Menu

Orang Tua Cerai, Kekasih Pergi… Hidupku Sengsara

Rumah tangga orang tuaku benar-benar berantakan. Ibu dan Bapakku berpisah tanpa ada kata cerai, mereka berpisah begitu saja meninggalkan aku yang masih kecil sendirian kebingungan. Mungkinkah ini dosa turunan? saat aku dewasa hubunganku dengan laki-laki begitu menyakitkan.

Namaku Cinta, Aku selalu gampang menyukai pria, tetapi ketika ada pria yang menyukaiku, aku tak pernah meresponnya.

Begitu seterusnya sampai aku duduk di bangku kelas 3 SMA, pada saat itu ada seorang pria yang kusukai dan juga jatuh hati padaku.

Kami pun pacaran hanya melalui hp karena masih libur sekolah di bulan ramadhan. Sampai akhirnya kami berjumpa di sekolah.

Pada awalnya aku terlalu mencintainya, sedangkan dia tidak. Pada ketika kami berjanji untuk bertemu sepulang sekolah disitu awalnya aku tidak percaya dengan caranya mendekatiku.

Karena dia terlalu agresif, tidak seperti yang kubayangkan selama ini. Hari berganti bulan sampai aku terbiasa dengan pacaran yang mengutamakan kesenangan birahi.

Walaupun hanya sebuah ciuman atau pun pelukan. Kami tidak segan-segan untuk melakukan itu semua di sekolah ketika ruang kelas sudah mulai kosong. Kami sering putus nyambung sampai akhirnya kami sudah menjalani hubungan selama satu tahun.

Advertisement


Ketika sudah tamat SMA kami sering berkunjung ke pantai untuk melepas rindu yang selalu hadir. Tak pernah sedikit pun aku pernah membayangkan cara pacaran seperti ini. Hingga suatu ketika aku sudah kos di karenakan aku kuliah jauh dari tempat tinggalku,

Mulai dari itu lah kami sering mencari penginapan hanya untuk menghilangkan rasa rindu yang ada. Tetapi kami bukan hanya melepas rindu dengan peluk atau cium seperti biasanya. Kami sudah ke tahap melepas kangen dengan melakukan or4l sex.

Entah kenapa setiap aku di dekatnya, aku selalu tertarik untuk melakukan semua itu. Apa lagi aku ingin selamanya bersama dia sebagai pendamping hidupku. Kami pun jadi sering mencari penginapan, biasanya 1 bulan sekali kami berpergian untuk menginap.

Sampai akhirnya saat mendekati tahun ke 2 kami bersama ternyata dia berubah, dia tidak seperti yang kukenal dulu. Dan 1 bulan dari pas kami 2 tahun dia meminta maaf padaku karena tidak bisa meneruskan hubungan ini.

Betapa kagetnya aku, sedih bercampur marah. Karena emosi aku pun mengiyakan permintaannya untuk berpisah. Dia pun menyampaikan alasan berpisah karena dalam agama tidak diperbolehkan pacaran.

Dengan alasan seperti itu aku semakin tidak bisa meredam emosiku. Hingga akhirnya kami benar-benar tidak berkomunikasi dan pada suatu ketika aku membuka facebook ternyata dia berteman dengan mantan yang dibencinya dulu.

Setiap aku coment statusnya tidak pernah ada balasan, tetapi ketika mantannya yang comen mereka selalu bercanda dengan mesranya.

Dan kusadari cinta ku selama 2 tahun di kalahkan oleh mantannya yang pernah menjalani hubungan selama 6 bulan. Hancur yang selalu kurasakan saat ingat akan kenyataan yang ada.

Aku telah memberikan apa maunya, setelah didapatnya dia pun pergi begitu saja tanpa memperdulikan aku yang merasa bodoh karena terlalu percaya dengan kata-katanya yang ingin menjadikan ku sebagai pendamping hidupnya. Sakit itu masih kurasakan saat ini, karena kami baru putus 1 bulan.

Dari semenjak itu, aku tidak pernah mau menjalani pacaran yang serius, apa lagi pacaran yang mengutamakan nafsu. Meskipun pria itu hanya ingin mencium keningku, aku jadi berpikir negatif tentang pria tersebut.

Aku harap aku benar-benar bisa pacaran yang sewajarnya, jangan sampai terbuai rayuan pria. Tetapi aku bersyukur putus dari dia, sebelum aku benar-benar memberikan keperawananku.
***

Isi komentar di bawah untuk memberi masukan kepada penulis, atau jika ingin menulis cerita curhat klik disini.

One Response
  1. meneketehek !!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *