Menu

Curahan Hati Seorang Istri

Namaku Nisa, aku sudah menikah pada tahun 2008 yang lalu, dari pernikahan itu, kami sudah di karunia 2 anak yang lahir pada tahun 2010 dan yang satunya lagi 2014. Aku menulis cerita ini karena sebagai istri tidak pernah merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya semenjak menikah dengan suamiku yang jauh lebih tua dariku.

Curahan hati istri

Curahan hati istri

Karena perasaan selalu gelisah akhirnya aku berani bermain api di belakang suamiku walau cuma lewat telepon.

Aku berhubungan dengan pria lain dan pria itu tahu masalah apa yang aku alami sekarang, hubungan kami sudah berjalan 1 tahun.

Selingkuhanku selalu saja memaksa aku untuk menceraikan suamiku tapi rasanya tidak bisa. Sebagai istri aku masih punya rasa malu untuk bercerai tanpa alasan yang jelas.

Beberapa hari yang lalu aku dan suami sempat konflik tapi suamiku ngadu ke mamaku karna mamaku sangat sayang suamiku.

Suamiku sangat mencintaiku, tapi aku tidak suka dengan sikapnya yang terlalu agresif, dia terlalu menekanku, akhirnya aku selalu banyak bohong terhadapnya.

Walaupun mau jalan aku selalu dilarang. Suamiku banyak cemburunya dia tidak pernah mengerti apa yang aku rasakan sebagai istri yang sudah membesarkan anak-anaknya di rumah.

Baca juga cerita menarik lainnya:

Usiaku masih muda, aku masih ingin menikmati hidupku, aku tau kalau aku juga seorang ibu, aku juga mengerti posisiku tapi suamiku tidak pernah mengerti apa yang aku rasakan kalau aku menderita batin menjalani semua ini.

Teman-temanku yang lain masih menikmati kehidupan mereka sementara aku harus terus mendekam di rumah menjagai dua anakku.

Menikah di usia dini benar-benar menekanku. Ini semua gara-gara mama menikahkan aku yang masih terlalu muda, ingin menolak, tapi aku takut durhaka dengan orang tua.

Dulu aku cuma berfikir apa yang dikasi mamaku moga yang terbaik untuk diriku tapi nyatanya bertolak belakang dengan apa yang aku khayalkan.

Andai saja waktu dapat di putar aku putar dan kudelete waktu yang sekarang aku sudah tak sanggup lagi menghadapi sikap suamiku yang selalu pemarah, aku cape.

Aku minta berpisah saja, tapi dia tidak mau. Aku selalu berusaha untuk sabar tapi gimanapun kesabaran itu ada batasnya.

Aku selalu berdoa kepada Allah kalau semua ini akan indah pada waktunya.

***

Seperti diceritakan kawan Nisa ke redaksi ceritacurhat.com. Tulis dan kirim cerita anda disini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *