Menu

Oh Malangnya Hidupku

Saat sedang sendiri aku sering berpikir mungkin broken itu turunan. Aku benci dengan orang tuaku yang sering bertengkar ketika aku masih kecil, tapi saat aku dewasa justru aku yang hidup broken, mengenal seks bebas bahkan menjual diri, ah sungguh malang hidupku.

malangnya hidupkuNamaku Nhita, aku wanita biasa dan berasal dari keluarga broken. Masa kecilku tidaklah indah seperti anak-anak lain pada umumnya. Aku lebih banyak di rumah menemani Ibu yang sering bertengkar dengan Ayah. Di sekolah aku termasuk berprestasi sayangnya kemampuan akademikku tidak didukung oleh fasilitas dan dorongan dari keluarga, hal itu membuatku lebih banyak berpacaran saja ketimbang belajar.

Aku mulai mengenal pria sejak duduk di kelas satu SMA, aku termasuk sering gonta-ganti pacar dan dari situlah aku mulai mengenal seks meskipun itu hanya sekedar peluk dan cium saja. Bencana pertama dalam hidupku terjadi ketika aku lulus SMA dan mengenal laki-laki yang kelewat berani.

Sebut saja namanya Doni, sejujurnya aku hanya iseng saja dengannya dan aku tahu dia juga hanya main-main denganku. Tapi dari iseng-iseng itu kami malah melakukan tindakan tidak senonoh sampai aku hamil. Aku jelas menolak menikah dengannya karena aku menganggap dia tidak pantas menjadi suamiku dan ayah dari anak-anakku.

Mungkin keluarga broken itu turunan, aku sering berpikir begitu jika sedang memikirkan hidupku yang tanpa arah ini. Kehamilanku diketahui Ibu, karena tak kuat menanggung malu akhirnya aku diungsikan ke luar daerah. Di daerah baru ini aku betul-betul sangat menderita. Ketika aku melahirkan anak laki-lakiku aku merasa sangat bahagia tapi perasaan itu tidak lama, sepasang suami istri mengambil anakku karena mereka tidak mampu memiliki anak. Menurut keluargaku itu lebih baik bagi masa depanku dan masa depan anakku. Hatiku remuk redam, buah hati yang seharusnya berada di dekapanku dalam sekejap berpisah dariku.

Hidupku hancur sampai suatu saat aku dilamar seorang pria asal jawa (sebut saja namanya Iwan). Dia seorang duda satu anak. Aku tidak pernah memberitahunya soal kondisiku yang sudah punya anak. Kami akhirnya menikah, dan selama dia bekerja akulah yang mengurus anaknya di rumah. Pernikahan kami pada dasarnya bahagia hingga suatu waktu dia mengetahui masa laluku dari seorang teman. Dia sangat terpukul dan memilih menceraikanku. Beruntung aku belum sempat hamil saat kami berpisah. Kejujuran memang adalah pondasi pernikahan. Mas Iwan menceraikanku karena merasa dibohongi.

Sejak perceraian itu hidupku tidak bertambah baik, landasan agama yang kurang ditambah lingkungan tempatku besar yang tidak mendidikku dengan benar membuatku terjun bebas ke dunia hitam. Aku yang sekarang bertambah akrab dengan seks bebas. Aku berpikir apa yang mesti kupertahankan toh lebih baik menikmati dunia ini ketimbang memikirkan masa depan yang terlalu sulit kurengkuh. Saking putus asanya aku dengan hidup kadang aku menjual diri.

Kini aku dekat dengan seorang pria, dia mantan bosku. Dia sama sekali tidak mengetahui masa laluku. Entahlah aku bingung apakah aku harus jujur kepadanya atau berohong lagi? aku hanya butuh seorang pendamping yang mampu melindungiku.

***

Seperti yang diceritakan kawan Nhita ke redaksi CeritaCurhat.com. Kirim cerita anda disini.

8 Comments
  1. dadearthea
  2. PerempuanJuga
    • Rahadi Poetranto
    • Rahadi Poetranto
  3. Indra
  4. Uun Saputra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *