenal waktu.

Tapi begitulah kata orang-orang, laki-laki kalau sudah mendapatkan apa yang dicarinya akan mencari hal lain yang lebih menantang. Wawan yang begitu kupercaya tega sekali meninggalkanku, alasannya pun sangat membuatku sakit hati, katanya dia telah menemukan wanita yang selama ini dia idamkan. Cerita selingkuh ini membuatku gelap mata dan sakit sekali, cintaku berubah menjadi dendam.

Aku akui selingkuhannya cukup cantik dan seksi, tidak menghiraukan perasaanku dengan mudahnya dia bilang putus. Bahkan yang paling menyakitkan adalah dia menceritakan hubungan mereka yang sudah sangat dekat selama ini.

Ternyata selain denganku, Wawan juga menjalin cinta dengan perempuan itu, hubungannya pun sudah sangat bebas, seperti denganku mereka juga aktif berhubungan intim.

Sakitnya hatiku mendengarnya, rupanya jika tidak bersamaku menghabiskan malam, Wawan bersama wanita itu.

Cerita menarik lainnya: Aku Tidak Mencintai Suamiku

Aku tidak mau menerima nasib dan pasrah begitu saja, keberanikan diri menemui orang tuanya, kuceritakan semua yang pernah kami lakukan bersama.

Aku menuntut Wawan menikahiku kepada orang tuanya. Meskipun Wawan bersikukuh menolak dengan alasan tidak cinta tapi aku tetap memaksa, dan akhirnya karena takut menanggung malu, orang tua Wawan menikahkan kami.

Sekarang usia pernikahan kami sudah memasuki tahun kedua. Wawan bekerja di sebuah perusahaan swasta sementara aku di rumah saja menjaga bayiku yang belum genap satu tahun. Kami tinggal di sebuah rumah kontrakan tidak jauh dari rumah orang tuanya.

Walaupun Wawan berusaha meyakinkanku bahwa dia telah melupakan mantannya, dan berusaha menjadi suami yang baik, entah mengapa kebencian di dalam hatiku tidak pernah hilang bila mengingat masa lalunya. Aku tidak bisa mempercayainya, dalam hatiku tersimpan luka dan dendam yang tak bisa terobati. Kadang timbul kebencian dan kemarahan yang tidak jelas alasannya.
***

Seperti yang diceritakan kawan Niar ke redaksi. Punya pengalaman hidup yang unik? tulis dan kirim cerita anda disini.

2 Comments
  1. jim
  2. Zhinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *