Menu

Masa Lalu Suami Sekelam Masa Laluku

Perempuan baik-baik adalah untuk pria yang baik, begitu pula sebaliknya. Kalimat dalam kitab suci itu sepertinya cocok untukku. Aku akui memiliki masa lalu yang kelam dan ingin menghapusnya. Sayangnya aku justru menikah dengan pria yang tidak lebih baik dariku.

cerita masa lalu kelamSemua penderitaan yang aku alami berawal dari kebodohanku sendiri yang begitu menginginkan kebebasan. Akhirnya aku terperosok ke dalam pergaulan bebas. Mabuk, touring, gonta-ganti pacar, ML menjadi aktifitas yang tak bisa lagi kukontrol.

Namaku Brigita, bersama tulisan ini aku ingin berbagi cerita dengan pembaca ceritacurhat.com, semoga bermanfaat bagi pembaca dan bagi diriku sendiri.

Aku adalah bungsu dari 6 bersaudara, sejak kecil aku cenderung tumbuh menjadi anak yang pemalu. Mungkin sifat itu muncul karena orang tuaku yang terlalu mengekang diriku.

Aku tidak bisa berkembang seperti remaja lainnya yang bebas menentukan minatnya, semua itu karena dasar ayahku, dia takut anak-anaknya akan masuk dalam pergaulan bebas.

Kadang aku benci dengan semua itu, hingga akhirnya ayahku meninggal dunia. Sayangnya, saat ayah meninggal dunia itulah justru kebodohan dalam hidupku dimulai.

Ibu sedikit memberi kelonggaran untukku, tapi aku malah menyalahgunakannya. Aku mulai berani mengajak pacarku sebut saya Irfan datang kerumah, kami sering menghabiskan waktu bersama, dia cukup baik, dan penurut.

Setelah menjalani hubungan yang cukup lama dengan Irfan, akhirnya ibu memutuskan kami sekeluarga pindah rumah, dan akupun semakin bebas dengan Irfan, aku mulai berani pergi touring dengan geng motor Irfan hingga larut malam baru pulang, tak terasa hubungan kami pun semakin dalam hingga Irfan merenggut keperawananku. Sedih, kecewa, semua campur aduk dalam hatiku, tapi ini murni kesalahan dan kebodohanku juga.

Advertisement


Baca cerita menarik lainnya:

Semakin lama aku menjalani hubungan dengan irfan semakin aku mulai kehilangan rasa terhadapnya, dia baik dan penurut, tapi justru itulah yang membuat aku benci, dia terlalu penurut hingga tak punya sikap sebagai laki-laki, akhirnya dengan keberanian aku putuskan mengakhiri hubungan ini, walau aku tak yakin siapa yang mau menerima wanita yang sudah tidak perawan seperti aku.

Irfan menerima keputusanku? jelas tidak, dia berusaha menarikku lagi dengan berbagai cara, akhirnya akupun berinisiatif membuat dia ilfil, dengan pura-pura memacari temanku sendiri, keputusan yang membuatku terjerumus semakin jauh dalam kehidupan bebas.

Yaaa aku mulai mengenal minuman keras, mabuk-mabukan, tapi aku tidak menutup hatiku untuk pria lain, hingga akhirnya temanku mengenalkan aku dengan seorang pria bernama Vero. Aku jadian dengan Vero, mabuk-mabukan, ML dan akhirnya Vero pergi dengan hubungan yang masih gantung.

Bodohnya aku… yaaaa itulah kebodohanku yang kedua, hingga aku bertemu kembali dengan mantan pacar SMP ku, sebut saja namanya Steven. Steven sudah 3 kali berpacaran denganku, dan selalu berakhir gantung, hingga akhirnya aku bertemu lagi dengannya, kami berpacaran lagi, tepat saat aku naik kelas 3 SMA.

Walaupun kita beda sekolah tapi kami selalu punya waktu untuk berpacaran, hingga akhirnya aku kembali melakukan hubungan terlarang itu. Itu kebodohanku yang ke 3, aku lelah dengan semua itu, hingga akhirnya aku mengatakan pada Steven aku ingin dia bertanggung jawab, dan bagai di sambar gledeg, Steven berkata “kalo kamu tidak hamil aku ga akan tanggung jawab”.

Bodohhhhhh yaaaaaaa, aku begitu bodohhhh… semua ini karena ulahku, inilah konsekuensinya. Aku pasrah, tak lama setelah kejadian itu aku benci Steven, aku mulai menjauh dan akhirnya kami gantung lagi.

Akhirnya aku bertemu dengan seorang pria sebut saja Ridho. Dia masih family jauh ibuku, awalnya kita hanya sering menghabiskan waktu bersama, dan tanpa diduga rasa itupun hadir, aku berpacaran dengan Ridho, tak ingin mengulang kesalahan yang sama, aku ceritakan masa laluku pada Ridho, apa adanya, tanpa di sangka Ridho mau menerima aku apa adanya hingga akhirnya aku hamil dan Ridho menikahi aku.

Aku resmi menjadi istri Ridho dan menjalani kehidupan rumah tangga sampai anak pertama kami lahir. Ketika putraku menginjak usia 1,5 tahun, aku merasa Ridho berubah sikap, dia menjadi kurang perhatian dan tempramen, kadang dia pergi hingga larut malam, dan bahkan pernah tidak pulang, hingga akhirnya aku menemukan fakta bahwa dia berselingkuh dengan wanita lain, dia tidak menyangkal dan mengakui semuanya.

Aku hanya bisa menangis sejadi-jadinya, dia berkata tidak akan mengulanginya lagi, aku memberikan kesempatan padanya, walau jujur aku butuh waktu yang cukup lama untuk bisa memulihkan rasaku. Satu tahun sudah akhirnya aku menemukan bukti Ridho berselingkuh lagi.

Mati rasaaa, ya itulah perasaanku padanya, cintaku kini telah mati, aku tak punya lagi rasa sayang terhadap suamiku. Kalau aku bisa bertahan hingga saat ini, itu karena aku ingat anakku, aku pasrahkan pada Tuhan yang maha segala-galanya. Tak jarang saat tidurpun aku mimpi buruk, terbangun di malam hari dan menangis, mungkin sekarang Ridho tau betapa aku sabar menghadapi semua ini.

Hingga akhirnya aku berkenalan dengan seseorang lewat facebook, dia menyemangatiku dengan sikapnya, perhatiannya seolah menjadi pelipur dukaku, dia membuat aku berfikir, ternyata aku masih berharga untuk orang lain, walaupun hanya sebatas kata-kata.

Ridho mengetahui semua itu, dia marah besar, ingin aku katakan padanya, apa yang aku lakukan tidak separah yang pernah dilakukannya padaku, dia lebih kejam daripada aku, kejadian itu membuat Ridho sadar, mungkin selama ini dia menyia-nyiakan aku.

Akhirnya kami mulai berbaikan, rasa cintaku pada suamiku mulai tumbuh kembali, begitupun Ridho padaku, dia mulai menganggap aku ada. Hingga seminggu yang lalu, akhirnya Ridho meminta maaf padaku, selama ini dia telah membohongiku, dia tidak setulus yang aku kira, aku tidak pernah mengetahui masa lalunya, dia berkata dahulu ketika remaja, diapun pernah melakukan ML dengan pacar-pacarnya, hingga pada saat selingkuh dia pernah melakukan ML dengan selingkuhannya sekali.

Ridho katakan dia selama ini beban menutupi semuanya,”maafin ayah bun, ayah gak jujur sama bunda, tapi itu dulu, kini ayah ingin hidup bahagia bersama bunda dan anak-anak kita”.

Kecewa, tentuuu aku kecewa… kalau saja aku mengetahui itu saat dia selingkuh, mungkin pernikahanku sudah berakhir, aku berfikir dalam hati, itu masa lalunya, mungkin kita impas, imbang, aku berusaha memaafkannya, menerima kekurangannya seperti dia menerima aku.

Semua ini proses, harapku hanya satu, semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa kami, semoga aku diberikan ketegaran oleh yang maha pencipta. Aku ingat salah satu hal dalam kitabku, dikatakan “Seseorang yang baik akan mendapatkan pasangan yang baik, begitu juga sebaliknya”. Sepertinya kalimat itu cocok untukku dan suamiku.

Untuk para pembaca ceritacurhat.com semua, semoga pengalamanku ini bisa memberikan motifasi agar kita bisa lebih baik lagi, apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai, mohon doanya kepada semua, semoga pernikahanku ini akan lebih baik dari waktu ke waktu… terimakasih.
***

Seperti dikisahkan kawan Brigita ke redaksi ceritacurhat.com. Punya pengalaman hidup untuk dibagi ke pembaca lain? tulis dan kirim cerita anda disini!

3 Comments
  1. widerin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *