Menu

Oh Tuhan, Kekasihku Ternyata Seorang Gay

Hati wanita manakah di dunia ini yang tidak merasakan sakit dikhianati oleh laki-laki yang di cintainya? Aku sudah mempercayainya dan bahkan rela menyerahkan mahkotaku yang paling berharga. Ternyata aku hanyalah topeng untuk menutupi dirinya yang seorang gay.

Kekasihku seoarang gay

Kekasihku seoarang gay

Cerita ini berawal ketika aku masuk ke salah satu perguruan tinggi di Sumatera. Saat itu, aku adalah seorang wanita yang tomboi dan periang, setidaknya demikian pendapat orang-orang yang mengenalku.

Aku selalu bisa membuat candaan kecil yang sehingga teman-temanku bergelak tawa.

Setiap hari aku ke kampus selalu dengan perasaan yang senang karna di kampus aku memiliki beberapa teman yang sangat dekat yang selalu menghabiskan jam-jam kosong saat mata kuliah belum di mulai.

Temanku yang paling akrab berinisial IW, sejujurnya baru kali ini aku memiliki teman yang benar-benar klop di hati.

Kami selalu menemukan cara buat bersama walau dengan uang yang pas-pasan, akupun tak segan-segan untuk membantunya dalam masalah apapun karna bagiku dia benar-benar teman yang layak untuk kuistimewakan.

Kurang lebih hubunganku dengan IW bagaikan gadis kembar yang selalu bedua,, ada IW pasti ada aku, begitu pula sebaliknya.

Advertisement


Perkenalan Dengan JJ

Saat itu aku duduk di halte kampus menunggu angkutan umum selepas pulang kuliah, temanku IW datang dan bercerita bahwa dia mempunyai seorang teman laki-laki yang datang dari luar kota.

Setelah cerita itu kulihat IW begitu sibuk dengan teman laki-lakinya itu hingga beberapa hari berselang IW mengenalkanku pada sosok teman barunya itu.

Baca juga: Cerita Cinta Wanita Muslim dan Pria Ateis

Tak ada satupun yang terlintas di hatiku pada saat itu, karena secara fisik memang teman laki-laki IW yang berinisial JJ itu memang tampak ganteng, mempesona dan kelihatan smart di mata wanita.

Aku pikir wajar kalau dalam beberapa hari temanku IW begitu sibuk dengan temannya ini, mungkin dia punya perasaan yang spesial kepada JJ dan aku sebagai temanpun sangat mendukungnya jika itu membuatnya bahagia.

Hari demi hari kami selalu menghabiskan waktu bersama baik dengan IW, JJ atau teman-temanku yang lain.

Hingga suatu hari JJ meminta nomer hp ku, tanpa berpikir apa-apa kuberikan nomer hp ku padanya karna aku berpikir pasti dia ingin bercerita tentang IW atau mungkin ingin tahu tentang kota yang baru dia tinggali ini.

Setelah kuberikan nomer hp ku kepada JJ dia jadi rutin menghubungiku, entah itu lewat sms, telepon ataupun bbm, dan saat itu aku pun menanggapinya secara biasa saja.

Karena kupikir tidak ada yang salah jika seorang teman baru ingin mengajak mengobrol di waktu senggang.

Aku sering mencandainya dengan menyebut nyebut nama IW padanya tapi dia selalu berkata dia dan IW nggak ada perasaan sedikitpun dan aku pun menganggap mungkin JJ belum berani menceritakan tentang perasaannya pada IW.

Suatu hari seperti biasa kami berkumpul di sebuah pos di depan kampus dengan IW, JJ dan teman-teman lain. Hingga JJ berkata kalau dia harus pamit buat cuci mobilnya dan dia mengajakku, ku lihat ada wajah kaget pada raut IW.

Spontan saja teman-temanku yang lain menyuruhku utnuk menemani JJ , dan aku berkata kenapa kita ga betiga aja sama IW juga, tapi JJ bilang dia cuma ingin bersamaku saja.

Akhirnya aku pergi menemani JJ dan ternyata dia tidak ingin mencuci kendaraannya tapi dia membawaku di sebuah restoran.

Disana kami mengobrol seperti biasa, dan akhirnya dia bilang ada yang ingin di katakannya kepadaku, singkat cerita JJ mengatakan kalau dia mencintaiku.

Aku kaget karna aku pikir bahwa dia akan berkata bahwa dia mencintai IW, aku membalas ucapannya dengan candaanku yang mengatakan kalau ucapannya hanya guyonan kecil buatku, hingga dia berkata tegas dengan menyebut nama Tuhan bahwa dia benar menyukaiku.

Aku Mulai Kehilangan Satu Persatu Temanku

Setelah perkataan JJ aku ke kampus seperti biasa jam kosong kami berkumpul di pos depan kampus, namun apa yang terjadi JJ dengan lantang mengatakan bahwa dia mencintaiku di depan semua teman-temanku.

Spontan saja teman-temanku yang lain meneriakan “terima..terima,,terima…”

Kulihat IW dia juga tampak tersenyum dan meneriakkan hal yang sama, singkat cerita akhirnya aku terima JJ tapi tak sedikit pun aku berpikir untuk serius kepadanya.

Setelah aku berpacaran sma JJ satu persatu temanku hilang, tak pernah berkumpul lagi seperti biasa hingga suatu hari IW teman ku yang mengenalkan ku kepada JJ berkata bahwa JJ adalah seorang GAY.

Aku tidak kaget karena dengan penampilan JJ yang begitu bersihnya wajar kalau orang menilainya laki-laki GAY dan saat itu aku tidak percaya dengan apa yang di katakan IW.

Aku terus menjalani hubunganku dengan JJ yang pada akhirnya IW pun ikut menjauh dari ku dengan alasan bahwa aku tidak mendengarkan kata-katanya dan lebih memilih JJ.

Aku berusaha semampuku untuk mencegah teman-temanku pergi dengan harapan mereka dapat mengerti perasaanku, bahwa tidak semudah itu memutuskan hubungan dengan oarang yang aku cintai saat itu.

Dan aku tidak bisa memilih antara JJ dan teman-temanku karena selama ini kami bersahabat dan mereka juga yang telah menyuruhku menerima JJ untuk jadi pacarku.

Pada akhirnya tak ada satupun temanku yang tersisa, mereka semua pergi kerena IW mengajak mereka untuk menjauhiku, itu hal terberat yang kuraskan saat itu, aku tak percaya IW bisa menghasut teman-temanku untuk menjauhiku.

Sejak saat itu hari hariku ku lalui dengan JJ, dia selalu mengantar jempuku kuliah, dan menunggu ku didepan kelasku saat aku sedang belajar hingga ku lihat kebencian yang dalam di wajah IW kepadaku.

JJ di kota ini mengatakan bahwa dia adalah seorang perantauan yang tinggal disini dengan om nya (adik dari ibunya). Om nya itulah yang dikatakan IW sebagai pasangan Gay JJ. Aku bukan termasuk perempuan yang mudah percaya dengan apa-apa yang diakatakan orang jika tidak aku lihat sendiri.

Pada akhirnya tepat 1 tahun aku berpacaran dengan JJ. Dimataku saat itu JJ adalah laki laki yang sempurna, perlakuannya yang romantis, lembut, pintar dan benar benar laki-laki yang membuat wanita lain melirik jika aku sedang berjalan dengannya.

Hingga hari itu JJ mengajak ku kerumahnya yang ditinggalinya dengan laki-laki yang disebut sebagai om nya.

Kekasihku Ternyata Seorang Gay

Hari itu aku bersama seorang teman perempuanku, sesampai di rumah JJ, dia menyuruhku untuk duduk saja dengan temanku sambil nonton DVD yang diputarnya, dan dia berkata dia akan memasak untukku,, saat itu benar benar kurasakan JJ ahli dalam menyenangkan dan mengistimewakan wanita.

Saat JJ tengah asik di dapurnya membuatkan makan siang untukku, aku dan temanku bermaksud untuk bersembunyi dan mengagetkan JJ saat JJ selesai memasak.

Aku bersembunyi di dalam gudang kecil dirumah JJ bersema temanku,, di gudang itu banyak sekali tumpuk tumpukan barang yang sepertinya sengaja disimpan.

Mungkin Tuhan ingin membuka mataku, tak sengaja ku lihat sudut kertas foto yang tertindih di bawah kardus minuman kaleng di gudang tersebut, temanku menarik kertas foto tersebut dan matanya terbelalak kaget dan ku lihat raut tak enak di wajahnya,, ku tarik kertas itu,,

Ya Tuhaaaaan,, sungguh menyakitkan ku lihat potret JJ pria yang kucintai saat itu sedang dipeluk dari belakang oleh seorang pria berumur diatas sebuah kasur yang tubuh mereka hanya di tutup selimut.

Di foto itu tampak mesra sekali laki-laki yang di sebutnya om nya itu memeluknya sembari menyium leher JJ dengan mesra, hatiku sakit hingga air mataku tak bisa menetes, kaku lidahku kelu menahan malu di depan temanku.

Ternyata benar, JJ adalah gay dan selama ini aku berpacaran dengannya. Batinku mengingat-ngat kembali ucapan IW dulu, mereka benar kekasih yang kucintai itu ternyata seorang gay.

Hilang sudah keinginanku untuk bercanda dengan mengagetkan JJ, karna pada kenyataanya aku yang kaget bercampur sakit melihat hal itu, aku keluar dan duduk di sofa sendirian, temanku ijin keluar untuk membeli pulsa hp nya.

JJ pun selesai memasak dan membuat minuman, saat ku lihat makanan yang di buat JJ hatiku hancur, di atas makanan dan minuman yang dimasaknya terukir namaku, air mataku terjatuh, kenapa dan ada apa sebenarnya yang terjadi.

JJ kebingungan melihat ku menangis tanpa suara,, lidah ku kelu untuk berkata-kata hingga akhirnya JJ memaksaku untuk bercerita, aku pun membohongi nya dengan berkata bahwa aku menangis bahagia melihat dia mengukir namaku diatas masakannya, tapi dia tak percaya karena dia tahu aku bukan perempuan yang mudah menangis.

Singkat cerita ku katakan padanya kenapa semua teman-temanku menjauhiku, dan ku katakan padanya apa yang kulihat di gudangnya,, dia pun berkata bahwa semua itu tidak benar, om nya itu benar benar om nya bukan pasangan GAY nya,, dan dia berkata dia bukan gay,, dia lelaki normal.

Kalau aku ga normal ga mungkin aku pacaran sama kamu, ga mungkin aku segini nyamannya sama kamu, ga mungkin aku perlakukan kamu selalu istimewa setip harinya” aku terdiam memang semua yang dikatakannya ada benarnya, aku larut dalam lamunan.

Pernah suatu saat secara tiba2 JJ memberiku bunga di tengah-tengah atrium mall yang disaksikan orang banyak, pernah juga suatu ketika JJ terang-terangan berteriak didepan teman-temannya bahwa dia sangat mencintaiku,, bagaimana mungkin smua hal manis itu dilakukan oleh seorang gay???

Baca juga: Suami Punya WIL, Aku Punya Selingkuh

Tapi kutepis lamunan itu aku berlari menuju gudang dan ku ambil potret yang ku lihat tadi dan ku berikan padanya sembari aku meminta maaf karna aku telah lancang melihat foto tersebut. Seketika JJ sangat terkejut dan ku lihat dia menangis dan berlutut meminta maaf padaku.

Saat itu aku tidak tahu apa yanga ada dipikiranku, JJ pun mengakui bahwa benar dia sudah berhubungan dengan laki-laki di foto tersebut tapi dia bukan gay, dia katakan bahwa dia sangat mencintaiku,,

Aku pun terdiam menahan tangis, dia berlutut memeluk kakiku ribuan kata maaf dia ucapkan, aku cuma bisa diam tanpa berkata apa-apa… hingga temanku kembali setelah membeli pulsa dan aku mengajaknya pulang.

Sampai dirumah ku limpahkan semua tangis sakitku,, aku kecewa aku marah tapi aku tak bisa lampiaskan kepadanya, bagaimana mungkin, aku rela kehilangan temanku demi dia, ternyata dia seorang gay, sambil menangis ku ingat kalau dulu memang ada beberapa hal hal mencurigakan yang ku lihat tanpa sepengetahuan JJ.

Mulai dari sms sayang di hp nya tapi cuma ada nomernya saja, mulai dari kebiasaan JJ yang sulit dihubungi ketika lepas jam 6 sore (gay nya pulang kerja), dan ketika mbakku bercerita dia pernah bertemu JJ di suatu mall dengan om nya tapi bergandengan tangan, perih saat ku sadari setiap lepas sore dia sulit dihubungi karna dia asik berduaan sama pasangan sejenisnya, sakit saat jam 9 malam dia menyuruhku tidur sementara dia asik bercumbu dengan pasangan gay nya,, tangiskupun pecah.

Dengan muka lusuh dan mata sembab aku pergi kuliah, tak ada seorangpun teman dan tak ada JJ, dia selalu berusaha mencariku tapi aku selalu menghindar, benar-benar sepi aku sendirian, tak ada yang tau masalahku,, aku yang periang mendadak menjadi sangat pendiam, hingga JJ berhasil menemuiku di rumahku, aku tak bisa menghindar karena orang tua ku tak tau masalahku dan JJ.

JJ pun mengajakku keluar, di perjalanan aku hanya diam, untuk menatapnya pun aku nggak sanggup,, akhirnya JJ membuka pembicaraan dia meminta maaf ribuan kali padaku, sambil menangis dia memegang sebuah pisau dan berkata bahwa dia sangat mencintai aku,, dia akan berubah demi aku.

Dia akan meninggalkan pasangan gay nya, jika aku tak mau maafin dia rela untuk menyayat nadinya, melihat hal itu aku menjadi tak menentu, ada perasaan iba, sakit, sedih, marah, kecewa dan lain-lain. Tapi kubesarkan hatiku kumaafkan dia dan kami pun menjalani lagi hubungan kami.

Tiap malam mengganggu di pikiranku terlintas bagaimana hubungan intimnya bersama pasangan gaynya, dan banyak hal lain yang menyayat hatiku.

Berpisah

Singkat cerita JJ bercerita kalau om nya itu akan pindah tugas keluar kota, aku pun sangat senang akhirnya dia bisa jauh dengan orang itu dan aku percaya bahwa dia akan memulai hal baru denganku. Aku senang karna aku tak perlu dihantui pikiran-pikiran buruk lagi tak perlu menitikan air mata lagi.

Aku pun meminjamkan kendaraan adik ku padanya untuk mencari kosan selepas om nya berangkat, ku berikan dia uang untuknya sehari hari dari hasil kerjaku berpanas-panasan sebagai SPG. Yang ada di benaku aku percaya ini awal hidup kami, dan dia berjanji akan menikahiku setelah studi kami selesai.

Tapi semua tak sesuai rencana, selang beberapa hari setelah dia sibuk mencari kosan dia menghilang, nomornya pun tidak aktif, ku kunjungi rumah tempat dia tinggal bersama om nya sudah terpampang “rumah ini di jual”.

Rasanya aku ingin pingsan kaki ku gemetar JJ pergi meninggalkanku bersama pasangan gay nya, hal ini di kuatkan oleh seseorang di kampus yang mengatakan bahwa JJ telah mengurus surat pindah ke kota dimana om nya itu pindah tugas.

Hancur hatiku, aku menangis tiada hentinya, yang membuatku sakit hal yang berharga dariku pun ikut di bawanya, masa depanku hancur, kenaifanku dimanfaatkannya, aku memaafkannya karena telah menjadi seorang gay dengan harapan dia akan berubah tapi dia balas dengan kepedihan yang tak terduga.

Yang lebih menyakitkan teman-temanku dulu seperti IW sengaja mengirimkan pesan ke hp ku mengatakan “syukur akhirnya loe ditinggalin” tak lepas dari itu saja mereka seakan tak henti membully ku dimedia soial seakan berpesta diatas kesakitanku.

Apa ini Tuhan?? kenapa orang-orang yang kusayangi seakan tak berperaasaan menyakitiku, temanku?? kekasihku? sakit sekali, hingga aku putus asa daan stres hingga untuk tidur pun aku harus mengkonsumsi obat tidur dalam jumlah yang tidak sedikit dalam beberapa bulan.

Hingga saat wisuda pun aku menjadi olok-olok temanku, JJ yang tak pernah ada kabar sedikit pun hingga saat itu. Semua temanku berpesta berfoto tapi aku di kucilkan, mereka sibuk memberi selamat tapi tidak untukku, berfoto tapi tidak denganku, aku duduk disudut dengan toga dan air mata yang berlinang.

Hukuman apa ini Tuhan? bagaimana dengan masa depanku. Mungkin kedepannya tidak akan ada lagi laki-laki yang mau denganku karena aku wanita yang tidak bermahkota lagi, hidupku hina, hancur, dan tak berharga. Aku yang bodoh terlalu naif dan terlalu percaya.

Setelah wisuda aku tak bernafsu mencari kerja, aku menganggur dalam beberapa waktu, aku yang ceria menjadi pendiam, aku yang suka bersosialisasi menjadi anak rumahan yang malas betemu orang lain.

Terakhir kabar yang ku dengar ternyata JJ datang ke kota ku lagi dan berkumpul bersama teman-temanku dulu seperti IW dan yang lain, mereka bersatu, aku tersadar seakan hal yang menimpaku adalah hal yang direncanakan oleh mereka.

Aku sakit dan sedih sekali, tapi demi ketenangan hati kumaafkan kalian semua,, kumaafkan kau JJ, ku maafkan kau IW dan semua teman-temanku dulu setidaknya aku mencoba memaafkan.

Hingga saat ini aku telah bekerja di sebuah perusahaan dengan jabatan yang lumayan. Tetapi ingatan tentang mereka masih jelas dipikiranku.

Hari-hariku masih sama masih banyak hal-hal sakit yang terus terjadi, hingga sekarang aku menjalin sebuah hubungan dengan seorang pria, yang ku harap dia bisa menerimaku apa adanya dan tak akan mengungkit masa laluku, menghargaiku, menyayangiku, tak berlaku kasar.

Semoga aku tidak gagal lagi, aku berdoa semoga Tuhan mendekatku dengan jodohku yang benar-benar mengerti semua keresahanku dan aku pun akan berlaku sama.

Teruntuk Tuhan..
Maafkan aku telah berbuat dosa yang kau benci
Untuk orang tuaku,, Ibu,,, Bapak..
Maafkan anakmu ini yang tanpa kalian tahu telah mengecewakan kalian begitu dalam, kedepannya mungkin tidak ada yang bisa menerima keadaanku ini, mungkin aku akan hidup sendiri tanpa memberi kalian menantu dan seorang cucu.. maafkan,,, maafkan aku,,,

***

Seperti dikisahkan kawan Mimma ke redaksi ceritacurhat.com. Tulis dan kirim cerita anda disini.

5 Comments
  1. Sije Endod
  2. dede
  3. Anton Cahyadi
  4. dija
  5. Zhinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *