Menu

Aku Ingin Rasa Sayang yang Tulus dari Suamiku

Pernikahanku terancam ketika suamiku mengetahui aku sudah tidak perawan sebelum menikah dengannya. Seorang teman tega membocorkan masa lalu kehidupanku ke suamiku. Mungkin ini karma untukku, atau balasan dari Tuhan atas kebodohanku di masa lalu.

Ingin disayang suamiAku terlalu bodoh mempercayai mantan kekasihku yang dulu yang tega menghancurkan masa depanku, sementara bukan dia yang menjadi pendamping hidupku. Aku memang tidak jujur kepada suami perihal keperawananku yang telah direnggut ketika aku masih sekolah.

Kukatakan kepada suamiku kalau aku masih perawan karena kupikir dia tidak akan tahu. Tapi kenyataan berkata lain, suamiku tahu masalah itu dari orang lain melalui pesan di Facebook, yang isinya memberitahu kondisiku sebelum aku menikah dengan suamiku.

Sungguh aku sangat kaget, siapa dia orang yang tega merusak kebahagiaanku. Aku bingung haruskah aku jujur ke suamiku? aku pun menyesal kenapa aku tidak sedari dulu memberitahunya. Atau haruskah aku berbohong terus? sungguh ini pilihan yang berat.

Tapi, akhirnya aku memilih jujur kepada suamiku, aku tahu, bagaimana perasaan suamiku saat itu, tapi, aku bersujud, mencium tangan dia, dan memeluk dia, aku sungguh meminta maaf yang sebesar-besarnya karena tidak jujur kepadanya. Subhanallah…suamiku memaafkan aku.

Tapi, setelah kejadian itu, aku merasakan rasa yang berbeda dari suamiku.. setiap muncul pertengkaran antara aku dengan dia, dia selalu membahas tentang hal itu, dan aku merasa sakit ketika dia menghina aku, bahkan dia sempat ingin meninggalkan aku, dan mencari istri lain yang sempurna, bukan istri yang mempunyai kekurangan seperti aku.. padahal, sebelum aku dan suamiku menikah, diapun sudah melakukan hubungan suami istri kepadaku, sungguh kenyataan yang menyakitkan.

Tapi, walaupun dia menghinaku seperti itu, aku terima, karena aku menyadari kesalahanku, sampai akhirnya aku hamil, mengandung anak dari dia, aku fikir, dia akan berubah, dan mencoba melupakan masa lalu ku, tapi ternyata “TIDAK”.. berulang kali lagi dia menghinaku, marah-marah kepadaku dengan menyebutkan kekuranganku, aku sempat bertanya, apa artinya dulu saat dia memafkan aku? Apa dia belum bisa memaafkanku?

Sempat aku putus asa dan ingin pisah darinya, tapi aku tidak bisa, aku memikirkan anak yg sedang aku kandung saat itu. Sampai saatnya aku melahirkan anakku, dan aku berharap suamiku berubah, bisa mencintaiku apa adanya, dengan semua kekurangan atau kelebihanku..

Advertisement


Sampai saatnya aku selesai cuti melahirkan selama 3 bulan, karena aku harus melanjutkan pekerjaanku dikantor, yang sempat tertunda. Aku menyadari resiko menjadi wanita karier yang sudah berumah tangga dan mempunyai anak, yaitu tidak bisa merawat anakku selama 24 jam. Dan akhirnya suamiku memutuskan untuk ibunya yang akan mengsuh anak kami.

Sejujurnya, aku kurang respek dengan mertuaku, karena sifat dan kelakuan dia yang suka mencampuri urusan rumah tanggaku, tapi, demi patuhnya aku dengan suamiku, akupun menerima keputusan dia, dan akhirnya, pada hari Mingggu itu ibunya pun sampai ke rumah yang aku dan sumiku sewa.

Belum sehari ibunya berada dirumah, sikap suamiku sudah berubah, bahkan dia lebih memilih tidur bersama dengan ibunya, bukan dengan istri dan anaknya, dan membiarkan aku dan anakku hanya berdua, dan sebagai ibu, dia sama sekali tidak menyuruh suamiku pindah untuk bersamaku dan anakku, dia malah senang, kalau melihat aku dan suamiku pisah dan bertengkar seperti itu, sungguh mertua yang tidak aku harapkan..

Karena aku kesal, mulai dari pagi, aku hanya diam, sempat sesekali menjawab pertanyaan dari mertuaku, tapi itupun seperlunya. Mungkin, sikap diamku, membuat mertuaku tidak terima, dan marah-marah padaku, akhirnya aku menjawab pertanyaan dia yang sambil marah itu, tapi akhirnya, dia keluar rumah dan pergi begitu saja, tanpa memberitahu kemana perginya, padahal, saat itu aku sudah harus pergi ke kantor, karena hari pertama aku masuk.

Akhirnya, dengan berfikir cepat, akupun merapihkan pakaian-pakaian anakku, dan aku pergi ke rumah orang tuaku, untuk menitipkan anakku, aku tidak sempat pamit dengan suamiku, karena saat itu dia masih terlelap tidur, dan saat itu aku memang sedang kesal dengan suamiku, ditambah dengan perginya mertuaku dari rumah.

Dan saat makan siang, suamiku mengirimkan sms untukku dengan bertuliskan “Dasar istri yang gak tau terima kasih, sekarang orang-orang dah tau gimana loe dulu sebenarnya, dan tinggal orang tua loe yang belum tau. Liat aja nanti..!!!”,

Ternyata dia telah membeberkan aib istrinya sendiri, sungguh kenyataan yang menyakitkan, belum sempat aku menceritakan kejadian sebenarnya, tapi dia sudah mengirimkan sms kepada ku lagi seperti ini “Gak usah loe balik lagi kerumah, gw masih bisa nyari istri yang virgin, gak kayak loe, dan lebih baik gw ngurusin nyokap gw, dari pada loe..!!!!” sungguh bukan suamiku yang aku kenal.

Aku sungguh terpukul oleh kata-kata dia seperti itu. Ternyata, setelah ibunya pergi, dia kembali lagi ke rumah, dan mungkin mengatakan aku yang macam-macam kepada suamiku, yang membuat hati suamiku marah. Memang mertuaku seperti itu, dia melimpahkan kesalahan kepadaku, supaya aku dimarah-marahi oleh suamiku, dan suamikupun begitu, ibunya mau salah atau benar, tetap dibenarkan, dan aku selalu salah, sudah sering aku diperlakukan seperti itu, tapi aku masih mencoba untuk sabar. Aku berharap, nanti ada kebahagiaan untukku dari suamiku…

Selama 1 minggu aku pisah tempat tinggal dengan suamiku, aku dan anakku di rumah orang tuaku, sementara dia di rumah kami. Tapi, akhirnya dia menyerah dan meminta aku untuk kembali kerumah, dan menanyakan keinginanku bagaimana tentang anak kami, dan akhirnya aku meminta untuk dirawat oleh orang tuaku, walaupun ibuku bukan hanya IRT, tapi dia juga sebagai guru disekolah SD dekat rumah orang tuaku, dan akhirnya, suamiku mengijinkan aku, dan akhirnya kamipun pindah lagi bersama orangtuaku.

Aku sangat berharap, dan selalu berdoa, agar suamiku dapat berubah, bisa Mencintaiku Setulus Hatinya dan Menerima Segala kekurangan dan kelebihanku.. aku ingin merasakan rasa sayang seperti dahulu, seperti pertama kali aku bertemu dengannya.. aku sungguh rindu dengan dia yang dulu, sungguh aku sangat merindukannya.

Aku menyadari semua kesalahanku, sebab itu aku selalu ingin menjadi yang terbaik untuk suamiku, aku selalu ingin patuh dan taat kepada suamiku, karena aku Sangat Mencintainya, dan aku ingin selalu mengabdi kepada suamiku, walaupun terkadang aku mendapat perlakuan yang tidak mengenakan dari suamiku, dan sempat, dia membuang foto yang sempat aku hadiahkan untuknya dan membuang foto aku dari dompetnya, tapi aku masih bisa menerimanya, karena rasa sayangku kepada suamiku.

Semoga cerita ini menjadi pelajaran untuk kita semua.
***

Kirim tanggapan anda di kolom komentar di bawah ini. Untuk kirim cerita klik disini.

11 Comments
  1. wahyuni
    • sontoLOYO
  2. lisa
    • sontoLOYO
  3. abadi
  4. abadi
  5. tober
  6. zara
  7. Puas
  8. timbul
  9. Zhinta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *