Menu

Hidupku Sandiwaraku

Sebelum bercerita ijinkan aku memperkenalkan diri. Namaku Hesti T.M, sekarang usiaku menginjak 16 tahun dan duduk di bangku SMA di Tulungagung, Jatim. Aku lahir dari keluarga broken home, orang tuaku bercerai waktu aku masih kelas 5 SD.

Cerita curhat, hidupku sandiwaraku

hidupku sandiwaraku

Sejak orang tua bercerai aku ikut bersama ibu. Saat itu aku betul-betul merasa kehilangan sosok seorang ayah, terkadang aku kangen pelukan hangat seorang yang sangat berwibawa, pendek kata aku merasa sangat kesepian.

Cerita ini bermula ketika aku masih  duduk di bangku SMP. Saat itu di sekolah aku tidak memiliki prestasi apapun. Tubuhku juga terlalu gemuk dan membuatku tidak percaya diri dalam bergaul. Hal tersebut membuatku takut berkenalan dengan cowok.

Waktu itu aku punya teman cowok, dia sering bercerita tentang pacarnya yang cantik. Dia bahkan sering memperlihatkan foto-foto pacarnya itu. Aku lihat pacarnya memang cantik, namanya Dilla.

Dari situ tanpa sepengetahuan temanku itu, aku mulai menyimpan foto-foto Dilla. Awalnya aku hanya sekedar ingin mengaguminya saja dan tidak punya niat jahat sedikitpun. Tapi pada suatu hari, seorang teman memperkenalkanku dengan Facebook.

Aku betul-betul terpesona dengan facebook, aku merasa lebih percaya diri bergaul dan berkenalan dengan orang-orang melalui situs ini. Dan aku mulai mempunyai banyak teman, dari chating hingga tukeran nomor handphone.

Tapi aku malu memasang foto profil. Entah sudah berapa kali teman cowok di facebook meminta fotoku dan tidak pernah aku berikan. Aku takut, jika mereka tahu siapa aku yang sebenarnya mereka pasti akan pergi.

Advertisement


Baca juga cerita curhat lainnya:

Dari situlah niat jahat muncul di dalam hati. Aku mengirim foto Dilla kepada seorang teman facebook dan mengaku-aku sebagai dirinya. Melihat foto itu dia selalu memuji-muji aku cantik dan semakin rajin mengirim inbox atau mengajak chating.

Lalu aku memberanikan diri memasang foto Dilla menjadi foto profilku di Facebook. Dan sejak saat itu, semakin banyak cowok yang memujiku cantik dan meminta nomor hp untuk lebih kenal katanya. Dari situ aku merasa semakin banyak orang yang perhatian denganku.

Suatu hari aku mengenal seorang cowok yang sangat baik, dia mampu membuatku merasa nyaman, dan ternyata rumahnya tidak begitu jauh dari desaku. Aku mulai berbohong tentang riwayat hidupku, tujuanku untuk menarik simpatinya agar dia betul-betul menyukaiku.

Setelah lama berhubungan dengannya melalui chating, sms dan telponan akhirnya aku jujur dan memberitahu siapa aku sebenarnya. Bahwa semua foto yang dilihatnya itu adalah palsu. Awalnya aku takut tapi akhirnya lega karena dia bilang mau menerima aku apa adanya.

Akhirnya kami bertemu dan merajut cinta selama tiga tahun. Setelah tamat SMP aku lanjut sekolah di SMA yang tak jauh dari desaku. Hubunganku dengan pacarku putus nyambung dan aku mulai merasa kesepian lagi seperti dulu.

Sementara itu, aku juga mulai kehabisan stok foto Dilla, jadi aku membuat akun facebook baru yang aku beri nama Mayang. Sebagai foto profil, aku menggunakan foto seorang model asal Vietnam yang membuat mata semua lelaki terbelalak ingin mengenalku.

Di facebook palsu itu aku membuat sandiwara tentang riwayat hidupku. Aku bilang aku wanita karir,, yang pintar dan luas pergaulan. Aku menyukai facebook yang satu ini karena banyak sekali orang yang memberi komentar setiap aku membuat status atau mengupload foto.

Baca juga: Aku Merasa Hidup Ini Tidak Adil

Aku merasa banyak orang yang memberi perhatian kepadaku, meski aku tahu itu palsu tapi aku merasa sangat bahagia. Banyak sudah pria yang kujadikan pacar, yang kuberi janji manis tapi tak pernah bertemu muka di dunia nyata.

Suatu hari di malam yang hening aku merasa sangat bete.. aku sempatkan membalas inbox dari teman facebook, lalu ada seorang yang aku tawarkan untuk menelfon aku dan dia tidak menolak. Kami bicara sampai larut malam, mungkin dia merasa nyaman ngobrol dengan aku hingga akhirnya dia katakan cinta.

Dia selalu mengajak aku ketemu dan jalan bareng tapi aku tahu itu tidak akan terjadi karena semua ini hanya imajinsiku. Aku tak pernah nyata. Saat dia mengajakku keluar selalu banyak alasan hingga sampai 7 bulan lamanya aku belum juga bertemu dengannya.

Tapi cerita imajinasiku semakin tinggi, aku bercerita banyak masalah dalam keluargaku hingga aku harus pergi ke luar kota. Saat dia menelpon aku bilang aku gak bisa makan karna gak ada uang, lalu dia mengirimkan makanan. Awalnya aku menolak karena merasa tidak enak tapi waktu kiriman makanan datang dan Ibuku melihatnya dia hanya tersenyum manis yang membuat aku bahagia bisa membuat ibu senang.

Waktu terus berjalan, aku ingin membelikan sesuatu untuk ibu tapi karena aku masih sekolah dan belum kerja jadi aku tidak punya uang. Karena aku jahat aku bercerita pada orang yang baik tadi kalau aku mau balik ke jakarta dan bisa segera bertemu dengannya, tapi masalahnya aku gak punya uang karna tanggal gajian masih lama.

Karena dia tak sabar ingin ketemu aku akhirnya dia mentransfer ongkos untuk pulang. Dan uang itu aku berikan ke Ibu, aku lihat Ibu sangat senang. Aku semakin pandai berbohong, bukan hanya bohong ke teman facebook tapi juga bohong ke orang tua.

Ah jahatnya diriku. Pesanku buat orang yang pernah aku sakiti atau aku bohongi, maafin akuu ya…. buat ayahku yang ada di Lampung… akuu mintta maaf blum bsaa bahagiain kalian, cepat temui aku yaa…MAAF MAAF…MAAF.. MAAF.

***

Seperti diceritakan kawan Hesty ke redaksi ceritacurhat.com. Ingin curhat? tulis dan kirim cerita anda disini.

One Response
  1. Zhinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *