Menu

Aku Berdosa Mengkhianati Istri dan Anak-Anakku

Pembaca yang budiman.. Aku adalah contoh seorang suami yang tidak baik. Meskipun aku bisa bertanggung jawab terhadap ekonomi keluarga, tetapi aku melakukan dosa yang sangat fatal dan membuatku selalu merasa bersalah jika melihat wajah anak-anakku. Kadang aku berpikir tidak ada gunanya kasih sayang yang kuberikan kepada mereka, tidak juga harta berlimpah, kalau aku tidak sanggup setia kepada istriku.

Cerita suami selingkuh

Cerita suami selingkuh

Oiya, namaku Doni, aku seorang ayah bagi dua orang putri dan seorang istri yang kucintai. Kedua putriku sangat respek dan menyayangiku, sebagaimana aku juga menyayangi dan memanjakan mereka. Segala yang mereka butuhkan aku berikan semua,,, kecuali kesetiaan.

Aku bekerja sebagai seorang Direktur dan juga investor bagi sebuah perusahaan yang sedang naik daun.

Wajahku yang manis berbalut kumis tipis dan sering tersenyum, ditambah postur badan bagus, 170/75 membuatku mudah bagiku bergaul dan diterima semua orang.

Akan tetapi sifatku yang penyayang dan lembut ternyata membuahkan tabiat buruk terhadap diriku. Bagai sebuah bumerang, aku termakan sifat yang dianggap baik oleh orang lain, namun sebenarnya buruk buatku.

Dengan kelembutan itu banyak wanita yang tertarik kepadaku dan berusaha mendekatiku dengan berbagai upaya. Aku sadar dan berusaha menjauhi mereka.

Namun beberapa dari mereka mampu menaklukkanku dan memasrahkan diri mereka menjadi kekasih gelapku. Bahkan rela memberikan apapun kepadaku termasuk tubuh, kesetiaan dan cintanya tanpa pamrih.

Advertisement


Aku tahu aku memiliki potensi yang disenangi para wanita itu. Aku gagah dan kaya. Sifat nakalku semakin menjadi dan kehilangan kendali ketika suatu waktu aku pernah mendapati istriku berselingkuh dengan pria lain.

Sejak saat itu aku seolah tidak memiliki kendali atas diriku sendiri. Aku jadi gelap mata dan perselingkuhan istriku kuanggap pembenar bagi hubungan-hubungan yang kulakukan dengan wanita lain.

Meskipun dibalik itu semua, ketika puncak hubungan telah kuraih aku menjadi sadar dan ingat dengan kedua putriku. Saat itu terkadang aku menangis diam-diam.

Dibalik rasa tersanjungku aku semakin takut. Takut kepada Tuhan dan takut suatu saat nanti aku bisa menyakiti para wanita ini dan menghancurkan perasaan istri dan anak-anakku. Walau aku tidak akan pernah mau menikah untuk kedua kalinya, tapi sifat nakalku ini sangat tidak bisa ditolerir lagi.

Seiring berjalannya waktu, aku semakin menyesal dan sadar harus menjauhi semua tindak tanduk buruk ini. Apapun alasannya. Meskipun kadang jika mengingat memori masa lalu istri yang pernah mengkhianatiku, aku kembali larut dan tergoda mencari pelampiasan lain.

Hingga saat menulis inipun aku masih terbelenggu walau aku sudah coba menghentikan tabiat buruk ini dengan bekerja dan mulai mendekati Tuhan. Semoga Tuhan masih mau menyayangiku dengan cara menguatkan hatiku terhadap silau kecantikan wanita.

Semoga pembaca website ceritacurhat.com ini bisa mengambil pelajaran dari ceritaku. Cobalah untuk ikhlas dan tidak mendendam terhadap masa lalu buruk yang pernah menimpa kita.

Jangan membalas perselingkuhan dengan selingkuh juga. Jika hati kita benar-benar ikhlas memaafkan, Tuhan pasti akan memberikan kita ketenangan hati dan kebahagian yang tidak akan bisa ditukar dengan wanita dan harta sebanyak apapun.

6 Comments
  1. Firman Dadear
  2. Rosa
    • Tia
    • Pussy cat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *